Minggu, 28 Desember 2014

METODE PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF

 





METODE PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
 Metodologi Penelitian Pendidikan
Dosen Pengampu : Bu Maria Theresia Sri Hartati



                                                                    oleh
         Kiftiyah Riris Novita            ( 1301413122 )

                                            


JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014

A.    Pengertian metode penelitian pendidikan
Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan dat dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
          Terdapat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu, cara, ilmiah, data, kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian didasarkan pada cirri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, sistematis. Rasional berarti dilakukan dengan cara-cara masuk akal.  Empiris berarti dilakukan oleh alat indra manusia, sehingga dapat diamati. Sistematis berarti proses yang digunakan menggunakan langkah-langkah yang bersifat logis.
          Data yang valid pasti reliable dan valid. Reliable berkenaan dengan derajad konsistensi/keajegan data dalam interval waktu tertentu. Sedangkan obyektivitas berkenaan dengan interpersonal agreement (kesepakatan antara orang banyak)
          Data yang reliabel belum tentu valid, begitu juga data yang objektif belum tentu valid.
          Setiap penelitian mempunyai tujuan dan kegunaan tertentu. Secara umum tujuan penelitian ada tiga macam yaitu bersifat penemuan, pembuktian dan pengembangan. Penemuan berarti data yang diperoleh adalah data yang betul-betul baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. Pembuktian berarti data yang diperoleh itu digunakan untuk membuktikan adanya keragu-raguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu. Pengembangan berarti memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada.
          Melalui penelitian manusia dapat menggunakan hasilnya. Secara umum data yang diperolehdari penelitian dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah. Memahami berarti memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui. Memecahkan meminimalkan atau menghisangkan masalah . Mengantisipasi berarti mengupayakan agar masalah tidak terjadi.
          Metode penelitian pendidikan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam bidang pendidikan.

B.     Jenis-jenis Metode Penelitian
Akademis
Profosional

Instiusional

Murni

Terapan

Suvey
Exspostfacto
Exsperimen
Naturalistik
METODE
TUJUAN
BIDANG
Jenis – Jenis PENELITIAN
Action  Research
Policy Research
Evaluasi
Sejarah
 













R & D
TINGKAT EKSPLANASI
                                                     

Deskriptif
Komperatif
Asosiatif
 




Longitudinal
Cross Selectional
WAKTU
                                             


Menurut gambar tersebut jenis – jenis penelitian dapat di kelompokan menurut bidang, tujuan, metode, tingkat eksplanasi ( level of exsplanation ) dan waktu. Menurut bidang, penelitian dapat dibedakan menjadi penelitian akademis, profesional dan institusional. Dari segi tujuan, penelitian dapat dibedakan menjadi penelitian murni dan terapan. Dari segi metode penelitian dapat di bedakan menjadi : penelitian survey, expostfacto, eksperimen, naturalistik, policy research, evaluation research, action research, sejarah, dan Research and Development (R&D). Dari level of expalantion dapat dibedakan menjadi penelitian deskriptif, komparatif dan asosiatif. Dari segi waktu dapat di bedakan menjadi penelitian cross sectional dan longitudinal.


Bidang Penelitian
Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa dalam membuat skripsi, tesis, disertasi. Penelitian ini merupakan saran edukatif, sehingga lebih mementingkan validitas internal ( caranya yang harus betul ). Variabel peneleitian terbatas serta kecanggihan analisis di sesuaikan dengan jenjang pendidikan S1, S2, S3.
Penelitian Akademik
Penelitian Profesional
Penelitian Institusional
Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk pengembangan lembaga. Hasil penelitan akan sangat berguna bagi pimpinan untuk pembuatan keputusan. Hasil penelitian lebih menekankan pada validitas eksternal ( kegunaan ), variabel lengkap ( kelengkapan informasi ) dan kecanggihan analisis disesuaikan untuk pengambilan keputusan.
Penelitian yang dilakukan oleh orang yang berprofesi sebagai peneliti ( termasuk dosen). Tujuannya adalah menfdapatkan pengetahuan ( ilmu, teknologi dan seni ) baru. Variabel penelitian lengkap, kecanggihan analisis disesuaikan denagn kepentingan masyarakat ilmiah. Penelitian dilakukan denagan cara yg betul (validitas internal) dan hasilnya dapat berguna untuk pengembangan ilmu.
 






                                                                                          




Macam Metode Penelitian
Penelitian  Naturalistik
Berdasarkan tingkat kealamiahan tempat  penelitian
Penelitian Survey
Penelitian Eksperimen
Penelitian terapan
Penelitian Pengembangan (R&D)
Penelitian dasar
Berdasarkan Tujuan Penelitian
 











Jenis –jenis metode penelitian juga dapat di klasifikasikan berdasarkan, tujuan, dan tingkat kealamiahan ( natural setting ) obyek yang di teliti. Berdasarkan tujuan, metode penelitian dapat di klasifikasikan menjadi penelitian dasar ( basic research ), penelitian terapan ( applied research ) dan penelitian pengembangan ( Research and development ). Selanjutnya berdasarkan tingkat kealamiahan, metode penelitian dapat di kelompokkan menjadi metode penelitian eksperimen, survey dan naturalistik.
Gay ( 1977 ) menyatakan bahwa sebenarnya sulit untuk membedakan antara penelitian murni ( dasar ) dan terapan secara terpisah, karena keduanya terletak pada satu garis kontinum. Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis. Penelitian dasar pada umumnya dilakukan pada laboratorium yang kondisinya terkontrol dengan ketat. Penelitian terapan dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji, dan mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan dalam memecahkan masalah – masalah praktis. Jadi penelitian murni ( dasar ) berkenaan dengan penemuan dan pengembangan ilmu. Setelah ilmu tersebut digunakan untuk memecahkan suatu masalah, maka penelitian tersebut akan menjadi penelitian terapan.
Jujun S. Suriasumantri ( 1985 ) menyatakan bahwa penelitian dasar atau muni adalah penelitian yang bertujuan menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui, sedangkan penelitian terapan adalah bertujuan untuk memecahkan masalah – masalah kehidupan praktis. Hubungan antara penelitian dasar, penelitian pengambanan (R&D).
Borg and  Gall (1988) menyatakan bahwa, penelitian dan pengembangan ( research and development /R & D ), merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan / memvalidasi produk – produk yang digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran.
Penelitian dan pengembangan merupakan “ jembatan “ antara penelitian dasar ( Basic Research ) dengan penelitian terapan ( Applied Research ), diamna penelitian dasar bertujuan untuk “ to discover new knowledge about fundamental phenomena “ dan applied research bertujuan untuk menemukan pengetahuan yang secara praktis dapat di aplikasikan. Walaupun ada kalanya penelitian terapan juga untuk mengembangkan produk. Penelitian dan pengambangan bertujuan untuk menemukan, mengembangkan dan memvalidasi satu produk.  
  Basic                                               Research &                           Applied
  Research                                        Development                          Research                                           

Penemuan ilmu                               Penemuan,                             Menerapkan
Baru                                                 pengembangan dan               Ilmu/produk Pengujian produk
Selanjutnya Borg and Gall ( 1989 ) menyatakan : One way to bridge the garp between research and practice in education is to Research & Development. Pada umumnya penelitian R & D bersifat longitudinal ( beberapa tahap ) untuk penelitian analisis kebutuhan sehingga mampu dihasilkan produk yang bersifat hipotetik sering digunakan metode penelitian dasar (basic research). Selanjutnay untuk menguji produk yang masih bersifat hipotetik tersebut, digunakan eksperimen, atau action research. Setelah produk teruji, maka dapat diaplikasikan. Proses pengujian produk dengan eksperimen tersebut, dinamakan penelitian terapan ( applied research ). 
Metode penelitian eksperimen, survey dan naturalistik atau kualitatif juga dapat ditempatkan dalam satu garis kontinum.
Metode penelitian eksperimen sangat tidak alamiah atau natural karena tempat penelitian di laboratorium dalam kondisi yang terkontrol sehingga tidak terdapat pengaruh dari luar. Metode penelitian eksperimen merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh treatment ( perlakuan ) tertentu. Misalnya pengaruh ruang kelas ber AC terhadap efektivitas pembelajaran. Metode survey digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah ( bukan buatan ), tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data, misalnya denagn mengedarkan kuesioner, test, wawancara terstruktur dan sebagainya ( perlakuan tidak seperti dalam eksperimen ). Metode penelitian naturalistik / kualitatif, digunakan untuk meneliti pada tempat yang alamiah, dan penelitian tidak membuat perlakuan, karena peneliti dalam mengumpulkan data bersifat emic, yaitu berdasarkan pandangan dari sumber data, bukan pandangan peneliti. 




Metode                                             Metode                                   Metode
Eksperimen                                     Survey                                    Naturalistik
 


Tempat di Lab.                   Tempat alamiah (tidak                                                                                             Tempat alamiah
Ada perlakuan                    di lab) ada perlakuan            tidak ada Perlakuan


Jenis – jenis penelitian tersebut termasuk dalam metode kuantitatif adalah metode penelitian eksperimen dan survey, dan sedangkan yang termasuk dalam metode kualitatif yaitu metode naturalistik. Penelitian untuk basic research pada umumnya menggunakan eksperiemn dan survey, dan R & D dapat menggunakan survey, kualitatif dan eksperimen.


C.    Pengertian metode penelitian kuantitatif dan kualitatif.
Metode kuantitatif  dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah lama digunakan sehingga sudah mentradisi. Metode ini berlandaskan pada filsafat positivism dan data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik.
Metode penelitian kualitatif dinamakan metode baru, karena popularitas belum lama, dinamakan postpositivistik karena berlandaskan pada filsafat postpositivisme.
Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic dengan tujuan untuk menguji hipotesisi yang telah ditetapkan.
Filsafat positivisme memandang realitas/ gejala/ fenomena itu dapat diklasifikasikan, relative rendah, konkrit, teramati, terukur dan hubungan gejala bersifat sebab akibat. Proses penelitian bersifat deduktif, dimana untuk menjawab rumusan masalah digunakan konsep atau teori sehingga dapat dirumuskan hipotesis.
Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivesme, digunakan untuk meneliti pada kondisi yang alamiah,( sebagai lawannya adalah eksperimen) diman peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.
Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistic karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting).

D. Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Untuk memahami metode penelitian kuantitatif dan kualitatif secara mendalam, maka harus diketahui perbadaannya. Perbadaan antara metode kualitatif dengan kuantitatif meliputi tiga hal, yaitu perbadaan aksioma, proses penelitan, dan karakteristik
1.      Perbadaan Aksioma
Aksioma Dasar
Metode Kuantitatif
Metode Kualutatif
Sifat Realitas
Dapat diklasifikasikan, konkrit, teramati, terukur
Ganda, holistik, hasil konstruksi dan pemahaman
Hubungan peneliti dengan yang diteliti
Independen, supaya terbangun objektifitas
Interaktif dengan sumber data supaya untuk memperoleh makna
Hubungan Variabel
Sebab – Akibat (Kausal)
  Y
  X
Y
X
Z
Timbal Balik/interaktif
Kemungkinan Generalisasi
Cenderung membuat generalisasi
Transferability (hanya mungkin dalam ikatan konteks dan waktu)
Peranan Nilai
Cenderung bebas nilai
Terkait nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data

2.      Karakteristik metode Kuantitatif dan Kualitatif

No
Metode Kuantitatif
Metode Kualitatif
1
A.    Desain
a.       Spesifik, jelas, rinci
b.      Ditentukan secara mantap sejak awal
c.       Menjadi pegangan langkah demi langkah
A.    Desain
a.       Umum
b.      Fleksible
c.       Berkembang dan muncul dalam proses penelitian

2
B.     Tujuan
a.       Menunjukkan hubungan antara variabel
b.      Menguji teori
c.       Mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif
B.     Tujuan
a.       Menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif
b.      Menemukan teori
c.       Menggambarkan realitas yang kompleks
d.      Memperoleh pemahaman makna
3
C.    Teknik pengumpulan data
a.       Kuisioner
b.      Observasi dan wawancara tersetruktur
C.    Teknik pengumpulan data
a.       Participant observation
b.      Indepth interview
c.       Dokumentasi
d.      tringulasi
4
D.    Instrumen Penelitian
a.       Tes, angket, wawancara tersetruktur
b.      Instrumen yang telah terstandar
D.    Instrumen Penelitian
a.       Peneliti sebagai instrumen
b.      Buku catatan, tape recorder, camera, handycam dan lain-lain
5
E.     Data
a.       Kuantitatif
b.      Hasil pengukuran variabel yang dioperasionalkan dengan menggunakan instrumen
E.     Data
a.       Deskriptif kualitatif
b.      Dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan dan tindakan responden, dokumen dan lain-lain



F.     Sampel
a.       Besar
b.      Respersentatif
c.       Sedapat mungkin random
d.      Ditentukan sejak awal
F.     Sampel
a.       Kecil
b.      Tidak representatif
c.       Purposive
d.      Berkembang selama proses penelitian

G.    Analisis
a.       Setelah selesai pengumpulan data
b.      Deduktif
c.       Menggunakan statistik untuk menguji hipotesis
G.    Analisis
a.       Terus menerus sejak awal sampai akhir penelitian
b.      Induktif
c.       Mencari pola, model, thema, teori

H.    Hubungan dengan responden
a.       Dibuat berjarak, bahkan sering tanpa kontak supaya objektif
b.      Kedudukan peneliti lebih tinggi dari responden
c.       Jangka pendek sampai hipotesis dapat dibuktikan
H.    Hubungan dengan responden
a.       Empati, akrab supaya memperoleh pemahaman yang mendalam
b.      Kedudukan sama bahkan sebagai guru, konsultan
c.       Jangka lama, sampai datanya jenuh, dapat ditemukan hipotesis atau teori

I.       Usulan desain
a.       Luas dan rinci
b.      Literatur yang berhubungan dengan masalah dan variabel yang diteliti
c.       Prosedur yang spesifik dan rinci langkah-langkahnya
d.      Masalah dirumuskan dengan spesifik dan jelas
e.       Hipotesis dirumuskan dengan jelas
f.       Ditulis secara rinci dan jelas sebelum terjun ke lapangan
I.       Usulan disain
a.       Singkat, umum bersifat sementara
b.      Literatur yang digunakan bersifat sementara, tidak menjadi pegangan utama
c.       Prosedur bersifat umum, seperti akan merencanakan tour/piknik
d.      Masalah bersifat sementara dan akan ditemukan setelah studi pendahuluan
e.       Tidak dirumuskan hipotesis, karena justru akan menemukan hipotesis
f.       Fokus penelitian ditetapkan setelah diperoleh data awal dari lapangan

J.      Kapan penelitian dianggap selesai?
Setelah semua kegiatan yang direncanakan dapat diselesaikan
J.      Kapan penelitian dianggap selesai?
Setelah tidak ada data yang dianggap baru/jenuh

K.    Kepercayaan terhadap hasil penelitian

Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen
K.    Kepercayaan terhadap hasil penelitian

Pengujian kredibilitas, depenabilitas, proses dan hasil penelitian

3.      Proses Penelitian
Perbedaan antara metode penelitian kualitatif dan kuantitatif juga dapat dilihat dari proses penelitian. Proses dalam metode penelitian kuantitatif bersifat linier dan kualitatif bersifat sirkule

H.  Kompetensi Peneliti Kuantitatif dan Kualitatif
Ada dua kompetensi yang perlu dimiliki oleh seorang peneliti yaitu kompetensi kuantitatif dan kompetensi kuallitatif.  
1.      Kompetensi Peneliti Kuantitatif
a.       Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang pendidikan yang akan di teliti,
b.      Mampu melakukan analisis masalah secara akurat, sehingga dapat ditemukan masalah penelitian pendidikan yang betul – betul masalah,
c.       Mampu menggunakan teori pendidikan yang tepat sehingga dapat digunakan untuk memperjelas masalah yang diteliti, dan merumuskan hipotesis penelitian,
d.      Memahami berbagai jenis metode penelitian kuantitatif, seperti metode survey, eksperimen, action research, exspost facto, evaluasi dan R & D
e.       Memahami teknik – teknik sampling, seperti probability sampling dan nonprobabiliy sampling, dan mampu menghitung dan memilih jumlah sampel yang representatif dengan sampling error tertentu.
f.       Mampu menyusun instrumen baik test maupun nontest untuk mengukur berbagai variabel yang diteliti, mampu menguji validitas dan realibilitas instrumen
g.      Mampu mengumpulkan data dengan kuesioner, maupun dengan wawncara observasi, dan dokumentasi.
h.      Bila pengumpulan data dilakukan oleh tim, maka harus mampu mengorganisasikan tim peneliti dengan baik.
i.        Mampu menyajikan data, menganalisis data secara kuantitatif untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis penelitian yang telah dirumuskan,
j.        Mampu memberikan interprestasi terhadap data hasil penelitian maupun hasil pengijian hipotesis.
k.      Mampu membuat laporan secara sistematis, dan menyampaikan hasil penelitian ke pihak – pihak yang terkait,
l.        Mampu membuat abstraksi hasil penelitian, dan membuat artikel untuk dimuat ke dalam jurnal ilmiah
m.    Mampu mengkomunikasikan hasil penelitian kepada masyarakat luas.

2.      Kompetensi Peneliti kualitatif
a.       Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tenatng bidang pendidikan yang akan diteliti,
b.      Mampu menciptakan rapport kepada setiap orang yang ada pada situasi sosial yang akan diteliti. Menciptakan rapport berarti mampu membangun hubungan yang akrab dengan setiap orang yang ada pada konteks sosial,
c.       Memiliki kepekaan untuk melihat setiap gejaka yang ada pada obyek penelitian ( situasi sosial )
d.      Mampu menggali sumber data dengan observasi prtisipan, dan wawancara mendalam secara triangulasi, serta sumber – sumber lain.
e.       Mampu menganalisis data kualitatif secara induktif berkesinambungan mulai dari analisis deskriptif, domain, komponensial, dan tema kultural/budaya.
f.       Mampu menguji kredibilitas, debendabilitas, konfirmabilitas, dan trasferabilitas hasil penelitian,
g.      Mampu menghasilkan temuan pengetahuan, mengkonstruksi fenomena, hipotesis atau ilmu baru,
h.      Mampu membuat laporan secara sistematis, jelas, lengkap dan rinci.
i.        Mampu membuat abstraksi hasil penelitian, dan membuat artikel untuk dimuat kedalam jurnal ilmiah,
j.        Mampu mengkomunikasikan hasil penelitian kepada masyarakat luas.


I.                   Ruang Lingkup Penelitian pendidikan
1.      Pengertian dan Pendidikan
Dalam UU. No.20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pendidikan diartikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diprlukan dirinya, masyarakan, bangsa dan negara.
Selanjutnya dinyatakan bahwa pendidikan nasional bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.


2.      Ruang Penelitian Pendidikan
 

Ruang lingkup penelitian pendidikan ditunjukkan pada gambar 1.10 berikut. Berdasarkan gambar 1.10 tersebut, terlihat bahwa, lingkup penelitian pendidikan di indonesia meliputi penelitian pada tingkat kebijakan, tingkat managerial dan institusional.
Pada lingkup kebijakan pendidikan, penelitian pendidikan terdapat enam(6) bidang yaitu:
1. perumusan kebijakan tentang pendidikan yang dilakukan oleh MPR
2. kebijakan presiden dan DPR tentang pendidikan
3. kebijakan Mendiknas tentang pendidikan
4. kebijakan dirjen, Gubernur, Bupati, Wali kota diknas tentang pendidikan
5. implementasi kebijakan pendidikan
6. output dan outcome kebijakan pendidikan.

Pada lingkup manajerial, penelitian pendidikan meliputi jenjang:
1.      Perencanaan pendidikan pada tingkat nasional, propinsi/kabupaten/kota dan lembaga
2.      Organisasi diknas, dinas propinsi/kabupaten/kota dan institusi pendidikan
3.      Kepemimpinan pendidikan
4.      Ekonomi pendidikan
5.      Bengunan pendidikan, sarana dan prasarana pendidikan
6.      Hubungan kerjasama antar lembaga pendidikan
7.      Koordinasi pendidikan dari pusat ke daerah
8.      SDM tenaga pendidikan
9.      Evaluasi pendidikan
10.  Kearsipan, perpustakaan dan musium pendidikan
Pada tingkat institusional lingkup penelitian meliputi berbagai bidang yaitu:
1.      Aspirasi masyarakat dalam memilih pendidikan
2.      Pemasaran lembaga pendidikan
3.      Sistem seleksi murid baru
4.      Kurikulum, silabe
5.      Teknologi pembelajaran
6.      Media pendidikan, buku ajar, dll
7.      Penampilan mengajar guru
8.      Manajemen kelas
9.      Sistem evaluasi belajar
10.  Sistem ujian akhir
11.  Kuantitas dan kualitas lulusan
12.  Manajemen kelas
13.  Unit produksi
14.  Perkembangan karier lulusan
15.  Pembiayaan pendidikan
16.  Profil pekerjaan dan tenaga kerja DUDI
17.  Kebutuhan masyarakat akan lulusan pendidikan
Jadi penelitian pendidikan itu tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga di masyarakat yang memperlukan institusi sekolah dan masyarakat yang menggunakan lulusan sekolah. Penelitian pada bidang pendidikan juga dapat dilakukan pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu, dengan menggunakan berbagai metode pendidikan seperti yang telah dikemukakan. Metode penelitian yang dapat digunakan untuk penelitian adalah metode survey, eksperimen, kualitatif dan research and development (R&D).



Pertanyaan :
1.      Dari perbedaan aksioma apa yang dimaksud dengan kemungkinan generalisasi?
2.      Maksud dari cross sectional dan longitudinal?
3.      Maksud dari hipotetik?

4.      Yang dimaksud Metode ex post facto adalah?

0 komentar: