Kamis, 18 Desember 2014

MAKALAH TEORI YANG MENDASARI BIMBINGAN KARIER

TEORI-TEORI YANG MENDASARI BIMBINGAN KARIER
MENURUT HOPPOCK
MAKALAH
tugas ini disusun untuk memenuhi salah mata kuliah
Bimbingan dan Konseling Karir
Dosen Pengampu :  Bu Sinta Saraswati


oleh :
Kiftiyah Riris Novita  ( 1301413122 )


JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan YME karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, makalah ini dapat diselesaikan. Makalah ini kami susun dengan sumber yang sebenar-benarnya dan dapat dipertanggung jawabkan.
Terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Sinta Saraswati yang telah membimbing kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
            Tentu masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini, baik dalam hal bahasa maupun penguasaan materi secara komprehensif. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk perbaikan makalah ini. Semoga makalah yang telah kami buat dapat bermanfaat dengan baik, aamiin.



Semarang, 17 Maret 2014


Penulis



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .....................................................................................  i
DAFTAR ISI.....................................................................................................  ii

1
 
BAB I PENDAHULUAN
1.1.     

1
 
Latar belakang............................................................................................
1.2.     

1
 
Rumusan masalah ..................................................................................... 
1.3.     

2
 
Tujuan.........................................................................................................
1.4.      Manfaat......................................................................................................

3
 
BAB II PEMBAHASAN

7
 
       2.1.  Teori-Teori yang Mendasari Bimbingan Karir...........................................
        2.2.  Kelemahan dan Kelebihan...........................................................................

9
 
BAB III  PENUTUP
3.1 

9
 
 Kesimpulan .............................................................................................
3.2  Saran .......................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.         Latar Belakang
Menurut Ruslan Abdul Gani bimbingan karir adalah “suatu proses bantuan layanan dan pendekatan terhadap individu (siswa atau remaja) agar individu yang bersangkutan dapat mengenal dirinya dan dapat mengenal dunia kerja merencanakan masa depannya, dengan bentuk kehidupan yang diharapkan yang menentukan pilihannya dan mengambil suatu keputusan
      Teori yang langsung terhadap masalah karir yaitu pendapat-pendapat yang membicarakan bagaimana individu atau siswa memilih karir atau jabatan tertentu atas dasar pemilihan-pemilihan tertentu untuk memenuhi kebutuhan (fisik psikis ), dan memebicarakan sifat-sifat pribadi individu atau siswa akan dilihat dari segi kecocokan tidaknya dengan karir atau jabata yang akan dimasukinya.

1.2.         Rumusan Masalah
1.    Apa saja Teori-Teori yang Mendasari Bimbingan Karir menurut Hoppock?
2.    Apa saja Kelemahan dan Kelebihan dari teori Hoppock?

1.3.         Tujuan
1.    Untuk memahami mengenai Teori-Teori yang Mendasari Bimbingan Karir menurut Hoppock
2.    Untuk mengetahui Kelemahan dan Kelebihan dari teori Hoppock

1.4.         Manfaat
1.        Pembaca dapat mengerti mengenai Teori-Teori yang Mendasari Bimbingan Karir menurut Hoppock
2.        Melalui makalah ini pembaca dapat memahami tentang Kelemahan dan Kelebihan dari teori Hoppock.
















BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Teori-Teori yang Mendasari Bimbingan Karir
Terdapat teori-teori yang langsung terhadap masalah karir, namun terdapat pula teori-teori yang berkaitan dengan teori bimbingan dan penyuluhan karir, sedang teori tentang bimbingan dan penyuluhan, tidak dapat dipisahkan dari bimbingan karir, sebab bimbingan karir itu sendiri berupa salah satu layanan dalam bimbingan dan penyuluahan secara keseluruhan.
Teori Hoppock ditulis oleh Rosidan (1981 : 3- 14), sebagai berikut :
A.      Terdapat sepuluh butir pemikiran yang diajukan oleh Hoppock bahwa :
1.                  Pekerjaan dipilih dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan. Sebab individu memiliki berbagai keperluan, diantaranya yang bersifat fisik, seperti kebutuhan makanan, istirahat,dan berteduh. Kebutuhan lain seperti psikologis, seperti untuk bergaul dengsn orsng lain, untuk mendapatkan penghargaan, dan penghormatan orang lain, merasa aman dalam menghadapi ancaman: baik yang nyata maupun yang diperkirakan, dan merasa akan keberhasilan dan sukses. Setiap individu akan menghadapi semua kiebutuhan fisik dan psikologis yang pengaruhnya sangat berbeda-beda. Sementara norang yang mempunyai kebutuhan psikologis untuk bergaul dengan orang lain. Mereka menyukai kegiatan-kegiatan sosial atau pengalaman-pengalaman lain yang memungkinkan mereka berada dekat dengan orang lain dan terlibat dalam pembicaraan bersama. Orang lain lebih menyukai suatu kehidupan yang lebih terpisah. Mereka lebih gembira apabila mereka berada sendiri dan hanya sesekali melakukan hubungan social dan lebihy suka dengan orang seorang atau kelompok kecil.
Hoppock menyimpulkan bahwa reaksi individu terhadap kebutuhan fisik dan psikologis , berpengaruh dalam pemilihan jabatan.
2.                  Jabatan yang kita pilih adalah jabatan yang disukai, yakin bahwa jabatan itu paling dapat memenuhi kebutuhan yang menjadi perhatian kita. Individu yang merasa mempunyai kebutuhan yang kuat akan merasa aman, akan menunjukan perhatian terhadap pekerjaan-pekerjaan yang cenderung memenuhi kebutuhan ini. Ia akan mencari pekerjaan yang memberikan kepastian penghasilan dari pada pekerjaan yang kurang pasti penghasilannya meskipun alternative teraklhir ini mungkin memberikanb penghasilan yang jauh lebih tinggi. Seorang yang merasa kuat akan kebutuhan status dan penghargaan orang lain akan mencari kedudukan yang dapat memenuhi kebutuhan ini.
3.                  Segala kebutuhan dapat diamati secara jelas atau hanya dirasakan secara samar-samar yang keduanya ini berpengaruh didalam pemilihan jabatan. Individu yang menyadari mengapa ia tertarik kepada pekerjaan-pekerjaan tertentu dan menolak yang lain banyak tergantung sejauh mana ia memahami dirinya. Seseorang dapat menyadari dengan jelas factor-faktor motivasi yang menyebabkan ia memilih sesuatu pekerjaan. Sebaliknya ada orang halnya menyadari bahwa pekerjaan itu menyenangkan dan menarik baginnya tanpa memahami apa yang mendorong dia kearah pekerjaan tersebut.
4.                  Pemilihan jabatan, pertama kita harus sadar bahwa suatu pekerjaan dapat menolong mmenuhi kebutuhan kita. Orang menyadari bermacam-macam pekerjaan atau situasi pekerjaan dan lambat laun dia menyadari bahwa pekerjaan tertentu dapat member pengalaman yang memuaskannya dan yang lain mkemberikan pengalaman yang tidak menyenangkan atau mengecewakan. Begitu menyadari perbedaan-perbedaan dalam arti menyenangkan atau tidak menyenangkan bagi diri sendiri, maka dia akan tertarik kepada pekerjaan tertentu dan menghindari yang lain. Pada saat itulah menurut hoppock pemilihan jabatan baru sungguh-sungguh dimulai.
5.                  Pemilihan jabatan akan menjadi lebih baik apabila kita lebih mampu memperkirakan bagaimana baiknya jabatan yang akan datang itu akan memenuhi kebutuhan kita. Jadi kemampuan kita untuk antisipasi tergantung atas pengnetahuan kita terhadap diri kita sendiri, pengetahuan kita mengenai jabatan dan kemampuan kita untuk berfikir secara jernih. Apabila rentangan yang ada sempit dan kualifikasi untuk memasuki setiap pekerjaan rendah, orang mungkin dapat berhasil atas dasar mencoba-coba (trial and error).
Sebaliknya apabila rentangan pekerjaan sangat luas dan memerlukan program latihan yang kompleks dan lama sebelum seseorang memasukinya, maka metode try out biasanya tidak memadai. Yang lebih baik adalah jika dia dapat mengetahui sepenuhnya ciri-ciri  pribadinya sendiri, kebutuhannya dan juga sifat dan ciri-ciri pekerjaan pada umumnya dan kedua bidang pengetahuan ini dipadukan dalam prosses penentuan pilihan.
6.                  Informasi mengenai diri sendiri berpengaruh terhadap pemilihan jabatan karena informasi itu membantu kita menyadari apa yang kita inginkan dan akan membantu kita didalam antisipasi, apakah kita akan berhasil atau tidak dalam melaksanakan pekerjaan yang ditawarkan.
Hoppock menekankan penggunaan pengetahuan akan diri sendiri dalam menentukan pilihan jabatan yang memadai.
7.                  Informasi mengenai jabatan akan membantu dalam pemilihan jabatan karena informasi tersebut membantu kita didalam menemukan apakah pekerjaan-pekerjaan itu dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita untuk mengantisipasi seberapa jauh kepuasan yang dapat kita harapkan dalam suatu pekerjaan kalau dibandingkan dengan pekerjaan lain. Kepuasan pemilihan dibandingkan dengan pekerjaan akan terjadi apabila seseorang berhasil menguji pengetahuan mengenai kelemahan dan kekuatan diri sendiri dengan pengetahuan tentang jabatan dan ciri-cirinya . meskipun seseorang mempunyai pengetahuan yang lengkap tentang sifat-sifat pribadinya sendiri, pengetahuan ini kurang bermanfaat untuk menyusun rencana vokasional apabila tidak diperoleh pengetahuan tentang jabatan, sehingga dua jenis informasi ini dapat diperbandingkan dan dipasangkan dan dipadukan. Kurangnya pengetahuan mengenai rintangan pekerjaan yang luas, jelas memepunyai pengaruh atas pemilihan pekerjaan seseorang itu dan dia tidak dapat memilih sesuatau pekerjaan karena dia sama sekali tidak mengetahuinya. Misalnya banyak konselor yang menghadapi anak-anak yang menunjukan minatnya dalam jabatan Insinyur; sebab mereka merasa akan lebih puas apabila akan melakukan pekerjaan luar  dan tidak meyadari bahwa para insinyur yang sukses akan menenpatkan dirinya yang sebagian besar menghabiskan sebagian besar waktunya terbatas diatas mejanya.
8.                  Kepuasan kerja tergantung atas beberapa jauh pekerjaan yang kita laksanakan memenuhi kebutuhan yang kita harapkan. Jadi tingkatkepuasan ditentukan oleh tingkat perbandingan antara apa yang kita peroleh dan apa yang kita inginkan.
Jika suatu pekerjaan memenuhi kebutuhan psikologis dan fisik yang dianggapa sangat penting bagi individu maka dia akan merasa senang atau mendapat kepuasan karena pekerjaan itu. Sebaliknya jika pekerjaan tersebut tidak dapat memuaskan dan memenuhi kebutuhan tertentu, maka yang bersangkutan merasa tidak puas dan kecewa dan biasanya orang itu akan menunjukan ketidaksenanganya terhadap pekerjaan. Perbandingan antara apa yang diinginkan dan apa yang diperoleh. Akan menentukan kepuasan terhadap sesuatu yang diinginkan. Selama perbandingan ini dapat dipelihara maka seorang pekerja akan selau terikat dengan pekerjaanya tanpa melihat pekerjaan lain. Yang perlu ditekankan disini ialah bahwa kepuasan bukan semata-mata berdasarkan uang yang diterima, melainkan termasuk juga bagaimana seseorang memandang dirinya, bagaimana orang lain memandang, melihat, atau mengharagai pekerjaan, pentingnya pekerjaan yang dilanksanakan dan variabel-variabel yang lain seperti pakaian seragam, title yang dipergunakan.
9.                  Kepuasan kerja dapat diperoleh dari suatu pekerjaan yang dapat memenuhi kebutuhan sekarang dan dapat menjamin terpenuhunya kebutuhan dimasa yang akan datang. Baik ahli psikologi maupun ahli sosiologi menyatakan adanya kecenderungan orang untuk bekerja ke arah sasaran dan tujuan jangka panjang yang dapat dipenuhi dengan melakukan usaha dan menunggu dalam jangka waktu lama. Istilah kepuasan yang tertunda seringkali digunakan untuk menyatakan kesediaan untuk menunda sampai masa depan yang tidak terbatas, asalkan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan tertentu yang dianggap penting oleh individu yang bersangkutan.
10.              Pemiliha jabatan selau dapat berubah apabila kita yakin bahwa prubahan itu akan lebih memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita.

Seperti dikemukakan diatas, besarnya kepuasan yang dirasakan oleh pekerja merupakan perbandingan antar pemenuhan kebutuhan dengan apa yang kita harapkan. Apabila salah satu factor ini berubah, maka jelaslah bahwa perbandingan ini juga akan berubah. Jika pekerjaan kurang memberikan kurang kepuasan karena suatu alas an maka keseimbangan yang semula menjadi terganggu sehingga pekerja yang bersangkutan akan pindah pekerjaan  jika dia melihat bahwa jabatan yang lain itu memeberikan pemenuhan yang lebih besar. Serupa dengan itu karena setiap individu selalu mengamati perubahan, maka sangat mungkin kebutuhan atau keinginan yang dirasakan oleh seseorang akan berubah pada saat akan menghadapi pengalaman-pengalaman yang baru. Apabila hal ini terjadi maka keseimbangan anarata 2 faktor dapa terganggu sampai suatu titik dimana pekerja yang bersangkutan akan mencari jabatan baru yang lebih dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang baru.


2.2.    Kelemahan dan Kelebihan
Hoppock menekankan pilihan karir pada kebutuhan yang dimiliki seseorang, baik kebutuhan fisik dan psikis. Dimana kebutuhan akan dapat mempengaruhi seseorang memilih pekerjaan, sehingga timbul kepuasan atas terpenuhinya kebutuhan.
Kekuatan 
Teori ini adalah pemilihan suatu pekerjaan dilakukan individu dengan mempertimbangkan berbagai kebutuhan yang harus dipenuhinya dalam kehidupan, sehingga apa yang dipilih itu memenuhi kebutuhan akan menimbulkan kepuasan dan kesenangan dalam hidup.
Kelemahannya 
Adalah setiap individu memiliki kebutuhan yang beragam sehingga sulit menentukan mana kebutuhan yang lebih dominan untuk dipenuhi, dan akan seringnya individu berganti atau beralih pekerjaan karena kebutuhan tiap individu setiap saat dapat berubah.



























BAB III
PENUTUP

3.1. Simpulan
Seperti dikemukakan diatas, besarnya kepuasan yang dirasakan oleh pekerja merupakan perbandingan antar pemenuhan kebutuhan dengan apa yang kita harapkan. Apabila salah satu factor ini berubah, maka jelaslah bahwa perbandingan ini juga akan berubah. Jika pekerjaan kurang memberikan kurang kepuasan karena suatu alas an maka keseimbangan yang semula menjadi terganggu sehingga pekerja yang bersangkutan akan pindah pekerjaan  jika dia melihat bahwa jabatan yang lain itu memeberikan pemenuhan yang lebih besar.

3.2. Saran
            Dengan adanya makalah ini diharapkan pembaca lebih bisa mengembangkan dan membandingkan mengenai kebenaran teori-teori yang mendasari bimbingan karir dalam proses pemilihan jabatan untuk karier kedepanya.







Daftar Pustaka

Gani, Ruslan A..1985.Bimbingan Karir.Bandung:Angkasa

Tanjung, Rahmat.2011. Perbandingan Berbagai Teori Perkembangan Karir (Teori Trait and factor , Ginzberg, Super, Holand, dan Hoppock).diakses di http://r-doc.blogspot.com/2011/12/perbandingan-berbagai-teori.html. (pada 17/3/2014)


0 komentar: