Jurusan Bimbingan dan Konseling

Jurusan Bimbingan dan Konseling merupakan salah satu jurusan difakultas ilmu pendidikan.

Bimbingan dan Konseling

Ada banyak macam-macam layanan dalam Bimbingan dan Konseling.

UNNES

Unnes merupakan salah satu perguruan tinggi yang terdiri dari 8 fakultas.

Konservasi Lingkungan

Unnes merupakan salah satu universitas konservasi yang berada di indonesia.

Bimbingan dan Konseling membantu Orang

Bimbingan dan Konseling salah satu menfaatnya adalah memandirikan orang atau Konseli.

Minggu, 04 Januari 2015

JENIS BIMBINGAN SERTA MODEL DAN POLA LAYANAN BK

  
JENIS BIMBINGAN
SERTA MODEL DAN POLA LAYANAN BK


Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas kuliah
Dasar Dasar Bimbingan dan Konseling

Dosen Pengampu : Bapak Sigit Hariyadi




Oleh :
                Kiftiyah Riris Novita ( 1301413122 )




JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, makalah ini dapat diselesaikan. Makalah ini kami susun dengan sumber yang sebenar-benarnya dan dapat dipertanggung jawabkan.
Terima kasih penulis sampaikan kepada Bapak Sigit Hariyadi, S.pd yang telah membimbing kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
            Tentu masih banyak kekurangan  dalam penyusunan makalah ini. Baik dalam hal bahasa maupun penguasaan materi secara komprehensif. Kritik dan saran yang membangun diharapkan oleh penulis demi perbaikan makalah ini. Semoga makalah yang telah kami buat dapat bermanfaat dengan baik, amin.



Semarang, 22 Oktober 2013


Penulis





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................  i

DAFTAR ISI ....................................................................................................   ii

BAB I            
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang............................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah...........................................................................1
C.     Tujuan.............................................................................................1

BAB II           
PEMBAHASAN
A.      Jenis-Jenis Bimbingan..................................................................... 2
B.       Model-Model Bombingan................................................................7
C.       Teori - Teori Dalam Interaksi Sosial................................................9

BAB III         
PENUTUP
A.       Kesimpulan....................................................................................10
B.        Saran..............................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA






BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Pada dasarnya profesi konselor adalah profesi seorang ahli di bidang konseling. Untuk menjadi seorang ahli bukanlah hal yang sepele. Kita harus sudah memahami betul dasar keilmuan tentang konseling. Salah satunya adalah tentang bimbingan dan layanan dalam Bimbingan dan Konseling.
Kita pasti seringkali mendengar tentang praktek para guru BK yang tidak sesuai dengan profesinya. Hal ini tentu disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah kurangnya ilmu mereka. Pada bab ini, kita akan membahas mengenai jenis bimbingan serta model dan pola layanan dalam Bimbingan dan Konseling.

  1. Rumusan Masalah
Lingkup pembahasan dalam makalah ini diantaranya :
1.      Apa saja jenis-jenis bimbingan berdasarkan bentuk, sifat, dan ragam?
2.      Apa saja model-model dalam Bimbingan dan Konseling?
3.      Apa saja pola dasar dalam layanan BK?

C.    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah-satu tugas mata kuliah Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling dan untuk mengetahui penjelasan dari berbagai pokok pembahasan yaitu :
1.       Jenis-jenis bimbingan berdasarkan bentuk, sifat, dan ragam
2.       Model-model dalam Bimbingan dan Konseling
3.       Pola dasar dalam layanan BK


BAB I
PEMBAHASAN
A.    JENIS – JENIS BIMBINGAN
Bimbingan dan konseling terbagi atas beberap jenis berdasarkan sudut pandang tertentu. Jenis bimbingan pada dasarnya terdiri atas tiga jenis, yaitu berdasarkan bentuk bimbingan, sifat bimbingan, dan ragam bimbingan.
1.      Bentuk Bimbingan
Bentuk bimbingan lebih mengarah pada jumlah orang/individu yang diberikan bimbingan. Bimbingan terbagi menjadi dua, bimbingan individual dan bimbingan kelompok.
Bimbingan individual dilakukan bila siswa yang dibimbing satu orang dan disalurkan melalui bimbingan perorangan yang lebih mengarah pada kegiatan konseling individual. Sedangkan bimbingan kelompok adalah bimbingan yang diberikan kepada sekelompok siswa atau orang. Bimbingan kelompok kecil biasanya dilakukan dengan cara berdiskusi untuk menyampaikan suatu hal yang bersifat kebenaran.
2.      Sifat Bimbingan
Pelayanan bimbingan dan konseling mempunyai sejumlah sifat yang seharusnya dipenuhi melalui pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. Seperti yang dikemukakan oleh Nurihsan A. J. dan Sudianto A. (2004:13-14) mengenai 5 macam sifat Bimbingan dan Konseling berikut ini:
a.       Pencegahan.
Bimbingan dan Konseling berusaha mencegah siswa dari berbagai masalah yang mungkin timbul, yang dapat mengganggu, menghambat ataupun menimbulkan kesulitan dan kerugian tertentu dalam proses perkembangannya. Misalnya penerangan tentang narkoba, seks bebas, kesehatan produksi, dll.
b.      Penyembuhan.
Bimbingan dan Konseling diusahakan mampu mengatasi berbagai permasalahan yang dialami oleh siswa.
c.       Perbaikan.
Bimbingan dan Konseling hendaknya memperbaiki kondisi siswa dari permasalahan yang dihadapinya sehingga dapat berkembang secara optimal.
d.      Pemeliharaan.
Bimbingan dan Konseling bersifat memelihara kondisi individu yang sudah baik agar tetap baik. Misalnya mendampingi perkembangan pemikiran yang ada ke arah positif, pendampingan perilaku agar tidak menyimpang, dll.
e.       Pengembangan.
Bimbingan dan Konseling bersifat mengembangkan berbagai potensi dan kondisi positif individu dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan.
3.      Ragam Bimbingan
Ragam bimbingan menunjuk pada bidang kehidupan tertentu atau aspek perkembangan tertentu yang menjadi fokus perhatian dalam pelayanan bimbingan atau tentang apa yang diberikan. Ada 5 ragam bimbingan, yaitu:
a.       Bimbingan belajar dan pendidikan (Educational Guidance)
Bimbingan ini adalah bimbingan dalam menemukan cara belajar yang tepat untuk mengatasi kesukaran-kesukaran mengenai belajar dan dalam memilih jenis atau jurusan yang sesuai dengan kemampuan siswa. Sedangkan bimbingan pendidikan ialah bantuan yang diberikan kepada siswa agar siswa dapat memilih program yang sesuai untuk dirinya dan mencari kemajuan melalui program yang dipilihnya.
Bimbingan pendidikan mempunyai kaitan langsung dengan proses belajar mengajar, sehingga setiap pelayanan bimbingan harus sesuai dengan proses pengajarannya seperti cara seleksi, penempatan, proses belajar mengajar, evaluasi, input lingkungan, dsb.
Program bimbingan di bidang belajar akademik akan memuat unsur-unsur sebagai berikut:
1)      Orientasi kepada siswa dan mahasiswa baru tentang tujuan institusional, isi kurikulum pengajaran, struktur organisasi sekolah, prosedur belajar yang tepat, dan penyesuaian diri dengan corak pendidikan di sekolah bersangkutan. 
2)      Penyadaran kembali secara berkala tentang cara belajar yang tepat selama mengikuti pelajaran di sekolah dan selama belajar di rumah secara individual atau secara kelompok.
3)      Bantuan dalam hal memilih program studi yang sesuai, memilih beraneka kegiatan non akademik yang menunjang usaha belajar, dan memilih program studi lanjutan di tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
4)      Pengumpulan data tentang siswa mengenai kemampuan intelektual, bakat khusus, arah minat, serta cita-cita hidup; dan pengumpulan data tentang program studi di perguruan tinggi yang tersedia dalam bentuk brosur, buku pedoman baru, kliping iklan di surat kabar, dsb. 
5)      Bantuan dalam hal mengatasi beraneka kesulitan belajar, seperti kurang mampu menyusun dan menaati jadwal belajar di rumah, kurang siap menghadapi ujian dan ulangan, kurang dapat berkonsentrasi, dsb.
6)      Bantuan dalam hal membentuk berbagai kelompok belajar dan mengatur seluruh kegiatan belajar kelompok, supaya belajar efisien dan efektif. 
b.      Bimbingan pekerjaan (Vocational Guidance)
Bimbingan ini adalah proses bantuan terhadap seseorang sehingga orang tersebut mengerti dan menerima gambaran tentang diri pribadinya dan gambaran tentang dunia kerjanya serta mempertemukan keduanya, sehingga akhirnya dapat mempersiapkan diri dalam memasuki bidang kera tertentu dan membina diri dalam bidang pekerjaan tersebut (Simposium Bimbingan Jabatan). Sedangkan menurut Kurikulum 1984 merumuskan bimbingan jabatan sebagai bimbingan karir yang berarti proses bantuan kepada individu agar memperoleh pemahaman diri dan dunia kerja, agar ia mampu mengarahkan diri ke suatu bidang kehidupan yang sesuai dan selaras dengan dirinya dan masyarakat. Kegiatan dalam bimbingan pekerjaan antara lain:
1)      Mengenal berbagai jenis pekejaan  yang mungkin dapat dimasuki oleh tamatan pendidikan tertentu.
2)      Mengenal berbagai jenis pendidikan atau latihan tertentu untuk jenis pekerjaan tertentu.
3)      Mengenal berbagai jenis pekerjaan dengan segala syarat-syarat dan kondisinya.
4)      Menyelenggarakan latihan-latihan  tertentu bagi jenis –jenis pekerjaan tertentu.
5)      Membantu memperoleh suatu pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dirinya.
6)      Membantu memperoleh penyesuaian diri yang sebaik baiknyadalam lapangan pekerjaan tertentu.
7)      Membantu dalam mendapatkan pekerjaan sambilan bagio yang membutuhkannya.
Bimbingan ini dapat dilihat dari 2 pendekatan yaitu, pendekatan yang berpusat pada masalah dan yang berpusat pada pengembangan. Pendekatan masalah memiliki 5 teknik, yaitu:
1)      Penyembuhan (remidiation)
2)      Penawaran jabatan (career selling)
3)      Kesadaran diri terhadap karir (career self awareness)
4)      Mencari pekerjaan itu sendiri (job seeking)
5)      Anti diskriminasi
Teknik di atas didasarkan pada asumsi bahwa individu memiliki masalah dalam memilih karir. Kelima teknik itu dapat dipilih dan dipadukan sesuai dengan pertimbangan kebutuhan konseling. Sedangkan pendekatan pengembangan berdasarkan pada sasaran pengembangan karir di sekolah dasar, menengah dan perguruan tinggi. 
c.       Bimbingan pribadi dan sosial
Bimbingan ini dikaitkan dengan pengembangan pribadi siswa dan hubungannya dengan orang lain. Semakin dewasa individu semakin banyak masalah pribadi dan sosial yang mereka hadapi. Bimbingan pribadi sosial mengandung unsur-unsur sebagai berikut: 
1)      Informasi tentang fase atau tahap perkembangan yang sedang dilalui oleh siswa dan mahasiswa, antara lain tentang konflik batin yang dapat timbul dan tentang tata cara bergaul yang baik. 
2)      Penyadaran akan keadaan masyarakat dewasa ini, yang semakin berkembang ke arah masyarakat modern, antara lain apa ciri-ciri kehidupan modern, dan apa makna ilmu pengetahuan serta teknologi bagi kehidupan manusia.
3)      Pengaturan diskusi kelompokmengenai kesulitan yang dialami oleh kebanyakan siswa dan mahasiswa, misalnya menghadapi orang tua yang taraf pendididikannya lebih rendah daripada anak-anaknya.
4)      Pengumpulan data yang relevan untuk mengenal kepribadian siswa, misalnya sifat-sifat kepribadian yang tampak dalam tingkah laku, latar belakang keluarga dan keadaan kesehatan.
d.      Bimbingan Keluarga
Bimbingan keluarga merupakan upaya pemberian bantuan kepada para individu sebagai pemimpin atau anggota keluarga agar mereka mampu menciptakan keluarga yang utuh dan harmonis, memberdayakan diri secara produktif, dapat menciptakan dan menyesuaikan diri dengan norma keluarga, serta berperan aktif dalam memcapai kehidupan keluarga yang bahagia. 
e.       Bimbingan dalam Menggunakan Waktu Senggang
Bimbingan ini diberikan kepada individu-individu dalam hal bagaimana dalam menggunakan waktu senggangnya, sehingga dapat diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat/produktif, misalnya: 
1)      Membantu siswa bagaimana merencanakan penggunaan waktu senggangnya.
2)      Membantu siswa bagaimana dalam menggunakan waktu libur secara efisien dan efektif.
3)      Membantu siswa dalam mengisi waktu-waktu kosong pada hari/jam sekolah.
B.     MODEL-MODEL BIMBINGAN
1.      Frank Parsons, menciptakan istilah Vocational Guidance yang menekankan ragam jabatan bimbingan dengan menganalisis diri sendiri, analisis terhadap bidang pekerjaan, serta memedulikan keduanya dengan berfikir rasional dan mengutamakan kompenen bimbingan pengumpulan data serta wawancara konseling.
2.      William M. Proctor mengembangkan model bimbingan dan mengenalkan dua fungsi yaitu fungsi penyaluran dan fungsi penyesuaian menyangkut bantuan yang diberikan kepada sisiwa dalam memilih progam studi, membantu mengambil langkah dalam mencapai cita-cita yang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan siswa.
3.      John M. Brewer mengembangkan ragam bimbingan seperti bimbingan belajar, bimbingan rekreasi, bimbingan kesehatan, bimbingan moral dan bimbingan perkembangan.
4.      Donal G. Patterson dikenal dengan metode klinis yang menekankan perlunya menggunakan teknik-teknik untuk mengenal konseli dengan menggunakan tes psikologi dan studi diagnostik.
5.      Wilson Little dan AL. Champman menekankan perlunya bimbingan dalam memberikan bantuan kepada semua siswa dalam aspek perkembangan siswa dalam bidang studi akademik dalam mempersiapkan diri memangku suatu jabatan dan dalam mengolah pengalaman batin dan pergaulan social. Model ini menggunakan bentuk pelayanan individual dan kelompok, mengutamakan sifat bimbingan preventive dan perseveratif dan melayani bimbingan belajar, jabatan dan bimbingan pribadi.
6.      Kennet B.  Hoyt mendeskripsikan model bimbingan mencakup sejumlah kegiatan bimbingan dalam rangka melayani kebutuhan siswa. Model ini menekankan pelayanan individual dan kelompok dan memungkinkan pelayanan yang bersifat preventif, perseveratif, dan remedial dan mengutamakan ragam bimbingan belajar dan individu.
7.      Ruth Strabf berpandangan menyangkut bimbingan melalui wawancara konseling. Model ini menekankan bentuk pelayanan individu dan pelayanan secara kelompok dan mengutamakan komponen bimbingan pengumpulan  dan wawancara konseling.
8.      Arthur J. Jones menekankan pelayanan bimbingan sebagai bantuan kepada siswa dalam menentukan pilihan-pilihan dan dalam penyesuain diri. Bantuan ini terbatas pada masalah-masalah yang menyangkut bidang studi akademik dan bidang pekerjaan. Model ini juga menekankan bentuk pelayanan, mengutamakan ragam bimbingan belajar serta bimbingan jabatatan dan memberi  tekanan pada komponen bimbingan penenpatan dan pengumpulan data serta wawancara.
9.      Chris D. Kehas merumuskan tujuan pendidikan di sekolah adalah pada perkembangan kepribadian peserta didik, tetapi pada kenyataannya hanya aspek intelektual saja yang diperhatikan. Dengan demikian tenaga-tenaga bimbingan hanyalah berfungsi dalam rangka meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar di kelas.
10.  Ralp Moser dan Norman A. Srinthall mengajukan usul agar di sekolah diberi pendidikan psikologi yang dirancang guna menunjang perkembangan kepribadian para siswa. Dengan model tersebut, Pelayanan bimbingan tidak hanya dibatasi pada mereka yang melakukan konseling pada konselor, akan tatapi samapai pada semua siswa yang mengikuti pendidikan psikologis.
11.  Julius Menacker (1976), model ini menekankan pada usaha mengadakan perubahan pada lingkungan hidup serta mengatasi masalah yan menghambat perkembangan yang optimal bagi siswa. Model ini memiliki keunggulan bahwa pandangan tingkah laku seseorang sebaiknya dilihat sebagai hasil interaksi antara individu dengan lingkungan hidupnya.
C.    POLA-POLA BIMBINGAN
Menurut hasil analisis Edward C. Glanz, dalam sejarah perkembangan pelayanan bimbingan di institusi pendidikan muncul empat pola dasar, yaitu:
1.      Pola Generalis
Bahwa corak pendidikan dalam suatu institusi pendidikan berpengaruh terhadap kuantitas usaha belajar siswa, dan seluruh staf pendidik dapat menyumbang pada perkembangan kepribadian masing-masing siswa. Ujung pelayanan bimbingan dilihat sebagai program yang kontinyu dan bersambungan yang ditujukan kepada semua siswa. Pada akhirnya bimbingan hanya dianggap perlu pada saat-saat tertentu saja.
2.      Pola Spesialis
Bahwa pelayanan bimbingan di institusi pendidikan harus ditangani oleh ahli-ahli bimbingan yang masing-masing berkemampuan khusus dalam cara pelayanan bimbingan tertentu seperti testing psikologis, bimbingan karir, dan bimbingan konseling.
3.      Pola Kurikuler
Bahwa kegiatan bimbingan di institusi pendidikan diusulkan dimasukkan dalam kurikulum pengajaran dalam bentuk pengajaran khusus dalam rangka suatu kursus bimbingan. Segi positif dari pola dasar ini ialah hubungan langsung terlibat dalam seluk-beluk pengajaran, segi negatifnya terletak dalam kenyataan bahwa kemajuan dalam pemahaman diri dan perkembangan kepribadian tidak dapat diukur melalui suatu tes hasil belajar seperti terjadi di bidang-bidang studi akademik
4.      Pola Relasi-relasi Manusia dan Kesehatan Mental
Bahwa orang akan lebih hidup bahagia bila dapat menjaga kesehatan mentalnya dan membina hubungan baik dengan orang lain. Segi positif pola dasar ini adalah peningkatan kerja sama antara anggota-anggota staf pendidik di institusi pendidikan dan integrasi sosial di antara peserta didik dengan staf pendidik.
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Pemahaman mengenai jenis bimbingan serta model dan pola layanan dalam BK sangat diperlukan untuk bekal menjadi seorang konselor nantinya. Pemahaman ini juga perlu untuk diaplikasikan tidak hanya sekedar menjadi pengetahuan belaka.
B.     Saran
Penyusun makalah ini hanya manusia yang dangkal ilmunya, yang hanya mengandalkan buku referensi. Maka dari itu penyusun menyarankan agar para pembaca yang ingin mendalami masalah jenis bimbingan, model, dan pola layanan BK  iniagar setelah membaca makalah ini, membaca sumber-sumber lain yang lebih komplit, tidak hanya sebatas membaca makalah ini saja.
















DAFTAR PUSTAKA
Eukaristia. 2011. Model dan Pola Pelayanan Bimbingan dan Konseling. Diakses di alamat http://animenekoi.blogspot.com/2011/06/model-dan-pola-pelayanan-bimbingan-dan.html pada tanggal 22 Oktober 2013 pukul 14.20 WIB.
Maryanto, Lilik. 2012. Jenis – Jenis Bimbingan (Ditinjau Dari Bentuk, Sifat dan Ragamnya). Diakses di alamat http://li2kmaryanto.blogspot.com/2012/10/jenis-jenis-bimbingan-ditinjau-dari.html pada tanggal 22 Oktober 2013 pukul 14.27 WIB.
Nilasari, Ayunda Putri. 2011. Model dan Layanan Bimbingan dan Konseling. Diakses di alamat http://kafeilmuayundaputri.blogspot.com/2011/04/model-dan-layanan-bimbingan-dan.html pada tanggal 22 Oktober 2013 pukul 14.19 WIB.