
TEORI-TEORI YANG MENDASARI BIMBINGAN KARIER
MENURUT HOPPOCK
MAKALAH
tugas
ini disusun untuk memenuhi salah mata kuliah
Bimbingan dan Konseling Karir
Dosen
Pengampu : Bu Sinta Saraswati
oleh :
Kiftiyah Riris Novita ( 1301413122 )
JURUSAN BIMBINGAN DAN
KONSELING
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI
SEMARANG
2014
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kepada Tuhan YME karena berkat rahmat
dan hidayah-Nya, makalah ini dapat diselesaikan. Makalah ini kami susun dengan
sumber yang sebenar-benarnya dan dapat dipertanggung jawabkan.
Terima
kasih kami sampaikan kepada Ibu Sinta
Saraswati yang telah membimbing kami sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Tentu masih banyak kekurangan dalam
penyusunan makalah ini, baik
dalam hal bahasa maupun penguasaan materi secara komprehensif. Kritik dan saran
yang membangun sangat kami
harapkan
untuk perbaikan makalah ini.
Semoga makalah yang telah kami buat dapat bermanfaat dengan baik, aamiin.
Semarang,
17 Maret 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
..................................................................................... i
DAFTAR
ISI..................................................................................................... ii
|
BAB I PENDAHULUAN
1.1.
|
Latar
belakang............................................................................................
1.2.
|
Rumusan
masalah .....................................................................................
1.3.
|
Tujuan.........................................................................................................
1.4. Manfaat......................................................................................................
|
BAB II PEMBAHASAN
|
2.1.
Teori-Teori
yang Mendasari Bimbingan Karir...........................................
2.2. Kelemahan dan Kelebihan...........................................................................
|
BAB III
PENUTUP
3.1
|
Kesimpulan
.............................................................................................
3.2 Saran
.......................................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Menurut Ruslan Abdul Gani bimbingan karir adalah “suatu proses
bantuan layanan dan pendekatan terhadap individu (siswa atau remaja) agar
individu yang bersangkutan dapat mengenal dirinya dan dapat mengenal dunia
kerja merencanakan masa depannya, dengan bentuk kehidupan yang diharapkan yang
menentukan pilihannya dan mengambil suatu keputusan
Teori yang langsung
terhadap masalah karir yaitu pendapat-pendapat yang membicarakan bagaimana
individu atau siswa memilih karir atau jabatan tertentu atas dasar
pemilihan-pemilihan tertentu untuk memenuhi kebutuhan (fisik psikis ), dan
memebicarakan sifat-sifat pribadi individu atau siswa akan dilihat dari segi
kecocokan tidaknya dengan karir atau jabata yang akan dimasukinya.
1.2.
Rumusan Masalah
1.
Apa saja
Teori-Teori yang Mendasari Bimbingan Karir menurut Hoppock?
2. Apa saja Kelemahan
dan Kelebihan dari teori Hoppock?
1.3.
Tujuan
1. Untuk memahami mengenai Teori-Teori yang Mendasari Bimbingan Karir menurut Hoppock
2. Untuk mengetahui Kelemahan
dan Kelebihan dari teori Hoppock
1.4.
Manfaat
1.
Pembaca dapat
mengerti mengenai Teori-Teori yang Mendasari Bimbingan Karir menurut Hoppock
2.
Melalui makalah
ini pembaca dapat memahami tentang Kelemahan
dan Kelebihan dari teori Hoppock.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Teori-Teori yang Mendasari Bimbingan Karir
Terdapat teori-teori yang langsung terhadap masalah karir, namun
terdapat pula teori-teori yang berkaitan dengan teori bimbingan dan penyuluhan
karir, sedang teori tentang bimbingan dan penyuluhan, tidak dapat dipisahkan
dari bimbingan karir, sebab bimbingan karir itu sendiri berupa salah satu layanan
dalam bimbingan dan penyuluahan secara keseluruhan.
Teori Hoppock ditulis oleh Rosidan (1981 : 3- 14), sebagai berikut
:
A.
Terdapat
sepuluh butir pemikiran yang diajukan oleh Hoppock bahwa :
1.
Pekerjaan
dipilih dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan. Sebab individu memiliki
berbagai keperluan, diantaranya yang bersifat fisik, seperti kebutuhan makanan,
istirahat,dan berteduh. Kebutuhan lain seperti psikologis, seperti untuk
bergaul dengsn orsng lain, untuk mendapatkan penghargaan, dan penghormatan
orang lain, merasa aman dalam menghadapi ancaman: baik yang nyata maupun yang
diperkirakan, dan merasa akan keberhasilan dan sukses. Setiap individu akan menghadapi
semua kiebutuhan fisik dan psikologis yang pengaruhnya sangat berbeda-beda.
Sementara norang yang mempunyai kebutuhan psikologis untuk bergaul dengan orang
lain. Mereka menyukai kegiatan-kegiatan sosial atau pengalaman-pengalaman lain
yang memungkinkan mereka berada dekat dengan orang lain dan terlibat dalam
pembicaraan bersama. Orang lain lebih menyukai suatu kehidupan yang lebih
terpisah. Mereka lebih gembira apabila mereka berada sendiri dan hanya sesekali
melakukan hubungan social dan lebihy suka dengan orang seorang atau kelompok
kecil.
Hoppock
menyimpulkan bahwa reaksi individu terhadap kebutuhan fisik dan psikologis ,
berpengaruh dalam pemilihan jabatan.
2.
Jabatan yang
kita pilih adalah jabatan yang disukai, yakin bahwa jabatan itu paling dapat
memenuhi kebutuhan yang menjadi perhatian kita. Individu yang merasa mempunyai
kebutuhan yang kuat akan merasa aman, akan menunjukan perhatian terhadap
pekerjaan-pekerjaan yang cenderung memenuhi kebutuhan ini. Ia akan mencari
pekerjaan yang memberikan kepastian penghasilan dari pada pekerjaan yang kurang
pasti penghasilannya meskipun alternative teraklhir ini mungkin memberikanb
penghasilan yang jauh lebih tinggi. Seorang yang merasa kuat akan kebutuhan
status dan penghargaan orang lain akan mencari kedudukan yang dapat memenuhi
kebutuhan ini.
3.
Segala
kebutuhan dapat diamati secara jelas atau hanya dirasakan secara samar-samar
yang keduanya ini berpengaruh didalam pemilihan jabatan. Individu yang
menyadari mengapa ia tertarik kepada pekerjaan-pekerjaan tertentu dan menolak
yang lain banyak tergantung sejauh mana ia memahami dirinya. Seseorang dapat
menyadari dengan jelas factor-faktor motivasi yang menyebabkan ia memilih
sesuatu pekerjaan. Sebaliknya ada orang halnya menyadari bahwa pekerjaan itu
menyenangkan dan menarik baginnya tanpa memahami apa yang mendorong dia kearah
pekerjaan tersebut.
4.
Pemilihan
jabatan, pertama kita harus sadar bahwa suatu pekerjaan dapat menolong mmenuhi
kebutuhan kita. Orang menyadari bermacam-macam pekerjaan atau situasi pekerjaan
dan lambat laun dia menyadari bahwa pekerjaan tertentu dapat member pengalaman
yang memuaskannya dan yang lain mkemberikan pengalaman yang tidak menyenangkan
atau mengecewakan. Begitu menyadari perbedaan-perbedaan dalam arti menyenangkan
atau tidak menyenangkan bagi diri sendiri, maka dia akan tertarik kepada
pekerjaan tertentu dan menghindari yang lain. Pada saat itulah menurut hoppock
pemilihan jabatan baru sungguh-sungguh dimulai.
5.
Pemilihan
jabatan akan menjadi lebih baik apabila kita lebih mampu memperkirakan
bagaimana baiknya jabatan yang akan datang itu akan memenuhi kebutuhan kita.
Jadi kemampuan kita untuk antisipasi tergantung atas pengnetahuan kita terhadap
diri kita sendiri, pengetahuan kita mengenai jabatan dan kemampuan kita untuk
berfikir secara jernih. Apabila rentangan yang ada sempit dan kualifikasi untuk
memasuki setiap pekerjaan rendah, orang mungkin dapat berhasil atas dasar
mencoba-coba (trial and error).
Sebaliknya
apabila rentangan pekerjaan sangat luas dan memerlukan program latihan yang
kompleks dan lama sebelum seseorang memasukinya, maka metode try out biasanya
tidak memadai. Yang lebih baik adalah jika dia dapat mengetahui sepenuhnya
ciri-ciri pribadinya sendiri,
kebutuhannya dan juga sifat dan ciri-ciri pekerjaan pada umumnya dan kedua
bidang pengetahuan ini dipadukan dalam prosses penentuan pilihan.
6.
Informasi
mengenai diri sendiri berpengaruh terhadap pemilihan jabatan karena informasi
itu membantu kita menyadari apa yang kita inginkan dan akan membantu kita
didalam antisipasi, apakah kita akan berhasil atau tidak dalam melaksanakan
pekerjaan yang ditawarkan.
Hoppock
menekankan penggunaan pengetahuan akan diri sendiri dalam menentukan pilihan
jabatan yang memadai.
7.
Informasi
mengenai jabatan akan membantu dalam pemilihan jabatan karena informasi
tersebut membantu kita didalam menemukan apakah pekerjaan-pekerjaan itu dapat
memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita untuk mengantisipasi seberapa jauh kepuasan
yang dapat kita harapkan dalam suatu pekerjaan kalau dibandingkan dengan
pekerjaan lain. Kepuasan pemilihan dibandingkan dengan pekerjaan akan terjadi
apabila seseorang berhasil menguji pengetahuan mengenai kelemahan dan kekuatan
diri sendiri dengan pengetahuan tentang jabatan dan ciri-cirinya . meskipun
seseorang mempunyai pengetahuan yang lengkap tentang sifat-sifat pribadinya
sendiri, pengetahuan ini kurang bermanfaat untuk menyusun rencana vokasional
apabila tidak diperoleh pengetahuan tentang jabatan, sehingga dua jenis
informasi ini dapat diperbandingkan dan dipasangkan dan dipadukan. Kurangnya
pengetahuan mengenai rintangan pekerjaan yang luas, jelas memepunyai pengaruh
atas pemilihan pekerjaan seseorang itu dan dia tidak dapat memilih sesuatau
pekerjaan karena dia sama sekali tidak mengetahuinya. Misalnya banyak konselor
yang menghadapi anak-anak yang menunjukan minatnya dalam jabatan Insinyur;
sebab mereka merasa akan lebih puas apabila akan melakukan pekerjaan luar dan tidak meyadari bahwa para insinyur yang
sukses akan menenpatkan dirinya yang sebagian besar menghabiskan sebagian besar
waktunya terbatas diatas mejanya.
8.
Kepuasan kerja
tergantung atas beberapa jauh pekerjaan yang kita laksanakan memenuhi kebutuhan
yang kita harapkan. Jadi tingkatkepuasan ditentukan oleh tingkat perbandingan
antara apa yang kita peroleh dan apa yang kita inginkan.
Jika suatu
pekerjaan memenuhi kebutuhan psikologis dan fisik yang dianggapa sangat penting
bagi individu maka dia akan merasa senang atau mendapat kepuasan karena
pekerjaan itu. Sebaliknya jika pekerjaan tersebut tidak dapat memuaskan dan memenuhi
kebutuhan tertentu, maka yang bersangkutan merasa tidak puas dan kecewa dan
biasanya orang itu akan menunjukan ketidaksenanganya terhadap pekerjaan.
Perbandingan antara apa yang diinginkan dan apa yang diperoleh. Akan menentukan
kepuasan terhadap sesuatu yang diinginkan. Selama perbandingan ini dapat
dipelihara maka seorang pekerja akan selau terikat dengan pekerjaanya tanpa
melihat pekerjaan lain. Yang perlu ditekankan disini ialah bahwa kepuasan bukan
semata-mata berdasarkan uang yang diterima, melainkan termasuk juga bagaimana
seseorang memandang dirinya, bagaimana orang lain memandang, melihat, atau
mengharagai pekerjaan, pentingnya pekerjaan yang dilanksanakan dan variabel-variabel
yang lain seperti pakaian seragam, title yang dipergunakan.
9.
Kepuasan kerja
dapat diperoleh dari suatu pekerjaan yang dapat memenuhi kebutuhan sekarang dan
dapat menjamin terpenuhunya kebutuhan dimasa yang akan datang. Baik ahli
psikologi maupun ahli sosiologi menyatakan adanya kecenderungan orang untuk
bekerja ke arah sasaran dan tujuan jangka panjang yang dapat dipenuhi dengan
melakukan usaha dan menunggu dalam jangka waktu lama. Istilah kepuasan yang
tertunda seringkali digunakan untuk menyatakan kesediaan untuk menunda sampai
masa depan yang tidak terbatas, asalkan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan
tertentu yang dianggap penting oleh individu yang bersangkutan.
10.
Pemiliha
jabatan selau dapat berubah apabila kita yakin bahwa prubahan itu akan lebih
memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita.
Seperti
dikemukakan diatas, besarnya kepuasan yang dirasakan oleh pekerja merupakan
perbandingan antar pemenuhan kebutuhan dengan apa yang kita harapkan. Apabila
salah satu factor ini berubah, maka jelaslah bahwa perbandingan ini juga akan
berubah. Jika pekerjaan kurang memberikan kurang kepuasan karena suatu alas an
maka keseimbangan yang semula menjadi terganggu sehingga pekerja yang
bersangkutan akan pindah pekerjaan jika
dia melihat bahwa jabatan yang lain itu memeberikan pemenuhan yang lebih besar.
Serupa dengan itu karena setiap individu selalu mengamati perubahan, maka
sangat mungkin kebutuhan atau keinginan yang dirasakan oleh seseorang akan
berubah pada saat akan menghadapi pengalaman-pengalaman yang baru. Apabila hal
ini terjadi maka keseimbangan anarata 2 faktor dapa terganggu sampai suatu
titik dimana pekerja yang bersangkutan akan mencari jabatan baru yang lebih
dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang baru.
2.2. Kelemahan dan Kelebihan
Hoppock menekankan pilihan
karir pada kebutuhan yang dimiliki seseorang, baik kebutuhan fisik dan psikis.
Dimana kebutuhan akan dapat mempengaruhi seseorang memilih pekerjaan, sehingga
timbul kepuasan atas terpenuhinya kebutuhan.
Kekuatan
Teori ini adalah pemilihan suatu pekerjaan dilakukan
individu dengan mempertimbangkan berbagai kebutuhan yang harus dipenuhinya
dalam kehidupan, sehingga apa yang dipilih itu memenuhi kebutuhan akan
menimbulkan kepuasan dan kesenangan dalam hidup.
Kelemahannya
Adalah setiap individu memiliki kebutuhan yang beragam
sehingga sulit menentukan mana kebutuhan yang lebih dominan untuk dipenuhi, dan
akan seringnya individu berganti atau beralih pekerjaan karena kebutuhan tiap
individu setiap saat dapat berubah.
BAB III
PENUTUP
3.1.
Simpulan
Seperti dikemukakan diatas, besarnya kepuasan yang dirasakan oleh
pekerja merupakan perbandingan antar pemenuhan kebutuhan dengan apa yang kita
harapkan. Apabila salah satu factor ini berubah, maka jelaslah bahwa
perbandingan ini juga akan berubah. Jika pekerjaan kurang memberikan kurang
kepuasan karena suatu alas an maka keseimbangan yang semula menjadi terganggu
sehingga pekerja yang bersangkutan akan pindah pekerjaan jika dia melihat bahwa jabatan yang lain itu
memeberikan pemenuhan yang lebih besar.
3.2.
Saran
Dengan adanya makalah ini diharapkan
pembaca lebih bisa mengembangkan dan membandingkan mengenai kebenaran
teori-teori yang mendasari bimbingan karir dalam proses pemilihan jabatan untuk
karier kedepanya.
Daftar Pustaka
Gani,
Ruslan A..1985.Bimbingan Karir.Bandung:Angkasa






0 komentar:
Posting Komentar