Minggu, 28 Desember 2014

INSTRUMEN DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA KUALITATIF

Logo_Unnes
 





INSTRUMEN DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
 Metodologi Penelitian Pendidikan
Dosen Pengampu : Bu Maria Theresia Sri Hartati



                                                oleh
Kiftiyah Riris Novita            ( 1301413122 )





JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014
A.    Instrumen penelitian
Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Oleh karena itu peneliti sebagai instrumen juga harus “ disabilitas “ seberapa jauh peneliti kualitatif siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjun kelapangan. Validasi terhadap peneliti sebagai instrumen terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti, kesiapan peneliti untuk memasuki objek penelitian, baik secara akademik maupun logistiknya. Yang melakukan validasi adalah peneliti sendiri, melalui evaluasi dari seberapa jauh pemahaman terhadap metode kualitatif, penguasaan teori dan wawasan terhadap bidang yang diteliti, serta kesiapan dan bekal memasuki lapangan.
Dalam penelitian kualitatif segala sesuatu yang akan dicari dari objek penelitian belum jelas dan pasti masalahnya, sumber datanya hasil yang diharapkan semuanya belum jelas. Rancangan penelitian masih bersifat sementara dan akan bekembang setelah peneliti memasuki obyek penelitian. Selain itu dalam memandang realitas, peneliti kualitatif berasumsi bahwa realitas itu bersifat holistik, dinamis, tidak dapat dipisah – pisahkan kedalam variabel – variabel penelitian.
Nasution (1988) menyatakan :
“ Dalam penelitian kualitatif, tidak ada pilihan lain daripada menjadikan manusia sebagai instrumen penelitian utama. Alasannya ialah bahwa, segala sesuatunya belum mempunyai bentuk yang pasti. Masalah, fokus penelitian, prosedur penelitian, hipotesis yang digunakan, bahkan hasil yang diharapkan, itu semuanya tidak dapat ditentukan secraa pasti dan jelas sebelumnya. Segala sesuatu masih perlu dikembangkan selama penelitian itu. Dalam keadaan yang serba tidak pasti dan tidak jelas itu, tidak ada pilihan lain dan hanya peneliti itu sendiri sebagai alat satu – satunya yang dapat mencapainya.
Menurut Nasution ( 1988 ) peneliti sebagai instrumen penelitian serasi untuk instrumen serupa karena memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
1.      Peneliti sebagai alat peka dan dapat bereaksi terhadap segala stimulus dari lingkungan yang harus diperkirakannya bermakna atau tidak bagi penelitian.
2.      Peneliti sebagai alat dapat menyesuaikan diri terhadap semua aspek keadaan dan dapat mengumpulkan aneka ragam data sekaligus.
3.      Tiap situasi merupakan keseluruhan. Tidak ada suatu instrumen berupa test atau angket yang dapat menangkap keseluruhan situasi, kecuali manusia.
4.      Suat situasi yang melibatkan interaksi manusia, tidak dapat dipahami dengan pengetahuan semata. Untuk memahaminya kita perlu sering merasakannya, menyelaminya berdasarkan pengetahuan kita.
5.      Peneliti sebagai instrumen dapat segera menganalisis data yang diperoleh. Ia dapat menafsirkannya, melahirkan hipotesis dengansegera untuk menentukan arah pengamatan untuk mentest hipotesis yang timbul seketika.
6.      Hanya manusia sebagai instrumen dapat mengambil kesimpulan berdasarkan data yang disimpulkan pada suatu saat dan mengguankan segera sebagai balikan untuk memperoleh penegasan, perubahan, perbaikan atau pelekatan.
7.      Dalam penelitian dengan menggunakan test atau angket yang bersifat kuantitatif yang diutamakan adalah erspon yang dapat dikuantifikasi agar dapat diolah secara statistik, sedangkan ynag menyimpang  dari itu tidak dihiraukan. Dengan manusia ssebagaii insrtumen, respon yang aneh , yang emnyimpang justru diperhatikan. Respon yang lain dari pada yang lain, bahkan yang bertentangan dipakai untuk mempertinggi tingkat epercayaan dan tingkat pemahaman megeni aspek yang diteliti.
B.     Teknik pengumpulan data.
Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara. Bila dilihat dari settingnya data dapat dikumpulkan pada setting alamiah. Bila dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpulan data, dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberiakn data kepada pengumpulan data.
Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan pada natural setting, sumber data primer dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperan serta, wawancara mendalam, dan dokumentasi.
1.      Pengumpulan data dengan observasi.
a.       Macam – macam observasi
Sanafiah Faisal (1990) mengklasifikasikan observasi menjadi observasi berpartisipasi, observasi yang secara terang – terangan dan tersamar, dan observasi yang tak terstruktur.
1)       Observasi partisipatif
Dalam observasi ni peneliti terlibat dengan kegiatan sehari – hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumebr data penelitian. Sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data dan ikut merasakan suak dukanya. Dengan observasi partisipan ini, mak data yang diperioleh akan lebih lengkap, tajam dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang tampak. Observasi partisipasi ini dapat dikelompokkan menjadi empat bagian yaitu partisipasi pasif, partisipasi moderat, observasi yang etrus terang dan tersamar, dan observasi yang lengkap.
2)      Observasi Teerus terang atau tersamar
Peneliti dalam melakukan pengumpulan data menyatkan terus terang pada sumber data, bahwa ia sedang melakukan penelitian, jadi mereka yang diteliti sudah mengetahui sejak awal sampai akhir tentang aktivitas peneliti.
3)      Observasi takberstruktur
Observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tenatng apa yang akan diobservasi. Hal ini dilakukan karena peneliti tidak tahu secara pasti tentang apa yang akan diamati.  Dalam melakukan pengamatan peneliti tidak menggunakan instrumen yang telah baku, tetapi hanya berupa rambu – rambu pengamatan.
b.      Manfaat observasi
1)      Dengan melakukan observasi dilapan peneliti akan mendapatkan pandangan yang holistik atau menyeluruh
2)      Dengan melakukan observasi akan diperoleh pengalaman langsung dan tidak dipengaruhi oleh konsep atau pandangan sebelumnya.
3)      Dengan observasi peneliti dapat melihat hal – hal yang kurang atau tidak diamati oleh orang lain.
4)      Dengan observasi peneliti dapat meneliti akan menemukan hal – hal yang diluar persepsi responden.
5)      Dengan melakukan penelitian di lapangan peneliti akan mendapatkan kesan pesan yang berharharga.
C.     Objek observasi
1)      Place ( tempat ) di mana interaksi dalam sistem sosial sedang berlangsung, dalam pendidikan bisa diruang kelas.
2)      Actor ( pelaku ) orang – orang yang sedang memainkan peran tertentu seperti guru.
3)      Acivity ( kegiatan ) yang dilakukan oleh aktor dalam situasi sosial yang sedang berlangsung, seperti KBM.
D.    Tahap Observasi
1)      Observasi deskriptif
Dilakukan peneliti disaat memasuki situasi sosial tertentu sebagai objek penelitian. Peeliti belum membawa masalah yang akan diteliti.
2)      Observasi terfokus.
Peneliti sudah melakukan suatu observasi yang sudah dipersempit untuk difokuskan untuk aspek tertentu.
3)      Observasi terseleksi
Peneliti menguraikan fokus yang ditemukan sehingga datanya lebih rinci.
Selanjutnya dalam melakukan penelitian kualitatif, sering menggabungkan teknik observai partisipasi dengan wawancara mendalam, sleam melakukan observasi, peneliti juga melakukan interview kepada orang – orang ada di dalamnya.
a.       Macam – macam interview / wawancara
1)      Wawancara terstruktur.
Dalam  melakukan wawancara, pada pengumpulan dat telah menyiapkan intrumen penelitian berupa pertanyaan – pertanyaan tertulis alternatif jawabannya pun telah disiapkan.
2)      Wawancara semiterstruktur
Wawancara ini dalam pelaksanaannya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur.
3)      Wawancara tak berstruktur
Wawancara ini adalah wawncara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang etlah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya.
b.      Langkah – langkah wawancara
1)   Menetapkan kepada siapa wawancara tersebut akan dilakukan
2)   Menyiapkan pokok – pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan
3)   Mengawali atau mebuak alur wawancara
4)   Melangsungkan alur wawancara
5)   Mengkofirmasikan ikhtisar hasil wawancara dan mengakhirinya
6)   Menuliskan hsil wawancara kedalam catatan lapangan mengidentifikasi tindak lanjut hasil wawancara yang telah diperoleh
c.       Jenis – jenis pertanyaan dalam wawancara
1)   Pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman
2)   Pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat
3)   Pertanyaan yang berkaitan dengan perasaan
4)   Pertanyaan etntang pengetahuan
5)   Pertanyaan yang berkenaan dengan indera
6)   Pertanyaan yang ebrkaitan dnegan latar belakang atau demografi
d.      Alat – alat wawancara
1.   Buku catatan : berfungsi untuk mencatat semua percakapan dengan sumber data.
2.   Tape recorder : berfungsi untuk merekam semua percakapan atau pembicaraan
3.   Camera : untuk memotret kalau peneliti sedang melakukan wawancara.
e.       Mencatat Hasil wawancara
Hasil wawancara harus segera dicatat setelah selesai melakukan wawancara agar tidak lupa bahkan hilang.karena wawancara dilakukan secara terbuak dan tidak terstruktur maka peneliti perlu membuat rangkuman wawancara.
3    Teknik pengumpulan data dengan dokumen
      Dokumen bisa berbentuktulisan, gambar atau karya – karya monumental dari seseorang. Hasil wawancara akan lebih di percaya apabial didukung oleh sejarah pribadi dimasa kecil, disekolah.
4.       Triangulasi data
      Dalam teknik pengumpulan data, triangulasi diatikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dengan triangulasi, maka sebenarnya peneliti mengumpulkan data yang sekaligus menguji kredibilitas data, yaitu mengecek kredibilitas data dengan berfungsi teknik pengumpulan data dan berbagai sumber data.









0 komentar: