Senin, 22 Desember 2014

PENELITIAN KUALITATIF

 

Logo_Unnes



MASALAH , FOKUS,JUDUL DAN TEORI DALAM PENELITIAN KUALITATIF
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
 Metodologi Penelitian Pendidikan
Dosen Pengampu : Bu Maria Theresia Sri Hartati



                                                                             oleh
                           Kiftiyah Riris Novita   
                       ( 1301413122 ) / Rombe 3




JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014
Metode Penelitian Kualitatif
A. Masalah dalam Penelitian Kualitatif
Setiap penelitian baik penelitian kuantitatif maupun kualitatif selalu berangkat dari masalah. Namun terdapat perbedaan yang mendasar antara “masalah” dalam penelitian kuantitatif dan “masalah” dalam penelitian kualitatif.
Dalam penelitian kualitatif, akan terjadi tiga kemungkinan terhadap “masalah” Yang dibawa oleh peneliti dalam penelitian. Yang pertama masalah yang dibawa oleh peneliti dalam penelitian. Yang pertama masalah pertama masalah yang dibawa oleh peneliti tetap, sehingga sejak awal sampai akhir penelitian sama.dengan demikian judul proposal dengan judul laporan penelitian sama. Yang ke dua “masalah” yang dibawa oleh peneliti setelah memasuki penelitian berkembang yaitu memperluas atau memperdalam masalah yang telah disipkan, dengan demikian tidak terlalu banyak perubahan, sehingga judul penelitian cukup disempurnakan. Yang ketiga “masalah” yang dibawa peneliti setelah memaasuki lapangan berubah total, sehingga harus ganti masalah. Dengan demikian judul proposal dengan judul penelitian tidak sama dan judulnya diganti. Dalam institusi tertentu , judul yang diganti ini sering mengalami kesulitan administrasi. Oleh karena itu institusi yang menangani penelitian kualitatif, harus mau dan mampu menyesuaikan dengan karakteristik masalah kualitatif ini.
Peneliti kualitatif yang merubah masalah atau ganti judul penelitiannya setelah memasuki lapangan penelitian atau setelah selesai, merupakan peneliti kualitatif yang lebih baik, karena ia dipandang mampu melihat fenomena secara lebih luas dan mendalam sesuai dengan apa yang terjadi dan berkembang pada situasi sosial yang diteliti.
B. Fokus Penelitian
Dalam pandangan penelitian kualitatif bersifat holistik (menyeluruh, tidak dapat dipisah-pisahkan), sehingga peneliti kualitatif tidak akan menetapkan penelitiannya hanya berdasarkan variabel penelitian, tetapi keselutuhan situasi sosial yang diteliti yang meliputi aspek tempat, pelaku dan aktivitas. Karena terlalu luas masalah, maka dalam penelitian kuantitatif, peneliti akan membatasi penelitian dalam satu atau lebih varriabel. Dengan demikian dalam penelitian kuantitatif ada yang disebut batasan masalah. Batasan masalah dalam penelitian kualititatif disebut dengan fokus, yang berisi pokok masalah yang masih bersifat umum.
Spradley dlam sanapiah faisal (1988) mengemukakan empat alternatif untuk menetapkan fokus yaitu :
1.      Menetapkan fokus pada permasalahan yang disarankan oleh informan.
2.      Menetapkan fokus berdasarkan domain – domain tertentu organizing domain
3.      Menetapkan fokus yang memiliki nilai temuan untuk pengembangan iptek
4.      Menetapkan fokus berdasarkan permasalahan yang terkait dengan teori-teori yang telah ada.
C. Bentuk Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan bentuk pertanyaan yang dapat memandu peneliti untuk mengumpulkan data di lapangan. Berdasarkan level of explanation suatu gejala, maka secara umum terdapat tiga bentuk rumusan masalah, yaitu rumusan masalah deskriptif, komparatif, dan asosiatif.
1.    Rumusan Masalah Deskriptif
Suatu rumusan masalah yang memandu peneliti untuk mengeksplorasi dan atau memotret situais sosial yang akan di teliti secara menyeluruh, luas, dan mendalam. Contoh : bagaimanakah profil pendidikan di indonesia ?
2.    Rumusan Masalah Komparatif
Adalah rumusan masalah yang memandu peneliti untuk membandingkan antara konteks sosial atau domain satu dibandingkan dengan yang lain. Contoh : adakah perbedaan dinamika murid di kelas yang diajar dengan metode ceramah dan demonstrasi ?
3.    Rumusan Masalah Asosiatif atau hubungan
Adalah rumusan masalah ini merupakan rumusan masalah yang memadukan peneliti untuk mengkonstruksi hubungan antara situasi sosial atau domain satu dengan yang lainya. Rumusa masalah asosiatiflah  dibagi menjadi tiga yaitu : hubungan simetri, kausal
1.      Hubungan simetris adalah hubungan suatu gejala yang muncul bersamaan sehingga bukan hubunangan sebab akibat atau interaktif.
2.      Hubungan kausal adalah hubunagn yang bersifat sebab – akibat
3.      Hubungan resiprocal atau interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi.
Dalam penelitian kualitatif seperti yang telah dikemukakan, rumusan masalah yang merupakan fokus penelitian masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti masuk lapangan atau situasi sosial tertentu, namun demikian setiap penelitian baik penelitian kuantitatif maupun penelitian kualitatif harus membuat rumusan masalah. Pertanyaan kualitatif dirumuskan dengan maksud untuk lebih memahami gejala yang masih remang – remang, tidak teramati, dimanis dan komplek, sehingga setelah diteliti menjadi lebih jelas apa yang ada dalam situasi sosial tersebut. Peneliti yang menggunakan pendekatan kualitatif, pada awal peneelitianya, kemungkinan belum mempunyai gambaran yang jelass mengenai aspek – aspek masalah yang akan ditelitinya. Ia akan mengembangkan fokus penelitian sambil mengumpulkan data. Proses seperti ini disebut “emergent disign” (Lincoln dan Guba, 1985:102)
D. Judul Penelitian Kualitatif
Judul dalam penelitian kuantitatif pada umunya disusun berdasarkan masalah yang telah ditetapkan. Dengan demikian judul penelitiannya harus sudah spesifik dan mencerminkan permasalahan dan variabel yang akan di teliti. Judul penelitian kuantitatif digunakan sebagai pegangan peneliti untuk menetapkan variabel yang akan diteliti, teori yang digunakan, instrumen penelitian yang dikembangkan, teknik analisis data, serta kesimpulan.
Dalam penelitian kualitatif, karena masalah yang dibawa oleh peneliti masih bersifat sementara, dan bersifat holistik atau menyeluruh, maka judul dalam penelitian kualitatif yang dirumuskan dalam proposaal juga masih bersifat sementara, dan akan berkembang setelah memassuki lapangan. Judul penelitian kualitatif yang baik justru berubah atau mungkin diganti. Judul penelitian kualitatif yang tidak berubah, berarti peneliti belum mampu menjelajah secara mendalam terhadap situasi sosial yang diteliti sehingga belum mampu mengembangkan pemahaman yang luas dan mendalam terhadap situasi sosial yang diteliti (situasi sosial = objek yang diteliti).
Judul penelitian kualitatif tentu saja tidak harus mencerminkan permasalahan dan variabel yang diteliti, tetapi lebih pada usaha untuk mengungkapkan fenomena dalam situasi sosial secara luas dan mendalam, serta menemukan hipotesis dan teori. Berikut ini diberikan beberapa contoh judul penelitian kualitatif.
1.      Model perencanaan pendidikan di era otonomi daerah
2.      Profesionalisme pejabat pengelola pendidikan di era otonomi daerah
3.      Model perencanaan anggaran pendapatan dan belanja pendidikan di era otonomi daerah.
E. Karakteristik penelitian
Karakteristik penelitian kuanlitatif menurut Bogdan and Biklen (1982) adalah seperti berikut :
a.       Qualitative research has the natural setting as the direct source of data and researcher is the key instrument.
b.      Qualitative research is descriptive. The data collected is in the form of words of pictures rather than number.
c.       Qualitative research are concerned with process rather than simply with outcomes or products.
d.      Qualitative research tend to analyze their data inductively.
e.       “ Meaning” is of essential to the qualitative approach

KARAKTERISTIK METODE KUANTITATIF DAN KUALITATIF
No
Metode Kuantitatif
Metode Kualitatif
1
A.    Desain
a.       Spesifik,jenis,rinci
b.      Ditentukan secara mantap sejak awal.
c.       Menjadi pegangan langkah demi langkah
A.    Desain
a.       Umum.
b.      Fleksibel
c.       Berkembang, dan muncul dalam proses penelitian
2
B.     Tujuan
a.       Menunjukan hubungan antar variabel
b.      Menguji teori
c.       Mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif
B.  Tujuan
a.       Menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif.
b.      Menemukan teori
c.       Menggambarkan realitas yang kompleks
d.      Memperoleh pemahaman makna
3
C.     Teknik Pengumpulan Data
a.       Kuesioner
b.      Observasi dan wawancara terstruktur
C.     Teknik Pengumpulan Data
a.       Participant observation
b.      In depth interview
c.       Dokumentasi
d.      Tringulasi
4
D.    Instrumen Penelitian
a.       Tes, angket, wawancara terstruktur.
b.      Instrumen yang telah terstandar
D.    Instrumen Penelitian
a.       Penelitian sebagai instrumen (human intrument)
b.      Buku catatan, tape recorder, camera, handycam dan lain-lain.
5
E.     Data
a.       Kuantitatif
b.      Hasil pengukuran variabel yang dioperasionalkan dengan menggunakan instrumen
E.     Data
a.       Deskriptif kualitatif
b.      Dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan dan tindakan responden, dokumen dan lain-lain
6
F.      Sampel
a.       Besar
b.      Representatif
c.       Sedapat mungkin random
d.      Ditentukan sejak awal
F.      Sampel/sumber data
a.       Kecil
b.      Tidak representatif
c.       Purposive, snowball
d.      Berkembang selama proses penelitian
7
G.    Analisis
a.       Setelah selesai pengumpulan data
b.      Deduktif
c.       Menggunakan statistik untuk menguji hipotesis
G.    Analisis
a.       Terus menerus sejak awal sampai akhir penelitian
b.      Induktif
c.       Mencari pola, model, thema, teori
8
H.    Hubungan dengan Responden
a.       Dibuat berjarak, bahkan sering tanpa kontak supaya obyektif
b.      Kedudukan peneliti lebih tinggi dari responden
c.       Jangka pendek sampai hipotesis dapat dibuktikan
H.    Hubungan denga Responden
a.       Empati, akrap supaya memperoleh pemahaman yang mendalam.
b.      Kedudukan sama bahkan sebagai guru, konsultan
c.       Jangka lama, sampai datanya jenuk dapat ditemukan hipotesis atau teori
9
I.       Usulan Desain
a.       Luas dan rinci
b.      Literatur yang berhubungan dengan masalah,dan variabel yang diteliti
c.       Prosedur yang spesifik dan rinci langkah-langkahnya
d.      Masalah dirumuskan dengan spesifik dan jelas
e.       Hipotesis dirumuskan dengan jelas
f.       Ditulis secara rinci dan jelas sebelum terjun ke lapangan
I.       Usulan Desain
a.       Singkat, umum bersifat sementara
b.      Literatur yang digunakan bersifat sementara, tidak menjadi pegangan utama
c.       Prosedur bersifat umum, seperti akan merencanakan tour/piknik
d.      Masalah bersifat sementara dan akan ditemukan setelah studi pendahuluan
e.       Tidak dirumuskan hipotesis, karena justru akan menemukan hipotesis
f.       Fokus penelitian ditetapkan setelah diperoleh data awal dari lapangan
10
J.       Kapan penelitian dianggap selesai
Setelah semua kegiatan yang direncanakan dapat diselesaikan
J.       Kapan penelitian dianggap selesai
Setelah tidak ada data yang dianggap baru/jenuh
10
K.    Kepercayaan terhadap hasil penelitian
Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen
K.    Kepercayaan terhadap hasil penelitian
Pengujian kredibilitas, depenabilitas, prosesdan hasil penelitian
F. Teori Dalam Penelitian Kualitatif
Semua penelitian bersifat ilmiah, oleh karena itu semua peneliti haus berbekal teori. Dalam penelitian kualitatif, karena permasalahan yang dibawa oleh peneliti masih bersifat sementara, maka teori yang digunakan dalam penyusunan proposal penelitian kualitatif juga masih bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti memasuki lapangan atau konteks sosial. Dalam kaitannya dengan teori, kalau dalam penelitian kuantitatif itu bersifat menguji hipotesis atau teori, sedangkan dalam penelitian kualitatif bersifat menemukan teori. Dalam penelitian kualitatif jumlah teori yang digunakan sesuai dengn jumlahvariabel yang diteliti, sedangkan dalam penelitian kualitatif yang bersifat holistik, jumlah teori yang harus dimiliki oleh peneliti kualitatif jauh lebih banyak karena harus disesuaikan dengan fenomena yang berkembang dilapangan.
Pada penelitian kualitatif, teori diartikan sebagai paradigma. Seorang peneliti dalam kegiatan penelitiannya, baik dinyatakan secara eksplisit atau tidak, menerapkan paradigma tertentu sehingga penelitian menjadi terarah. Dasar teoritis dalam pendekatan kualitatif adalah :
1.      Pendekatan fenomenologis. Dalam pandangan fenomenologis, peneliti berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang biasa dalam situasi-situasi tertentu.
2.      Pendekatan interaksi simbolik. Dalam pendekatan interaksi simbolik diasumsikan bahwa objek orang, situasi dan peristiwa tidak memiliki pengertian sendiri, sebaliknya pengertian itu diberikan kepada mereka. Pengertian yang dlberikan orang pada pengalaman dan proses penafsirannya bersifat esensial serta menentukan.
3.      Pendekatan kebudayaan. Untuk menggambarkan kebudayaan menurut perspektif ini seorang peneliti mungkin dapat memikirkan suatu peristiwa di mana manusia diharapkan berperilaku secara baik. Peneliti dengan pendekatan ini mengatakan bahwa bagaimana sebaiknya diharapkan berperilaku dalam suatu latar kebudayaan.
4.      Pendekatan etnometodologi. Etnometodologi berupaya untuk memahami bagaimana masyarakat memandang, menjelaskan dan menggambarkan tata hidup mereka sendiri. Etnometodologi berusaha memahami bagaimana orang-orang mulai melihat, menerangkan, dan menguraikan keteraturan dunia tempat mereka hidup. Seorang peneliti kualitatif yang menerapkan sudut pandang ini berusaha menginterpretasikan kejadian dan peristiwa sosial sesuai dengan sudut pandang dari objek penelitiannya



DAFTAR PUSTAKA
Nurhariyanti, D. Metode Penelitian Kualitatif, http://dwicitranurhariyanti.wordpress.com/materi-kuliah/pengertian-metode-penelitian-kualitatif/dasar-dasar-penelitian-kualitatif/ (diakses pada 17 November 2014, pukul 15.00)

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta

0 komentar: