MASALAH , FOKUS,JUDUL
DAN TEORI DALAM PENELITIAN KUALITATIF
Disusun
untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Metodologi Penelitian Pendidikan
Dosen
Pengampu : Bu Maria Theresia Sri Hartati
oleh
Kiftiyah Riris Novita
( 1301413122 ) / Rombe 3
JURUSAN BIMBINGAN
DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI
SEMARANG
2014
Metode Penelitian Kualitatif
A. Masalah dalam
Penelitian Kualitatif
Setiap
penelitian baik penelitian kuantitatif maupun kualitatif selalu berangkat dari
masalah. Namun terdapat perbedaan yang mendasar antara “masalah” dalam
penelitian kuantitatif dan “masalah” dalam penelitian kualitatif.
Dalam
penelitian kualitatif, akan terjadi tiga kemungkinan terhadap “masalah” Yang
dibawa oleh peneliti dalam penelitian. Yang pertama masalah yang dibawa oleh peneliti
dalam penelitian. Yang pertama masalah pertama masalah yang dibawa oleh
peneliti tetap, sehingga sejak awal sampai akhir penelitian sama.dengan
demikian judul proposal dengan judul laporan penelitian sama. Yang ke dua
“masalah” yang dibawa oleh peneliti setelah memasuki penelitian berkembang
yaitu memperluas atau memperdalam masalah yang telah disipkan, dengan demikian
tidak terlalu banyak perubahan, sehingga judul penelitian cukup disempurnakan.
Yang ketiga “masalah” yang dibawa peneliti setelah memaasuki lapangan berubah
total, sehingga harus ganti masalah. Dengan demikian judul proposal dengan
judul penelitian tidak sama dan judulnya diganti. Dalam institusi tertentu ,
judul yang diganti ini sering mengalami kesulitan administrasi. Oleh karena itu
institusi yang menangani penelitian kualitatif, harus mau dan mampu
menyesuaikan dengan karakteristik masalah kualitatif ini.
Peneliti
kualitatif yang merubah masalah atau ganti judul penelitiannya setelah memasuki
lapangan penelitian atau setelah selesai, merupakan peneliti kualitatif yang
lebih baik, karena ia dipandang mampu melihat fenomena secara lebih luas dan
mendalam sesuai dengan apa yang terjadi dan berkembang pada situasi sosial yang
diteliti.
B. Fokus
Penelitian
Dalam pandangan penelitian kualitatif
bersifat holistik (menyeluruh, tidak dapat dipisah-pisahkan), sehingga peneliti
kualitatif tidak akan menetapkan penelitiannya hanya berdasarkan variabel
penelitian, tetapi keselutuhan situasi sosial yang diteliti yang meliputi aspek
tempat, pelaku dan aktivitas. Karena terlalu luas masalah, maka dalam
penelitian kuantitatif, peneliti akan membatasi penelitian dalam satu atau
lebih varriabel. Dengan demikian dalam penelitian kuantitatif ada yang disebut
batasan masalah. Batasan masalah dalam penelitian kualititatif disebut dengan
fokus, yang berisi pokok masalah yang masih bersifat umum.
Spradley dlam
sanapiah faisal (1988) mengemukakan empat alternatif untuk menetapkan fokus
yaitu :
1.
Menetapkan fokus
pada permasalahan yang disarankan oleh informan.
2.
Menetapkan fokus
berdasarkan domain – domain tertentu organizing domain
3.
Menetapkan fokus
yang memiliki nilai temuan untuk pengembangan iptek
4.
Menetapkan fokus
berdasarkan permasalahan yang terkait dengan teori-teori yang telah ada.
C. Bentuk Rumusan
Masalah
Rumusan masalah merupakan bentuk
pertanyaan yang dapat memandu peneliti untuk mengumpulkan data di lapangan.
Berdasarkan level of explanation suatu gejala, maka secara umum terdapat tiga
bentuk rumusan masalah, yaitu rumusan masalah deskriptif, komparatif, dan
asosiatif.
1.
Rumusan Masalah
Deskriptif
Suatu rumusan masalah yang memandu
peneliti untuk mengeksplorasi dan atau memotret situais sosial yang akan di
teliti secara menyeluruh, luas, dan mendalam. Contoh : bagaimanakah profil
pendidikan di indonesia ?
2.
Rumusan Masalah Komparatif
Adalah rumusan masalah yang memandu
peneliti untuk membandingkan antara konteks sosial atau domain satu
dibandingkan dengan yang lain. Contoh : adakah perbedaan dinamika murid di
kelas yang diajar dengan metode ceramah dan demonstrasi ?
3.
Rumusan Masalah
Asosiatif atau hubungan
Adalah
rumusan masalah ini merupakan rumusan masalah yang memadukan peneliti untuk
mengkonstruksi hubungan antara situasi sosial atau domain satu dengan yang
lainya. Rumusa masalah asosiatiflah dibagi menjadi tiga yaitu : hubungan simetri,
kausal
1.
Hubungan simetris
adalah hubungan suatu gejala yang muncul bersamaan sehingga bukan hubunangan
sebab akibat atau interaktif.
2.
Hubungan kausal
adalah hubunagn yang bersifat sebab – akibat
3.
Hubungan
resiprocal atau interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi.
Dalam penelitian kualitatif seperti yang telah
dikemukakan, rumusan masalah yang merupakan fokus penelitian masih bersifat
sementara dan akan berkembang setelah peneliti masuk lapangan atau situasi
sosial tertentu, namun demikian setiap penelitian baik penelitian kuantitatif
maupun penelitian kualitatif harus membuat rumusan masalah. Pertanyaan
kualitatif dirumuskan dengan maksud untuk lebih memahami gejala yang masih
remang – remang, tidak teramati, dimanis dan komplek, sehingga setelah diteliti
menjadi lebih jelas apa yang ada dalam situasi sosial tersebut. Peneliti yang
menggunakan pendekatan kualitatif, pada awal peneelitianya, kemungkinan belum
mempunyai gambaran yang jelass mengenai aspek – aspek masalah yang akan
ditelitinya. Ia akan mengembangkan fokus penelitian sambil mengumpulkan data.
Proses seperti ini disebut “emergent disign” (Lincoln dan Guba, 1985:102)
D. Judul
Penelitian Kualitatif
Judul
dalam penelitian kuantitatif pada umunya disusun berdasarkan masalah yang telah
ditetapkan. Dengan demikian judul penelitiannya harus sudah spesifik dan
mencerminkan permasalahan dan variabel yang akan di teliti. Judul penelitian
kuantitatif digunakan sebagai pegangan peneliti untuk menetapkan variabel yang
akan diteliti, teori yang digunakan, instrumen penelitian yang dikembangkan,
teknik analisis data, serta kesimpulan.
Dalam
penelitian kualitatif, karena masalah yang dibawa oleh peneliti masih bersifat
sementara, dan bersifat holistik atau menyeluruh, maka judul dalam penelitian
kualitatif yang dirumuskan dalam proposaal juga masih bersifat sementara, dan
akan berkembang setelah memassuki lapangan. Judul penelitian kualitatif yang
baik justru berubah atau mungkin diganti. Judul penelitian kualitatif yang
tidak berubah, berarti peneliti belum mampu menjelajah secara mendalam terhadap
situasi sosial yang diteliti sehingga belum mampu mengembangkan pemahaman yang
luas dan mendalam terhadap situasi sosial yang diteliti (situasi sosial = objek
yang diteliti).
Judul
penelitian kualitatif tentu saja tidak harus mencerminkan permasalahan dan
variabel yang diteliti, tetapi lebih pada usaha untuk mengungkapkan fenomena
dalam situasi sosial secara luas dan mendalam, serta menemukan hipotesis dan
teori. Berikut ini diberikan beberapa contoh judul penelitian kualitatif.
1.
Model perencanaan
pendidikan di era otonomi daerah
2.
Profesionalisme
pejabat pengelola pendidikan di era otonomi daerah
3.
Model perencanaan
anggaran pendapatan dan belanja pendidikan di era otonomi daerah.
E. Karakteristik
penelitian
Karakteristik
penelitian kuanlitatif menurut Bogdan and Biklen (1982) adalah seperti berikut
:
a. Qualitative research
has the natural setting as the direct source of data and researcher is the key
instrument.
b. Qualitative research
is descriptive. The data collected is in the form of words of pictures rather
than number.
c. Qualitative research
are concerned with process rather than simply with outcomes or products.
d. Qualitative research
tend to analyze their data inductively.
e. “ Meaning” is of
essential to the qualitative approach
KARAKTERISTIK METODE KUANTITATIF DAN KUALITATIF
No
|
Metode Kuantitatif
|
Metode Kualitatif
|
1
|
A. Desain
a. Spesifik,jenis,rinci
b. Ditentukan secara
mantap sejak awal.
c. Menjadi pegangan
langkah demi langkah
|
A. Desain
a. Umum.
b. Fleksibel
c. Berkembang, dan
muncul dalam proses penelitian
|
2
|
B. Tujuan
a. Menunjukan
hubungan antar variabel
b. Menguji teori
c. Mencari
generalisasi yang mempunyai nilai prediktif
|
B. Tujuan
a. Menemukan pola
hubungan yang bersifat interaktif.
b. Menemukan teori
c. Menggambarkan
realitas yang kompleks
d. Memperoleh
pemahaman makna
|
3
|
C. Teknik Pengumpulan
Data
a. Kuesioner
b. Observasi dan
wawancara terstruktur
|
C. Teknik Pengumpulan
Data
a. Participant
observation
b. In depth interview
c. Dokumentasi
d. Tringulasi
|
4
|
D. Instrumen
Penelitian
a. Tes, angket,
wawancara terstruktur.
b. Instrumen yang
telah terstandar
|
D. Instrumen Penelitian
a. Penelitian sebagai
instrumen (human intrument)
b. Buku catatan, tape
recorder, camera, handycam dan lain-lain.
|
5
|
E. Data
a. Kuantitatif
b. Hasil pengukuran
variabel yang dioperasionalkan dengan menggunakan instrumen
|
E. Data
a. Deskriptif
kualitatif
b. Dokumen pribadi,
catatan lapangan, ucapan dan tindakan responden, dokumen dan lain-lain
|
6
|
F. Sampel
a. Besar
b. Representatif
c. Sedapat mungkin
random
d. Ditentukan sejak
awal
|
F. Sampel/sumber data
a. Kecil
b. Tidak
representatif
c. Purposive,
snowball
d. Berkembang selama
proses penelitian
|
7
|
G. Analisis
a. Setelah selesai
pengumpulan data
b. Deduktif
c. Menggunakan
statistik untuk menguji hipotesis
|
G. Analisis
a. Terus menerus
sejak awal sampai akhir penelitian
b. Induktif
c. Mencari pola,
model, thema, teori
|
8
|
H. Hubungan dengan
Responden
a. Dibuat berjarak,
bahkan sering tanpa kontak supaya obyektif
b. Kedudukan peneliti
lebih tinggi dari responden
c. Jangka pendek
sampai hipotesis dapat dibuktikan
|
H. Hubungan denga
Responden
a. Empati, akrap
supaya memperoleh pemahaman yang mendalam.
b. Kedudukan sama
bahkan sebagai guru, konsultan
c. Jangka lama,
sampai datanya jenuk dapat ditemukan hipotesis atau teori
|
9
|
I. Usulan Desain
a. Luas dan rinci
b. Literatur yang
berhubungan dengan masalah,dan variabel yang diteliti
c. Prosedur yang
spesifik dan rinci langkah-langkahnya
d. Masalah dirumuskan
dengan spesifik dan jelas
e. Hipotesis
dirumuskan dengan jelas
f. Ditulis secara
rinci dan jelas sebelum terjun ke lapangan
|
I. Usulan Desain
a. Singkat, umum
bersifat sementara
b. Literatur yang
digunakan bersifat sementara, tidak menjadi pegangan utama
c. Prosedur bersifat
umum, seperti akan merencanakan tour/piknik
d. Masalah bersifat
sementara dan akan ditemukan setelah studi pendahuluan
e. Tidak dirumuskan
hipotesis, karena justru akan menemukan hipotesis
f. Fokus penelitian
ditetapkan setelah diperoleh data awal dari lapangan
|
10
|
J. Kapan penelitian
dianggap selesai
Setelah semua kegiatan yang
direncanakan dapat diselesaikan
|
J. Kapan penelitian
dianggap selesai
Setelah tidak ada data yang dianggap
baru/jenuh
|
10
|
K. Kepercayaan
terhadap hasil penelitian
Pengujian validitas
dan reliabilitas instrumen
|
K. Kepercayaan
terhadap hasil penelitian
Pengujian kredibilitas, depenabilitas,
prosesdan hasil penelitian
|
F. Teori Dalam Penelitian Kualitatif
Semua penelitian bersifat ilmiah, oleh karena
itu semua peneliti haus berbekal teori. Dalam penelitian kualitatif, karena
permasalahan yang dibawa oleh peneliti masih bersifat sementara, maka teori
yang digunakan dalam penyusunan proposal penelitian kualitatif juga masih
bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti memasuki lapangan atau
konteks sosial. Dalam kaitannya dengan teori, kalau dalam penelitian
kuantitatif itu bersifat menguji hipotesis atau teori, sedangkan dalam
penelitian kualitatif bersifat menemukan teori. Dalam penelitian kualitatif
jumlah teori yang digunakan sesuai dengn jumlahvariabel yang diteliti,
sedangkan dalam penelitian kualitatif yang bersifat holistik, jumlah teori yang
harus dimiliki oleh peneliti kualitatif jauh lebih banyak karena harus
disesuaikan dengan fenomena yang berkembang dilapangan.
Pada penelitian kualitatif, teori
diartikan sebagai paradigma. Seorang peneliti dalam kegiatan penelitiannya,
baik dinyatakan secara eksplisit atau tidak, menerapkan paradigma tertentu
sehingga penelitian menjadi terarah. Dasar teoritis dalam pendekatan kualitatif
adalah :
1.
Pendekatan
fenomenologis. Dalam pandangan fenomenologis, peneliti berusaha memahami arti
peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang biasa dalam situasi-situasi
tertentu.
2.
Pendekatan
interaksi simbolik. Dalam pendekatan interaksi simbolik diasumsikan bahwa objek
orang, situasi dan peristiwa tidak memiliki pengertian sendiri, sebaliknya
pengertian itu diberikan kepada mereka. Pengertian yang dlberikan orang pada
pengalaman dan proses penafsirannya bersifat esensial serta menentukan.
3.
Pendekatan
kebudayaan. Untuk menggambarkan kebudayaan menurut perspektif ini seorang
peneliti mungkin dapat memikirkan suatu peristiwa di mana manusia diharapkan
berperilaku secara baik. Peneliti dengan pendekatan ini mengatakan bahwa
bagaimana sebaiknya diharapkan berperilaku dalam suatu latar kebudayaan.
4.
Pendekatan
etnometodologi. Etnometodologi berupaya untuk memahami bagaimana masyarakat
memandang, menjelaskan dan menggambarkan tata hidup mereka sendiri.
Etnometodologi berusaha memahami bagaimana orang-orang mulai melihat,
menerangkan, dan menguraikan keteraturan dunia tempat mereka hidup. Seorang
peneliti kualitatif yang menerapkan sudut pandang ini berusaha menginterpretasikan
kejadian dan peristiwa sosial sesuai dengan sudut pandang dari objek
penelitiannya
DAFTAR PUSTAKA
Nurhariyanti, D. Metode Penelitian Kualitatif, http://dwicitranurhariyanti.wordpress.com/materi-kuliah/pengertian-metode-penelitian-kualitatif/dasar-dasar-penelitian-kualitatif/ (diakses pada 17 November 2014, pukul 15.00)
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta








0 komentar:
Posting Komentar