METODE PENELITIAN KUANTITATIF
( PROSES PENELITIAN,
MASALAH, VARIABEL DAN PARADIGMA PENELITIAN )
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas
mata kuliah
Metodologi Penelitian Pendidikan
Dosen Pengampu : Bu Maria Theresia Sri
Hartati
oleh
Kiftiyah Riris Novita
( 1301413122 ) / Rombel 3
JURUSAN BIMBINGAN
DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI
SEMARANG
2014
A.
Proses
Penelitian Kuantitatif
![]() |
Dari
gambar tersebut
dapat di jelaskan bahwa suatu penelitian berangkat dari masalah, namun masalah
yang dibawa peneliti kuantitatif dan kualitatif berbeda. Dalam penelitian
kuantitatif masalah yang dibawa oleh peneliti harus sudah jelas, sedangkan
masalah yang dibawa oleh peneliit kualitatif masih bersifat sementara dan akan
berkembang setelah peneliti memasuki lapangan.
Setelah
masalah telah diidentifikasikan dan dibatasi, maka selanjutnya masalaha
tersebut dirumuskan.rumusan masalah pada umumnya dinaytakan dalam kalimat
pertanyaan. Dengan pertanyaan ini maka akan dapat memandu peneliti untuk
kegiatan penelitian selanjutnya. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka
peneliti menggunakan berbagai teori untuk menjawabnya. Jadi teori dalam
penelitian kuantitatif ini akan digunakan untuk menjawabnya. Jadi teori yang
dalam penelitian kuantitatif ini digunakan untuk menjawab rumusan masalah
penelitian tersebut. Jawaban terhadap rumusan masalah yang harus menggunakan
teori tersebut dinamakan hipotesis, maka hipotesis dapat diartikan sebagai
jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian.
Hipotesis
yang masih merupakan jawaban sementara terdapat rumusan masalah tersebut,
selanjutnya akan dibuktikan kebenarannya secara empiris beerdasarkan data dari
lapangan. Untuk itu peneliti melakukan pengumpulan data. Pengumpulan data
dilakukan pada populasi tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti. Bila
populasi terlalu luas, sedangkan peneliti memiliki keterbatasan waktu, dana dan
tenaga, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi
tersebut. Bila peneliti bermaksud membuat generalisasi, maka sampel yang
diambil harus representatif, dengan teknik random sampling.
Meneliti
adalah mencari data yang teliti/akurat. Untuk itu peneliti perlu menggunakan
intrumen penelitian. Dalam ilmu – ilmu alam, teknik, dan ilmu – ilmu empirik
lainnya, intrumen penelitian yang akan digunakan untuk meneliti belum ada,
sehingga peneliit ahrus membuat atau mengembangkan sendiri. Agar instrumen
dapat dipercaya, maka harus diuji validitas dan relibilitasnya.
Setelah
instrumen teruji valisitas dan reliabilitasnya, maka dapat digunakan untuk
mengukur variabel yang telah ditetapkan untuk diteliti. Instrumen untuk
pengumpulan data dapat berbentuk test dan nontest, untuk instrumen yang berbentuk
nontest, dapat digunakan sebagai kuesioner, observasi dan wawancara.
Data
yang telah terkumpul selanjutnay dianalisis. Analisis diarahkan untuk menjawab
rumusan masalah dan hipotesis yang diajukan. Dalam penelitian kuantitatif
analisis data menggunakan statistik. Statistik yang digunakan dapat berupa
statistik deskriptif dan inferensial/ induktif. Statistik inferensial dapat
berupa statistik parametris dan statistik nonparametris. Peneliit menggunakan
statistik inferensial bila penelitian dilakukan pada sampel yang diambil secara
random.
Data
hasil analisis selanjutnya disajikan dan diberikan pembahasan. Penyajian data
dapat menggunakan tabel, tabel distribusi frekuensi, grafik garis, grafik
batang, piechart ( diagram lingkaran), dan pictogram. Pembahasan terhadap hasil
penelitian merupakan penjelasan ynag mendalam dan interprestasi terhadap data –
data yang etlah disajikan.
Setelah
hasil penelitian diberikan pembahasan, maka selanjutnay dapat disimpulkan.
Kesimpulannya berisi jawaban singkat terhadap setiap rumusan masalah
berdasarkan data berdasarkan data yang telah terkumpul. Jadi kalau rumusan
masalah ada lima, maka kesimpulannya juga ada lima. Karena peneliti melakukan
penelitian bertujuan untuk memecahkan masalah, maka peneliti berkewajiban untuk
memberikan saran – saran. Melalui saran – saran tersebut diharapkan masalah
dapat dipecahkan. Saran yang diberikan harus berdasarkan kesimpulan hasil
penelitian yang telah dialkukan.
Apabila
hipotesis penelitian yang diajukan tidak terbukti, maka perlu dicek apakah ada
yang salah dalam penngunaan teori, instrumen, pengumpulan, analisis data, atau
rumusan masalah yang diajukan.
B.
Masalah
Seperti telah
dikemukakan bahwa pada dasarnya penelitian itu dilakukan dengan tujuan untuk
mendapatkan data yang antara lain dapat digunakan untuk memecahkan masalah.
Untuk itu setiap penelitian yang akan dilakukan harus selalu berangkat dari
masalah. Seperti yang disampaikan oleh Emory (1985) bahwa, baik penelitian
murni maupun terapan, hasilnya langsung dapat digunakan untuk membuat
keputusan.
Jadi setiap penelitian yang akan
dilakukan harus serba berangkat dari masalah, walaupun diakui bahwa memilih
masalah penelitian sering merupakan hal yang paling sulit dalam proses
penelitian ( Tuckman, 198 ). Bila dalam penelitian telah dapat menemukan
masalah yang betul – betul masalah, maka sebenarnya pekerjaan penelitian itu 50
% telah selesai. Oleh karena itu menemukan masalah dalam penelitian merupakan
pekerjaan yang tidak mudah, tetapi setelah masalah dapat ditemukan, maka pekerjaan
penelitian akan segera dapat dilakukan.
1.
Sumber
Masalah
Masalah dapat
diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar –
benar terjadi, antara rencana dengan pelaksanaan. Stonner (1982) mengemukakan
bahwa masalah – masalah dapat diketahui atau dicari apabila terdapat
penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan, antara apa yang direncanakan
degan kenyataan.
a.
Terdapat
penyimpangan antara pengalaman denagn kenyataan
Orang yang
biasanya menjadi pimpinan pada bidang pemerintahan harus berubah ke bidang
pendidikan. Hal ini pada awalnya tentu akan muncul masalah. Oarnag atau
kelompok yang biasanya mengelola pendidiakn dengan sistem sentralisasi lalu
berubah menjadi desentralisasi, atau dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
maka akan muncul masalah. Orang biasanya menulis dengan mesin ketik manual
harus ganti dengan komputer, maka akan muncul masalah. Apakah masalahnya
sehingga perlu perubahan. Apakah masalahnya dengan sistem sentralisasi,
sehingga perlu berubah menjadi disentralisasi dalam penyelenggaraan
pemerintahan. Apakah masalahnya sehingga kebijakan pendidikan selalu berubah,
ganti mentri, ganti kebijakan? Apakah masalahnya setelah terjadi perubahan.
b.
Terdapat
penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan
Suatu rencana yang
telah ditetapkan, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan tujuan dari rencana
tersebut, maka tentu ada masalh. Mungkin masih ingat pada era orde baru
direncanakan pada tahun 2000 Bangsa Indonesia akan tinggal landas tapi pada
kenyataannya tidak, sehingga muncul masalah. Dengan adanya reformasi diharapkan
harga – harga akan turun, ternyata tidak sehingga muncul masalah. Direncanakan
dengan adanya penataran pengawasan melekat, maka akan terjadi penurunan dalam
jumlah KKN, tetapi ternyata tidak sehingga timbul masalah. Dengan kebijakan
MBS, kualitas pendidikan akan meningkat, tetapi ternyata belum terlihat. Apakah
masalahnya sehingga apa yang telah direncanakan tidak menghasilkan kenyataan.
Jadi untuk menemukan masalah dapat diperoleh dengan cara melihat dari adanya
penyimpangan antara yang direncanakan dengan kenyataan.
c.
Ada
Pengaduan
Dalam suatu
organisasi sekolah yang tadinay tenang tidak ada masalah, ternyata setelah ada
pihak tertentu yang tadinya tenang tidak ada masalah, ternyata setelah ada
pihak tertentu yang mengadukan produk maupun pelayanan yang diberikan, maka
timbul masalah dalam organisasi itu. Pikiran pembaca yang dimuat dalam koran
atau majalah yang mengadukan kualitas produk atau pelayanan suatu
lembaga.pendidikan, dapat dipandang sebagai masalah, karena diadukan lewat
media sehingga banyak orang yang menjadi tahu akan kualitas produk an kualitas
pelayanan yang diberikan. Dengan demikian orang tidak akan membeli lagi atau
tidak menggunakan jasa lembaga itu lagi. Demonstrasi yang dilakukan oleh
sekelompok orang terhadap suatu sekolah atau perguruan tinggi juga dapat menimbulkan
masalah. Dengan demikian masalah penelitian dapat digali dengan cara
menganalisis isi pengaduan.
d.
Ada
kompetisi
Adanya saingan
atau kompetisi sering dapat menimbulkan masalah besar, bila tidak dapat
memanfaatkan untuk kerja sama. Perusahaan pos dan giro merasa mempunyai masalah
setelah ada biro jasa lain yang menerima titipan surat, titipan barang, ada
hand phone yang dapat digunakan untuk SMS, internet, e – mail. Perusahaan keret
api memandang angkutan umum jalan raya dengan Bus sebagai pesaing, sehingga
menimbulkan masalah. Tetapi mungkin PT. Telkom kurang mempunyai masalah karena
tidak ada perusahaan lain yang memberikan jasa yang sama lewat telephone kabel,
tetapi menjadi masalah setelah ada saingan telephone genggam ( hand phone ).
Dalam pendidikan, lembaga – lembaga pendidikan yang selama ini unggul didalam
negeri, akan timbul masalah setelah ada perguruan tinggi asing boleh beroperasi
di Indonesia.
Dalam proposal penelitian setiap
masalah harus ditunjukkan dengan data. Misalnya penelitian tenatang SDM, maka
masalahn SDM, harus ditunjukkan dengan data. Masalah SDM misalnya, jumlah SDM
yang terbatas, jenjang pendidikan yang rendah, kompetensi dan produktivitas
yang masih rendah. Data masalah dapat diperoleh dari hasil pengamatan
pendahuluan terhadap hasil penelitian orang lain, atau dari dokumentasi. Data
yang diberikan harus up to date, lengkap dan akurat. Jumlah data masalah yang
dikemukakan tegantung paada jumlah variabel penelitian yang ditetapkan untuk
diteliti. Kalau penelitian berkenaan dengan 5 variabel,maka data masalah yang
dekemukakan minimal 5. Tanpa menunjukkan dat, maka masalah yang dikemukakan
dalam penelitian tidak akan dipercaya.
C.
Rumusan
Masalah
Rumusan masalah
berbeda dengan masalah. Kalau masalah itu meruakan kesenjangan antara yang
diharapkan dengan yang terjadi, maka rumusan masalah itu merupakan suatu
pertanyaan yang akan dibicarakan jawabannya melalui pengumpulan data. Namun
demikian terdapat kaitan erat antara masalah dan rumusan masalah, karena setiap
rumusan masalaah penelitian harus didasarkan pada masalah.
1.
Bentuk
– bentuk Rumusan Masalah Penelitian
Bentuk masalah dapat dikelompokkan
kedalam bentuk masalah deskriptif, kompratif dan asosiatif.
a.
Rumusan
Masalah Deskriptif
Rumusan masalah deskriptif adalah
suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan
variabel mandiri, baik hanya satu variabel maupun lebih ( variabel yang berdiri
sendiri ). Jadi dalam penelitian ini peneliti tidak membuat perbandinagn
variabel itu pada sampel yang lain, dan mencari hubungan variabel itu denagn
variabel yang lain. Penelitian semacam ini untuk selanjutnya dinamakan
penelitian deskriptif.
Contoh
rumusan masalah Deskriptif :
1) Seberapa
baik kinerja departemen pendidikan Nasional?
2) Bagaimanakah
sikap masyarakat terhadap perguruan tinggi Negeri Berbadan Hukum?
3) Seberapa
tinggi efektivitas kebijakkan manajemen Berbasis Sekolah di Indonesia.
4) Seberapa
tinggi tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah daerah
dibidang pendidikan.
5) Seberapa
tinggi tingkat produktivitas dan keuntungan finansial Unit Produksi pada
sekolah – sekolah Kejuruan?
6) Seberapa
tinggi minat baca dan lama belajar rata – rata per hari murid – murid sekolah
di indonesia.
Dari beberapa
contoh diatas terlihat bahwa setiap pertanyaan penelitian berkenaan dengan satu
variabel atau lebih secara mandiri (bandingkan dengan masalah komparatif dan
asosiatif).
Peneliti yang bermaksud mengetahui
kinerja Departemen pendidikan Nasional, sikap masyarakat terhadap perguruan
tinggi berbadan hukum, efektifitas kebijakan MBS, tingkat produktivitas dan
keuntungan finansial Unit produksi pada sekolah – sekolah kejuruan, minat
membaca dan lama belajar rata – rata hari murid – murid sekolah di indonesia
adalah contoh penelitian deskriptif.
b.
Rumusan
Masalah Komperatif
Rumusan Komperatif
adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel
atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang
berbeda. Contoh rumusan masalahnya adalah sebagai berikut.
1) Adakah
perbedaan antara prestasi belajar antara murid dari sekolah negeri dan swasta?
Variabel penelitian adalah prestasi belajar pada dua sampel yaitu sekolah
negeri dan swasta).
2) Adakah
perbedaan disiplin kerja guru antara sekolah di kota dengan di desa? ( satu
variabel dua sampel ).
3) Adakah
perbedaan antara motivasi belajar dan hasil belajar antara murid yang berasal
murid yang berasal dari keluarga Guru, Pegawai swasta dan Pedagang? ( dua
variabel tiga sampel)
4) Adakah
perbedaan kompetensi profesional guru dan kepala sekolah antara SD, SMP, SLTA.
( satu variabel untuk dua kelompok , tiga sampel )
5) Adakah
perbedaan daya tahan berdiri pelayan toko yang berasal dari sekolah Menengah
Kejuruan dan Sekolah Menengah Atas.
6) Adakah
perbedaan produktifitas karya ilmiah antara perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (
satu variabel dua sampel )
c.
Rumusan
Masalah Asosiatif
Rumusan
masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan
hubungan antar dua variabel atau lebih. Terdapat tiga bentuk hubungan yaitu : hubungan simetris, hubungan kausal, dan
interaktif / resiprocal / timbal balik.
1)
Hubungan
Simetris
Hubungan simetris
adalah suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya
bersama. Berarti bukan hubungan kausal atau interaktif, contoh rumusan
masalahnya adalah sebagai berikut :
a) Adakah
hubungan antara jumlah es yang terjual dengan jumlah kejahatan terhadap murid
sekolah? ( variabel pertama adalah penjualan es dan kedua adalah kejahatan )
hal ini berarti yang menyebabkan jumlah kejahatan bukan karena es yang terjual,
mungkin logikanya adalah sebagai berikut. Pada es banyak terjual itu pada musim
liburan sekolah, pada saat murid – murid banyak yang piknik ketempat wisata.
Karena banyak murid yang piknik maka disitu banyak kejahatan
b) Adakah
hubungan antara rumah yang deket rel kereta api dnegan jumlah anak?
c) Adakah
hubungan antara warna rambut dengan kemampuan dengan kemampuan memimpin
sekolah?
d) Adakah
hubungan antara jumlah payung yang terjual dengan dengan murid sekolah?
e) Adakah
hubungan antara banyaknya radio di pedesaan dengan jumlah penduduk yang
sekolah?
Contoh
judul penelitiannya adalah sebagai berikut.
1. Hubungan
antara jumlah es dengan jumlah kejahatan terhadap murid sekolah.
2. Hubungan
antara rumah yang dekat dengan rel kereta api dengan jumlah anak
3. Jumlah
antar jumlah warna rambut dengan dengan kemampuan memimpin sekolah
4. Hubungan
antara banyaknya radio di pedesaan dengan jumlah penduduk yang sekolah.
2)
Hubungan
Kausal.
Hubungan kausal
adalah hubungan yang bersifat sebab akibat jadi disini ada variabel independen
( variabel yang mempenagruhi ) dan dependen ( dipengaruhi ), contoh :
a) Adakah
pengaruh pendidikan orang tua dengan prestasi – prestasi belajar anak ? (
pendidikan orang tua variabel independen dan prestasi belajar variabel dependen
)
b) Seberapa
besar penagaruh kepemimpinan kepala SMK terhadap kecepatan lulusan memperoleh
pekerjaan? (kepemimpinan variabel independen dan kecepatan memperoleh pekerjaan
variabel dependen)
c) Seberapa
besar pengaruh tata ruang kelas terhadap efesiensi pembelajaran di SMA?
d) Seberapa
besar pengaruh kurikulum, media pendidikan dan kualitas guru terhadap kualitas
SDM yang dihasilkan dari suatu sekolah? ( kurikulum, media dan kualitas guru
sebagai variabel independen dan kualitas SDM sebagai variabel dependen )
Contoh
judul penelitianya:
a) Pengaruh
pendidiakn orang tua terhadap prestasi belajar anak SD kabupaten Alengkapura
b) Pengaruh
kepemimpinan kepala sekolah terhadap kecepatan lulusan memperoleh pekerjaan
pada SMK di provinsi Indrakila
c) Pengaruh
kurikulum, media pendidikan dan kualitas guru terhadap kualitas SDM yang
dihasilkan dari suatu sekolah.
3)
Hubungan
Interaktif/ resiprocal/ timbal balik.
Hubungan
interaktif adalah hubunagn yang saling mempenagruhi. Disini tidak diketahui
mana variabel independen dan dependen, Contoh :
a) Hubungan
antara motivasi dan prestasi belajar anak SD di kecamatan A. Di sini dapat
dinyatakan motivasi mempengaruhi prestasi tetapi juga prestasi dapat
mempengaruhi motivasi.
b) Hubungan
antara kecerdasan dengan kekayaan. Kecerdasan dapat menyebabkan kaya, demikian
juga orang yang kaya dapat meningkatkan kecerdasan karena gizi terpenuhi.
D. Variabel Penelitian
1. Pengertian
Variabel penelitian pada dasarnya
adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian
ditarik kesimpulannya. Variabel dapat didefinisikan sebagai atribusi seseorang,
atau obyek, yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau
satu obyek dengan obyek yang lain(Hatch dan Farhady, 1981).
Variabel juga dapat merupakan
atribut dari bidang keilmuan atau kegiatan tertentu. Tinggi, berat badan,
sikap, motivasi, kepemimpinan, disiplin kerja, merupakan atribut-atribut dari
obyek. Struktur organisasi, model pendelegasian, kepemimpinan, pengawasan,
koordinasi, prosedur dan mekanisme kerja, deskripsi pekerjaan, kebijakan,
adalah merupakan contoh variabel dalam kegiatan administrasi pendidikan.
Kerlinger(1973) menyatakan bahwa
variabel adalah konstrak (constructs) atau sifat yang akan dipelajari. Di
bagian lain Kerlinger menyatakan bahwa variabel dapat dikatakan sebagai suatu
sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda (different values). Dengan
demikian variabel itu merupakan suatu hal yang bervariasi. Selanjutnya
Kidder(1981), menyatakan bahwa variabel adalah suatu kualitas (qualities)
dimana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya.
Berdasarkan pengertian-pengertian
diatas maka dapat dirumuskan disini bahwa variabel penelitian adalah suatu
atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai
variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
ditarik kesimpulannya.
2. Macam-macam Variabel
Menurut hubungan antara satu
variabel dengan variabel yang lain maka
macam- macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi:
a. Variabel
Independen: variabel ini
sering disebut sebagai variabel stimulus,
prediktor, anteceden atau Variabel bebas. Variabel bebas merupakan variabel
yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel
independen (terikat). Dalam SEM (structural
equation modeling) pemodalan persamaan Struktural, variabel independen
disebut sebagai variabel eksogen.
b. Variabel
dependen: sering
disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen atau Variabel terikat.
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat,
karena adanya variabel bebas. Dalam SEM (structural
equation modeling) pemodelan persamaan struktural, variabel dependen
disebut sebagai variabel indogen.
![]() |
Gambar 2.2. contoh hubungan variabel
independen-dependen
c. Variabel
moderator: variabel yang
mempengaruhi (memperkuat dan mamperlemah) hubungan antara variabel independen
dengan dependen. Variabel disebut juga sebagai variabel independen ke dua.
Hubungan perilaku suami dan istri akan semakin baik (kuat) kalau mempunyai
anak, dan akan semakin renggang kalau ada fihak ketiga ikut mencampuri. Disini
anak adalah sebagai variabel moderator yang memperkuat hubungan, dan fihak
ketiga adalah sebagai variabel moderator yang memperlemah hubungan, hubungan
motivasi dan prestasi belajar akan semakin kuat bila peranan guru dalam
menciptakan iklim belajar sangat baik, dan hubungan semakin rendah bila peranan
guru kurang baik dalam menciptakan iklim belajar.
![]() |
Gambar 2.3.a contoh hubungan
variabel independen-moderator, dependen
![]() |
Gambar 2.3.b contoh hubungan
variabel independen-moderator, dependen
d. Variabel
intervening: Tuckman
(1988) menyatakan “An intervening
variable is that factor that theoretically affect the observed phenomenon but
cannot be seen, measure, or manipulate”. Variabel intervening adalah
variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen
dengan dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati
dan diukur. Variabel ini merupakan variabel penyela/antara yang terletak di
antara variabel independen dan dependen, sehingga variabel independen tidak
langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen.
![]() |
Gambar 2.3. contoh hubungan variabel
independen-moderator-intervening, dependen.
e. Variabel
kontrol: adalah
variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel
independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak
diteliti. Variabel kontrol sering digunakan oleh peneliti, bila akan melakukan
penelitian yang bersifat membandingkan.
![]() |
Gambar 2.4. contoh hubungan variabel
indepenmden-kontrol, dependen
Untuk dapat menentukan kedudukan
variabel independen, dan dependen, moderator, intervening atau variabel yang
lain, harus dilihat konteksnya dengan dilandasi konsep teoritis yang mendasari
maupun hasil dari pengamatan yang empiris di tempat penelitian. Untuk itu
sebelum peneliti memilih variabel apa yang akan diteliti perlu melekukan kajian
teoritis, dan melakukan studi pendahuluan terlebih dahulu pada obyek yang akan
diteliti. Dalam penelitian kualitatif hubungan antara semua variabel tersebut
akan diamati, karena penelitian kualitatif berasumsi bahwa gejala itu tidak
dapat diklasifikasikan, tetapi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan (holistic).
E. Paradigma Penelitian
Dalam penelitian kuantitatif/positivistik,
yang dilandasi pada suatu asumsi bahwa suatu gejala itu dapat diklasifikasikan
dan hubungan gejala besifat kausal(sebab akibat), maka peneliti dapat melakukan
penelitian dfengan memfokuskan kepada beberapa variabel saja.pola hubungan
antar variabel yang akan diteliti tersebut selanjutnya disebut dengan paradigma
penelitian.
Jadi paradigma penelitian dalam hal
ini diartikan sebagai pola pikir yang menunjukan hubungan antara variabel yang
akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang
perlu dijawab melalui penelitian, teori yang digunakan untuk merumuskan
hipotesis, jenis dan jumlah hipotesis dan teknik analisis statistik yang
digunakan. Bentuk-bentuk paradigma atau model penelitian kuantitatif khususnya
untuk penelitian survey seperti berikut :
1. Paradigma sederhana
Paradigma penelitian ini terdiri
atas satu variabel independen dan dependen. Dapat digambarkan sebagai berikut :

X = Kualitas Guru Y = Prestasi
Belajar Murid
Berdasarkan paradigma tersebut, maka
dapat detentukan :
a. Jumlah rumusan masalah deskriptif
ada dua dan asosiatif ada satu yaitu :
1. Rumusan masalah deskriptif (dua)
a) Bagaimana X? (kualitas guru)
b)
Bagaimana Y? (prestasi belajar murid)
2. Rumusan masalah
asosiatif/hubungan (satu)
Bagaimanakah hubungan atau pengaruh
kualitas alat dengan kualitas barang yang di hasilkan
b. Teori yang digunakan ada dua, yaitu
teori tentang media pendidikan dan prestasi belajar
c. Hipotesis yang di rumuskan ada dua
macam hipotesis deskriptif dan hipotesis
asosiatif.
1) Dua hipotesis deskriptif : (jarang
di rumusakan dalam penelitian)
a) Kualitas media yang digunakan oleh
lembaga pendidikan tersebut telah mencapai 70% baik
b) Presentasi belajar siswa lembaga
pendidikan tersebut telah mencapai 99% dari yang diharapkan
2) Hipotesis asosiatif
Ada hubungan yang positifdan signifikan antara kualitas media
pendidikan dengan presentasi belajar murid. Hal ini berarti bila kualitas media pendidikan di tingkatkan, maka prestasi belajar murid
akan meningkat pada gradasi yang tinggi ( kata signifikan hanya digunakan
apabila hasil uji hipotesis akan digeneralisasikan ke populasi dimana sampel
tersebut diambil).
d. Teknik analisis data
Berdasarkan rumusan masalah dan
hipotesis tersebut, maka dapat dengan mudah ditentukan teknik satistik yang
digunakan untuk analisis data dan menguji hipotesis.
1) Untuk dua hipotesis deskriptif, bila
datanyan berbentuk interval dan ratio, maka pengujian hipotesis menggunakan
t-test one sampel.
2) Untuk hipotesis asosiatif, bila data
ke dua variabel berbentuk interval atau ratio, maka menggunakan teknik
statistik korelasi product moment.
2. Paradigma Sederhana Berurutan
Dalam paradigma ini terdapat lebih
dari dua variabel, tetapi bubungan nya masih sederhana.




X1 = kualitas
input
X2 = kualitas proses
X2 = kualitas proses
X3 =
kualitas output
Y = kualitas
outcome
Paradigma sederhana menunjukan hubungan antara satu variabel
independen dengan satu variabeldependen secara berurutan. Untuk mencari
hubungan antara variabel tersebut digunakan teknik korelasi sederhana.
3.
Paradigma Ganda dengan Dua Variabel
Independen
X1 = Kompetensi Guru; Y
= prestasi belajar murid;
X2 = Lingkungan sekolah;
4.
Paradigma Ganda dengan Tiga Variabel
Independen
Dalam paradigma ini
terdapat tiga variabel independen (X1,X2,X3)
dan satu dependen (Y).
r3
X1 =
kualitas mesin; X3 = Etos belajar;
X2 =
pengalaman kerja; Y = produktivitas kerja
Paradigma ganda
dengan tiga variabel independen
5.
Paradigma Ganda dengan Variabel Dependen
![]() |
X = tingkat
pendidikan Y1 = karir
di tempat kerja
Y2 = disiplin kerja
6.
Paradigma ganda dengan dua variabel
independen dan dua dependen
X1 = keindahan
kampus Y1 = jumlah pendaftar
X2 = pelayanan
sekolah Y2 = kepuasan pelayanan
7.
Paradigma Jalur
Bentuk-bentuk paradigma penelitian yang lain masih cukup banyak,
dan contoh-contoh yang diberikan terutama dikaitkan dengan teknik statistik
yang dapat digunakan. Teknik statistik yang bersifat menguji perbedaan tidak
tercermin pada paradigma yang telah diberikan, tapi akan lebih tampak pada
paradigma penelitian dengan metode eksperimen. Dalam eksperimen misalnya akan
dapat diuji hipotesis yang menyatakan ada tidaknya perbedaan produtivitas kerja
antara lembaga yang dipimpin pria dan wanita.
SEM merupakan metode statistik yang digunakan untuk menguji
hipotesis yang terstruktur. Hipotesis yang dirumuskan merupakan hubungan banyak
variabel yang bersifat kausal. Prosedur SEM mempunyai dua hal yang penting
yaitu :
- Hubungan
kausal yang terjadi merupakan hubungan stuktural yang berseri dengan
menggunakan persamaan regresi
- Hubungan
kausal dapat disusun dalam model berupa gambar sehingga mudah difahami
Hipotesis yang merupakan hubungan struktural tersebut dapat diuji
dengan statistik secara serempak.
F.
Menemukan Masalah
Untuk menemukan masalah dapat
dilakukan dengan cara melakukan analisa masalah, yaitu dengan bantuan menyusun
ke dalam pohon masalah. Dengan analisa masalah, maka permasalahan dapat
diketahui mana masalah yang penting, yang kurang penting dan yang tidak
pentingmelalui analisis masalah ini juga dapat diketahui akar-akar
permasalahannya.
Untuk dapat menganalisis masalah,
maka pertama peneliti harus mampu mendudukkan masalah dalam konteks keseluruhan
secara sistemik, dalam konteks tersebut akan terlihat hubungan antara satu masalah
dengan masalah yang lain, baik masalah yang mempengaruhi secara langsung maupun
tidak langsung. Berikut contoh dikemukakan analisis masalah tentang kualitas
lulusan dalam satuan pendidikann tertentu. Pada gambar 2.15 berikut dikemukakan
sistem pendidikan pada tingkat kelas, yang terdiri atas input, proses
(interaksi antara murid, kurikulum, guru,sarana pendidikan dan
ruangkelas/tempat), sistem evaluasi belajar, dan output yang berupa lulusan.
Melalui gambar berikut, masalah kualitas hasil lulusan yang rendah misalnya
akan dapat dianalisis tentang faktor-faktor yang mempengaruhi.
![]() |
|||||||||
![]() |
![]() |
||||||||
![]() |
![]() |
||||||||

Gambar 2.15. Pendidikan sebagai suatu sistem, berguna
untuk melakukan pendidikan analisis masalah pendidikan.
Rendahnya
kualitas hasil pendidikan yang berupa kualitas lulusan, secara langsung
dipengaruhi oleh proses belajar mengajar dan potensi dasar murid. Pengaruh yang
langsung terhadap kualitas lulusan adalah potensi anak dasar, performance guru,
kualitas kurikulum,ketersediaan sarana dana prasarana pembelajaran, dan tata
ruang kelas, dan kualitas evaluasi.dari variable yang secara langsung
dipengaruhi kualitas lulusan tersebut. Selanjutnya diberi penilaian terhadap
setiap variable yang diduga berpengaruh kuat, penting dan menarik dalam
mempengaruhi kualitas hasil belajar. Variable yang demikian tersebut
selanjutnya ditetapkan oleh peneliti untuk dipeljari, baik dari aspke kualitas
setiap variable, maupun hubungan antara satu variable dengan variabel lain.
Berdasarkan analisis tersebut peneliti menyusun paradigma/model penelitianya
seperti gambar 2.16. berikut. Judul penelitiannya : pengaruh kualitas input
murid, kurikulum, guru, sarana, dan prasarana, serta sistem evaluasi terhadap
kualitas lulusan.
Gambar 2.16. Model penelitian, hasil dari analisis
masalah.
Pertanyaan :
1. Dalam macam-macam variable ada variable independen yg
sering disebut variable predictor, stimulus, dan antecedent, penjelasan dari
itu bagaimana?
2. Beberapa aspek dari SEM merupakan bagian dari konsep
lama yaitu prosedur multivariate, yang bersifat confirmatory dan ekploratory,
itu yang bagaimana?
3.
Apakah yang dimaksud dengan
masalah penelitian ? Apakah ada perbedaan antara masalah penelitian dan masalah
yang bukan penelitian ?
4. Jelaskan
pada bagian paradigma jalur tentang teknik statistika yang bersifat menguji
perbedaan tidak tercermin pada paradigma yang telah di berikan, tetapi akan
lebih tampak pada paradigma penelitian dengan metode penelitian.
5. Kapan
variabel independen digunakan?
6. Jelaskan
secara singkat dan jelas tentang paradigma ganda dengan dua variabel independen
dan dua dependen.




















0 komentar:
Posting Komentar