![]() |
INSTRUMEN DAN TEKNIK
PENGUMPULAN DATA
Disusun untuk
memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Metodologi Penelitian Pendidikan
Dosen Pengampu : Bu
Maria Theresia Sri Hartati
oleh
Kiftiyah Riris
Novita ( 1301413122 )
JURUSAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NEGERI SEMARANG
2014
A. Instrumen
penelitian
Dalam
penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti
itu sendiri. Oleh karena itu peneliti sebagai instrumen juga harus “
disabilitas “ seberapa jauh peneliti kualitatif siap melakukan penelitian yang
selanjutnya terjun kelapangan. Validasi terhadap peneliti sebagai instrumen
terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif, penguasaan wawasan terhadap
bidang yang diteliti, kesiapan peneliti untuk memasuki objek penelitian, baik
secara akademik maupun logistiknya. Yang melakukan validasi adalah peneliti
sendiri, melalui evaluasi dari seberapa jauh pemahaman terhadap metode
kualitatif, penguasaan teori dan wawasan terhadap bidang yang diteliti, serta
kesiapan dan bekal memasuki lapangan.
Dalam
penelitian kualitatif segala sesuatu yang akan dicari dari objek penelitian
belum jelas dan pasti masalahnya, sumber datanya hasil yang diharapkan semuanya
belum jelas. Rancangan penelitian masih bersifat sementara dan akan bekembang
setelah peneliti memasuki obyek penelitian. Selain itu dalam memandang
realitas, peneliti kualitatif berasumsi bahwa realitas itu bersifat holistik,
dinamis, tidak dapat dipisah – pisahkan kedalam variabel – variabel penelitian.
Nasution
(1988) menyatakan :
“ Dalam penelitian
kualitatif, tidak ada pilihan lain daripada menjadikan manusia sebagai
instrumen penelitian utama. Alasannya ialah bahwa, segala sesuatunya belum
mempunyai bentuk yang pasti. Masalah, fokus penelitian, prosedur penelitian,
hipotesis yang digunakan, bahkan hasil yang diharapkan, itu semuanya tidak
dapat ditentukan secraa pasti dan jelas sebelumnya. Segala sesuatu masih perlu
dikembangkan selama penelitian itu. Dalam keadaan yang serba tidak pasti dan
tidak jelas itu, tidak ada pilihan lain dan hanya peneliti itu sendiri sebagai
alat satu – satunya yang dapat mencapainya.
Menurut
Nasution ( 1988 ) peneliti sebagai instrumen penelitian serasi untuk instrumen
serupa karena memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
1. Peneliti
sebagai alat peka dan dapat bereaksi terhadap segala stimulus dari lingkungan
yang harus diperkirakannya bermakna atau tidak bagi penelitian.
2. Peneliti
sebagai alat dapat menyesuaikan diri terhadap semua aspek keadaan dan dapat
mengumpulkan aneka ragam data sekaligus.
3. Tiap
situasi merupakan keseluruhan. Tidak ada suatu instrumen berupa test atau
angket yang dapat menangkap keseluruhan situasi, kecuali manusia.
4. Suat
situasi yang melibatkan interaksi manusia, tidak dapat dipahami dengan
pengetahuan semata. Untuk memahaminya kita perlu sering merasakannya,
menyelaminya berdasarkan pengetahuan kita.
5. Peneliti
sebagai instrumen dapat segera menganalisis data yang diperoleh. Ia dapat
menafsirkannya, melahirkan hipotesis dengansegera untuk menentukan arah
pengamatan untuk mentest hipotesis yang timbul seketika.
6. Hanya
manusia sebagai instrumen dapat mengambil kesimpulan berdasarkan data yang
disimpulkan pada suatu saat dan mengguankan segera sebagai balikan untuk
memperoleh penegasan, perubahan, perbaikan atau pelekatan.
7. Dalam
penelitian dengan menggunakan test atau angket yang bersifat kuantitatif yang
diutamakan adalah erspon yang dapat dikuantifikasi agar dapat diolah secara
statistik, sedangkan ynag menyimpang dari
itu tidak dihiraukan. Dengan manusia ssebagaii insrtumen, respon yang aneh ,
yang emnyimpang justru diperhatikan. Respon yang lain dari pada yang lain,
bahkan yang bertentangan dipakai untuk mempertinggi tingkat epercayaan dan
tingkat pemahaman megeni aspek yang diteliti.
B. Teknik
pengumpulan data.
Pengumpulan
data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai
cara. Bila dilihat dari settingnya data dapat dikumpulkan pada setting alamiah.
Bila dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan
sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang
langsung memberikan data kepada pengumpulan data, dan sumber sekunder merupakan
sumber yang tidak langsung memberiakn data kepada pengumpulan data.
Dalam
penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan pada natural setting, sumber
data primer dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperan
serta, wawancara mendalam, dan dokumentasi.
1. Pengumpulan
data dengan observasi.
a. Macam
– macam observasi
Sanafiah
Faisal (1990) mengklasifikasikan observasi menjadi observasi berpartisipasi,
observasi yang secara terang – terangan dan tersamar, dan observasi yang tak
terstruktur.
1) Observasi partisipatif
Dalam
observasi ni peneliti terlibat dengan kegiatan sehari – hari orang yang sedang
diamati atau yang digunakan sebagai sumebr data penelitian. Sambil melakukan
pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data dan
ikut merasakan suak dukanya. Dengan observasi partisipan ini, mak data yang
diperioleh akan lebih lengkap, tajam dan sampai mengetahui pada tingkat makna
dari setiap perilaku yang tampak. Observasi partisipasi ini dapat dikelompokkan
menjadi empat bagian yaitu partisipasi pasif, partisipasi moderat, observasi
yang etrus terang dan tersamar, dan observasi yang lengkap.
2) Observasi
Teerus terang atau tersamar
Peneliti
dalam melakukan pengumpulan data menyatkan terus terang pada sumber data, bahwa
ia sedang melakukan penelitian, jadi mereka yang diteliti sudah mengetahui
sejak awal sampai akhir tentang aktivitas peneliti.
3) Observasi
takberstruktur
Observasi
yang tidak dipersiapkan secara sistematis tenatng apa yang akan diobservasi.
Hal ini dilakukan karena peneliti tidak tahu secara pasti tentang apa yang akan
diamati. Dalam melakukan pengamatan
peneliti tidak menggunakan instrumen yang telah baku, tetapi hanya berupa rambu
– rambu pengamatan.
b.
Manfaat observasi
1)
Dengan melakukan
observasi dilapan peneliti akan mendapatkan pandangan yang holistik atau
menyeluruh
2)
Dengan melakukan
observasi akan diperoleh pengalaman langsung dan tidak dipengaruhi oleh konsep
atau pandangan sebelumnya.
3)
Dengan observasi
peneliti dapat melihat hal – hal yang kurang atau tidak diamati oleh orang
lain.
4)
Dengan observasi
peneliti dapat meneliti akan menemukan hal – hal yang diluar persepsi
responden.
5)
Dengan melakukan penelitian
di lapangan peneliti akan mendapatkan kesan pesan yang berharharga.
C. Objek
observasi
1)
Place ( tempat ) di
mana interaksi dalam sistem sosial sedang berlangsung, dalam pendidikan bisa
diruang kelas.
2)
Actor ( pelaku ) orang
– orang yang sedang memainkan peran tertentu seperti guru.
3)
Acivity ( kegiatan )
yang dilakukan oleh aktor dalam situasi sosial yang sedang berlangsung, seperti
KBM.
D.
Tahap Observasi
1)
Observasi deskriptif
Dilakukan
peneliti disaat memasuki situasi sosial tertentu sebagai objek penelitian.
Peeliti belum membawa masalah yang akan diteliti.
2)
Observasi terfokus.
Peneliti
sudah melakukan suatu observasi yang sudah dipersempit untuk difokuskan untuk
aspek tertentu.
3)
Observasi terseleksi
Peneliti
menguraikan fokus yang ditemukan sehingga datanya lebih rinci.
Selanjutnya dalam melakukan penelitian
kualitatif, sering menggabungkan teknik observai partisipasi dengan wawancara
mendalam, sleam melakukan observasi, peneliti juga melakukan interview kepada
orang – orang ada di dalamnya.
a.
Macam – macam interview
/ wawancara
1)
Wawancara terstruktur.
Dalam melakukan wawancara, pada pengumpulan dat
telah menyiapkan intrumen penelitian berupa pertanyaan – pertanyaan tertulis
alternatif jawabannya pun telah disiapkan.
2) Wawancara
semiterstruktur
Wawancara
ini dalam pelaksanaannya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara
terstruktur.
3) Wawancara
tak berstruktur
Wawancara
ini adalah wawncara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman
wawancara yang etlah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan
datanya.
b. Langkah
– langkah wawancara
1) Menetapkan
kepada siapa wawancara tersebut akan dilakukan
2) Menyiapkan
pokok – pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan
3) Mengawali
atau mebuak alur wawancara
4) Melangsungkan
alur wawancara
5) Mengkofirmasikan
ikhtisar hasil wawancara dan mengakhirinya
6) Menuliskan
hsil wawancara kedalam catatan lapangan mengidentifikasi tindak lanjut hasil
wawancara yang telah diperoleh
c. Jenis
– jenis pertanyaan dalam wawancara
1) Pertanyaan
yang berkaitan dengan pengalaman
2) Pertanyaan
yang berkaitan dengan pendapat
3) Pertanyaan
yang berkaitan dengan perasaan
4) Pertanyaan
etntang pengetahuan
5) Pertanyaan
yang berkenaan dengan indera
6) Pertanyaan
yang ebrkaitan dnegan latar belakang atau demografi
d. Alat
– alat wawancara
1. Buku
catatan : berfungsi untuk mencatat semua percakapan dengan sumber data.
2. Tape
recorder : berfungsi untuk merekam semua percakapan atau pembicaraan
3. Camera
: untuk memotret kalau peneliti sedang melakukan wawancara.
e. Mencatat
Hasil wawancara
Hasil
wawancara harus segera dicatat setelah selesai melakukan wawancara agar tidak
lupa bahkan hilang.karena wawancara dilakukan secara terbuak dan tidak
terstruktur maka peneliti perlu membuat rangkuman wawancara.
3 Teknik pengumpulan data dengan dokumen
Dokumen bisa berbentuktulisan, gambar atau
karya – karya monumental dari seseorang. Hasil wawancara akan lebih di percaya
apabial didukung oleh sejarah pribadi dimasa kecil, disekolah.
4. Triangulasi data
Dalam teknik pengumpulan data, triangulasi
diatikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari
berbagai teknik pengumpulan data dengan triangulasi, maka sebenarnya peneliti
mengumpulkan data yang sekaligus menguji kredibilitas data, yaitu mengecek
kredibilitas data dengan berfungsi teknik pengumpulan data dan berbagai sumber
data.







0 komentar:
Posting Komentar