METODE PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas
mata kuliah
Metodologi Penelitian Pendidikan
Dosen Pengampu : Bu Maria Theresia Sri
Hartati
oleh
Kiftiyah Riris
Novita ( 1301413122 )
JURUSAN BIMBINGAN
DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI
SEMARANG
2014
A.
Pengertian
metode penelitian pendidikan
Secara
umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan dat
dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
Terdapat kata kunci yang perlu
diperhatikan yaitu, cara, ilmiah, data, kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti
kegiatan penelitian didasarkan pada cirri-ciri keilmuan, yaitu rasional,
empiris, sistematis. Rasional berarti dilakukan dengan cara-cara masuk
akal. Empiris berarti dilakukan oleh
alat indra manusia, sehingga dapat diamati. Sistematis berarti proses yang
digunakan menggunakan langkah-langkah yang bersifat logis.
Data yang valid pasti reliable dan
valid. Reliable berkenaan dengan derajad konsistensi/keajegan data dalam
interval waktu tertentu. Sedangkan obyektivitas berkenaan dengan interpersonal
agreement (kesepakatan antara orang banyak)
Data yang reliabel belum tentu valid,
begitu juga data yang objektif belum tentu valid.
Setiap penelitian mempunyai tujuan dan
kegunaan tertentu. Secara umum tujuan penelitian ada tiga macam yaitu bersifat penemuan,
pembuktian dan pengembangan. Penemuan berarti data yang diperoleh
adalah data yang betul-betul baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. Pembuktian
berarti data yang diperoleh itu digunakan untuk membuktikan adanya
keragu-raguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu. Pengembangan
berarti memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada.
Melalui penelitian manusia dapat
menggunakan hasilnya. Secara umum data yang diperolehdari penelitian dapat
digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah. Memahami berarti
memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui. Memecahkan meminimalkan
atau menghisangkan masalah . Mengantisipasi berarti mengupayakan agar
masalah tidak terjadi.
Metode penelitian pendidikan dapat
diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan
dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu
sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan
mengantisipasi masalah dalam bidang pendidikan.
B.
Jenis-jenis Metode Penelitian
|
Akademis
|
|
Profosional
|
|
Instiusional
|
|
Murni
|
|
Terapan
|
|
Suvey
|
|
Exspostfacto
|
|
Exsperimen
|
|
Naturalistik
|
|
METODE
|
|
TUJUAN
|
|
BIDANG
|
|
Jenis – Jenis
PENELITIAN
|
|
Action Research
|
|
Policy Research
|
|
Evaluasi
|
|
Sejarah
|
|
R
& D
|
|
TINGKAT EKSPLANASI
|
|
Deskriptif
|
|
Komperatif
|
|
Asosiatif
|
|
Longitudinal
|
|
Cross Selectional
|
|
WAKTU
|
Menurut gambar
tersebut jenis – jenis penelitian dapat di kelompokan menurut bidang, tujuan,
metode, tingkat eksplanasi ( level of exsplanation ) dan waktu. Menurut bidang,
penelitian dapat dibedakan menjadi penelitian akademis, profesional dan
institusional. Dari segi tujuan, penelitian dapat dibedakan menjadi penelitian
murni dan terapan. Dari segi metode penelitian dapat di bedakan menjadi :
penelitian survey, expostfacto, eksperimen, naturalistik, policy research,
evaluation research, action research, sejarah, dan Research and Development
(R&D). Dari level of expalantion dapat dibedakan menjadi penelitian
deskriptif, komparatif dan asosiatif. Dari segi waktu dapat di bedakan menjadi
penelitian cross sectional dan longitudinal.
|
Bidang
Penelitian
|
|
Penelitian yang
dilakukan oleh mahasiswa dalam membuat skripsi, tesis, disertasi.
Penelitian ini merupakan saran edukatif, sehingga lebih mementingkan
validitas internal ( caranya yang harus betul ). Variabel peneleitian
terbatas serta kecanggihan analisis di sesuaikan dengan jenjang pendidikan
S1, S2, S3.
|
|
Penelitian Akademik
|
|
Penelitian Profesional
|
|
Penelitian Institusional
|
|
Penelitian yang
bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk
pengembangan lembaga. Hasil penelitan akan sangat berguna bagi pimpinan
untuk pembuatan keputusan. Hasil penelitian lebih menekankan pada validitas
eksternal ( kegunaan ), variabel lengkap ( kelengkapan informasi ) dan
kecanggihan analisis disesuaikan untuk pengambilan keputusan.
|
|
Penelitian yang
dilakukan oleh orang yang berprofesi sebagai peneliti ( termasuk dosen).
Tujuannya adalah menfdapatkan pengetahuan ( ilmu, teknologi dan seni )
baru. Variabel penelitian lengkap, kecanggihan analisis disesuaikan denagn
kepentingan masyarakat ilmiah. Penelitian dilakukan denagan cara yg betul
(validitas internal) dan hasilnya dapat berguna untuk pengembangan ilmu.
|
|
Macam
Metode Penelitian
|
|
Penelitian Naturalistik
|
|
Berdasarkan
tingkat kealamiahan tempat
penelitian
|
|
Penelitian Survey
|
|
Penelitian
Eksperimen
|
|
Penelitian terapan
|
|
Penelitian Pengembangan
(R&D)
|
|
Penelitian dasar
|
|
Berdasarkan
Tujuan Penelitian
|
Jenis –jenis
metode penelitian juga dapat di klasifikasikan berdasarkan, tujuan, dan tingkat
kealamiahan ( natural setting ) obyek yang di teliti. Berdasarkan tujuan,
metode penelitian dapat di klasifikasikan menjadi penelitian dasar ( basic
research ), penelitian terapan ( applied research ) dan penelitian pengembangan
( Research and development ). Selanjutnya berdasarkan tingkat kealamiahan,
metode penelitian dapat di kelompokkan menjadi metode penelitian eksperimen,
survey dan naturalistik.
Gay ( 1977 )
menyatakan bahwa sebenarnya sulit untuk membedakan antara penelitian murni (
dasar ) dan terapan secara terpisah, karena keduanya terletak pada satu garis
kontinum. Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak
memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis. Penelitian dasar pada
umumnya dilakukan pada laboratorium yang kondisinya terkontrol dengan ketat.
Penelitian terapan dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji, dan
mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan dalam memecahkan masalah –
masalah praktis. Jadi penelitian murni ( dasar ) berkenaan dengan penemuan dan
pengembangan ilmu. Setelah ilmu tersebut digunakan untuk memecahkan suatu
masalah, maka penelitian tersebut akan menjadi penelitian terapan.
Jujun S.
Suriasumantri ( 1985 ) menyatakan bahwa penelitian dasar atau muni adalah
penelitian yang bertujuan menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum
pernah diketahui, sedangkan penelitian terapan adalah bertujuan untuk
memecahkan masalah – masalah kehidupan praktis. Hubungan antara penelitian
dasar, penelitian pengambanan (R&D).
Borg and Gall (1988) menyatakan bahwa, penelitian dan
pengembangan ( research and development /R & D ), merupakan metode
penelitian yang digunakan untuk mengembangkan / memvalidasi produk – produk
yang digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran.
Penelitian dan
pengembangan merupakan “ jembatan “ antara penelitian dasar ( Basic Research )
dengan penelitian terapan ( Applied Research ), diamna penelitian dasar
bertujuan untuk “ to discover new knowledge about fundamental phenomena “ dan
applied research bertujuan untuk menemukan pengetahuan yang secara praktis
dapat di aplikasikan. Walaupun ada kalanya penelitian terapan juga untuk
mengembangkan produk. Penelitian dan pengambangan bertujuan untuk menemukan,
mengembangkan dan memvalidasi satu produk.
Basic Research
& Applied
Penemuan
ilmu Penemuan, Menerapkan
Baru pengembangan
dan Ilmu/produk
Pengujian produk
Selanjutnya
Borg and Gall ( 1989 ) menyatakan : One way to bridge the garp between research
and practice in education is to Research & Development. Pada umumnya
penelitian R & D bersifat longitudinal ( beberapa tahap ) untuk penelitian
analisis kebutuhan sehingga mampu dihasilkan produk yang bersifat hipotetik
sering digunakan metode penelitian dasar (basic research). Selanjutnay untuk
menguji produk yang masih bersifat hipotetik tersebut, digunakan eksperimen,
atau action research. Setelah produk teruji, maka dapat diaplikasikan. Proses
pengujian produk dengan eksperimen tersebut, dinamakan penelitian terapan (
applied research ).
Metode
penelitian eksperimen, survey dan naturalistik atau kualitatif juga dapat
ditempatkan dalam satu garis kontinum.
Metode
penelitian eksperimen sangat tidak alamiah atau natural karena tempat
penelitian di laboratorium dalam kondisi yang terkontrol sehingga tidak
terdapat pengaruh dari luar. Metode penelitian eksperimen merupakan metode
penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh treatment ( perlakuan )
tertentu. Misalnya pengaruh ruang kelas ber AC terhadap efektivitas
pembelajaran. Metode survey digunakan untuk mendapatkan data dari tempat
tertentu yang alamiah ( bukan buatan ), tetapi peneliti melakukan perlakuan
dalam pengumpulan data, misalnya denagn mengedarkan kuesioner, test, wawancara
terstruktur dan sebagainya ( perlakuan tidak seperti dalam eksperimen ). Metode
penelitian naturalistik / kualitatif, digunakan untuk meneliti pada tempat yang
alamiah, dan penelitian tidak membuat perlakuan, karena peneliti dalam
mengumpulkan data bersifat emic, yaitu berdasarkan pandangan dari sumber data,
bukan pandangan peneliti.
Metode
Metode
Metode
Eksperimen Survey Naturalistik
Tempat di Lab. Tempat
alamiah (tidak Tempat
alamiah
Ada
perlakuan di lab) ada
perlakuan tidak ada Perlakuan
Jenis – jenis
penelitian tersebut termasuk dalam metode kuantitatif adalah metode penelitian
eksperimen dan survey, dan sedangkan yang termasuk dalam metode kualitatif
yaitu metode naturalistik. Penelitian untuk basic research pada umumnya
menggunakan eksperiemn dan survey, dan R & D dapat menggunakan survey,
kualitatif dan eksperimen.
C.
Pengertian
metode penelitian kuantitatif dan kualitatif.
Metode
kuantitatif dinamakan metode
tradisional, karena metode ini sudah lama digunakan sehingga sudah mentradisi.
Metode ini berlandaskan pada filsafat positivism dan data penelitian berupa
angka-angka dan analisis menggunakan statistik.
Metode
penelitian kualitatif dinamakan metode baru, karena popularitas belum lama,
dinamakan postpositivistik karena berlandaskan pada filsafat postpositivisme.
Metode
penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang
berlandaskan pada filsafat positivism, digunakan untuk meneliti pada populasi
atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara
random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data
bersifat kuantitatif/statistic dengan tujuan untuk menguji hipotesisi yang telah
ditetapkan.
Filsafat
positivisme memandang realitas/ gejala/ fenomena itu dapat diklasifikasikan,
relative rendah, konkrit, teramati, terukur dan hubungan gejala bersifat sebab
akibat. Proses penelitian bersifat deduktif, dimana untuk menjawab rumusan
masalah digunakan konsep atau teori sehingga dapat dirumuskan hipotesis.
Metode
penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat
postpositivesme, digunakan untuk meneliti pada kondisi yang alamiah,( sebagai
lawannya adalah eksperimen) diman peneliti adalah sebagai instrument kunci,
pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik
pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat
induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna
dari pada generalisasi.
Metode
penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistic karena
penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting).
D. Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Untuk memahami
metode penelitian kuantitatif dan kualitatif secara mendalam, maka harus
diketahui perbadaannya. Perbadaan antara metode kualitatif dengan kuantitatif
meliputi tiga hal, yaitu perbadaan aksioma, proses penelitan, dan karakteristik
1.
Perbadaan Aksioma
|
Aksioma Dasar
|
Metode Kuantitatif
|
Metode Kualutatif
|
|||||
|
Sifat Realitas
|
Dapat diklasifikasikan,
konkrit, teramati, terukur
|
Ganda, holistik, hasil
konstruksi dan pemahaman
|
|||||
|
Hubungan peneliti dengan yang
diteliti
|
Independen, supaya terbangun
objektifitas
|
Interaktif dengan sumber data
supaya untuk memperoleh makna
|
|||||
|
Hubungan Variabel
|
Sebab – Akibat (Kausal)
|
|
|||||
|
Kemungkinan Generalisasi
|
Cenderung membuat generalisasi
|
Transferability (hanya mungkin
dalam ikatan konteks dan waktu)
|
|||||
|
Peranan Nilai
|
Cenderung bebas nilai
|
Terkait nilai-nilai yang dibawa
peneliti dan sumber data
|
2.
Karakteristik
metode Kuantitatif dan Kualitatif
|
No
|
Metode Kuantitatif
|
Metode Kualitatif
|
|
1
|
A. Desain
a.
Spesifik, jelas, rinci
b.
Ditentukan secara mantap sejak
awal
c.
Menjadi pegangan langkah demi
langkah
|
A. Desain
a.
Umum
b.
Fleksible
c.
Berkembang dan muncul dalam
proses penelitian
|
|
2
|
B. Tujuan
a.
Menunjukkan hubungan antara
variabel
b.
Menguji teori
c.
Mencari generalisasi yang
mempunyai nilai prediktif
|
B. Tujuan
a.
Menemukan pola hubungan yang
bersifat interaktif
b.
Menemukan teori
c.
Menggambarkan realitas yang
kompleks
d.
Memperoleh pemahaman makna
|
|
3
|
C. Teknik pengumpulan data
a.
Kuisioner
b.
Observasi dan wawancara
tersetruktur
|
C. Teknik pengumpulan data
a.
Participant observation
b.
Indepth interview
c.
Dokumentasi
d.
tringulasi
|
|
4
|
D. Instrumen Penelitian
a.
Tes, angket, wawancara
tersetruktur
b.
Instrumen yang telah terstandar
|
D. Instrumen Penelitian
a.
Peneliti sebagai instrumen
b.
Buku catatan, tape recorder,
camera, handycam dan lain-lain
|
|
5
|
E. Data
a.
Kuantitatif
b.
Hasil pengukuran variabel yang
dioperasionalkan dengan menggunakan instrumen
|
E. Data
a.
Deskriptif kualitatif
b.
Dokumen pribadi, catatan
lapangan, ucapan dan tindakan responden, dokumen dan lain-lain
|
|
|
F. Sampel
a.
Besar
b.
Respersentatif
c.
Sedapat mungkin random
d.
Ditentukan sejak awal
|
F. Sampel
a.
Kecil
b.
Tidak representatif
c.
Purposive
d.
Berkembang selama proses
penelitian
|
|
|
G. Analisis
a.
Setelah selesai pengumpulan
data
b.
Deduktif
c.
Menggunakan statistik untuk
menguji hipotesis
|
G. Analisis
a.
Terus menerus sejak awal sampai
akhir penelitian
b.
Induktif
c.
Mencari pola, model, thema,
teori
|
|
|
H. Hubungan dengan responden
a.
Dibuat berjarak, bahkan sering
tanpa kontak supaya objektif
b.
Kedudukan peneliti lebih tinggi
dari responden
c.
Jangka pendek sampai hipotesis
dapat dibuktikan
|
H. Hubungan dengan responden
a.
Empati, akrab supaya memperoleh
pemahaman yang mendalam
b.
Kedudukan sama bahkan sebagai
guru, konsultan
c.
Jangka lama, sampai datanya
jenuh, dapat ditemukan hipotesis atau teori
|
|
|
I. Usulan desain
a.
Luas dan rinci
b.
Literatur yang berhubungan
dengan masalah dan variabel yang diteliti
c.
Prosedur yang spesifik dan
rinci langkah-langkahnya
d.
Masalah dirumuskan dengan
spesifik dan jelas
e.
Hipotesis dirumuskan dengan
jelas
f.
Ditulis secara rinci dan jelas
sebelum terjun ke lapangan
|
I. Usulan disain
a.
Singkat, umum bersifat sementara
b.
Literatur yang digunakan
bersifat sementara, tidak menjadi pegangan utama
c.
Prosedur bersifat umum, seperti
akan merencanakan tour/piknik
d.
Masalah bersifat sementara dan
akan ditemukan setelah studi pendahuluan
e.
Tidak dirumuskan hipotesis,
karena justru akan menemukan hipotesis
f.
Fokus penelitian ditetapkan
setelah diperoleh data awal dari lapangan
|
|
|
J. Kapan penelitian dianggap
selesai?
Setelah semua kegiatan yang
direncanakan dapat diselesaikan
|
J. Kapan penelitian dianggap
selesai?
Setelah tidak ada data yang
dianggap baru/jenuh
|
|
|
K. Kepercayaan terhadap hasil
penelitian
Pengujian validitas dan
reliabilitas instrumen
|
K. Kepercayaan terhadap hasil
penelitian
Pengujian kredibilitas,
depenabilitas, proses dan hasil penelitian
|
3.
Proses
Penelitian
Perbedaan
antara metode penelitian kualitatif dan kuantitatif juga dapat dilihat dari
proses penelitian. Proses dalam metode penelitian kuantitatif bersifat linier
dan kualitatif bersifat sirkule
H.
Kompetensi Peneliti Kuantitatif dan
Kualitatif
Ada dua kompetensi yang perlu dimiliki
oleh seorang peneliti yaitu kompetensi kuantitatif dan kompetensi
kuallitatif.
1.
Kompetensi
Peneliti Kuantitatif
a. Memiliki
wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang pendidikan yang akan di teliti,
b. Mampu
melakukan analisis masalah secara akurat, sehingga dapat ditemukan masalah
penelitian pendidikan yang betul – betul masalah,
c. Mampu
menggunakan teori pendidikan yang tepat sehingga dapat digunakan untuk
memperjelas masalah yang diteliti, dan merumuskan hipotesis penelitian,
d. Memahami
berbagai jenis metode penelitian kuantitatif, seperti metode survey,
eksperimen, action research, exspost facto, evaluasi dan R & D
e. Memahami
teknik – teknik sampling, seperti probability sampling dan nonprobabiliy
sampling, dan mampu menghitung dan memilih jumlah sampel yang representatif
dengan sampling error tertentu.
f. Mampu
menyusun instrumen baik test maupun nontest untuk mengukur berbagai variabel
yang diteliti, mampu menguji validitas dan realibilitas instrumen
g. Mampu
mengumpulkan data dengan kuesioner, maupun dengan wawncara observasi, dan
dokumentasi.
h. Bila
pengumpulan data dilakukan oleh tim, maka harus mampu mengorganisasikan tim
peneliti dengan baik.
i.
Mampu menyajikan data, menganalisis data
secara kuantitatif untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis
penelitian yang telah dirumuskan,
j.
Mampu memberikan interprestasi terhadap
data hasil penelitian maupun hasil pengijian hipotesis.
k. Mampu
membuat laporan secara sistematis, dan menyampaikan hasil penelitian ke pihak –
pihak yang terkait,
l.
Mampu membuat abstraksi hasil
penelitian, dan membuat artikel untuk dimuat ke dalam jurnal ilmiah
m. Mampu
mengkomunikasikan hasil penelitian kepada masyarakat luas.
2.
Kompetensi
Peneliti kualitatif
a. Memiliki
wawasan yang luas dan mendalam tenatng bidang pendidikan yang akan diteliti,
b. Mampu
menciptakan rapport kepada setiap orang yang ada pada situasi sosial yang akan
diteliti. Menciptakan rapport berarti mampu membangun hubungan yang akrab
dengan setiap orang yang ada pada konteks sosial,
c. Memiliki
kepekaan untuk melihat setiap gejaka yang ada pada obyek penelitian ( situasi
sosial )
d. Mampu
menggali sumber data dengan observasi prtisipan, dan wawancara mendalam secara
triangulasi, serta sumber – sumber lain.
e. Mampu
menganalisis data kualitatif secara induktif berkesinambungan mulai dari
analisis deskriptif, domain, komponensial, dan tema kultural/budaya.
f. Mampu
menguji kredibilitas, debendabilitas, konfirmabilitas, dan trasferabilitas
hasil penelitian,
g. Mampu
menghasilkan temuan pengetahuan, mengkonstruksi fenomena, hipotesis atau ilmu
baru,
h. Mampu
membuat laporan secara sistematis, jelas, lengkap dan rinci.
i.
Mampu membuat abstraksi hasil
penelitian, dan membuat artikel untuk dimuat kedalam jurnal ilmiah,
j.
Mampu mengkomunikasikan hasil penelitian
kepada masyarakat luas.
I.
Ruang Lingkup
Penelitian pendidikan
1.
Pengertian dan
Pendidikan
Dalam UU. No.20
Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pendidikan diartikan sebagai
usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diprlukan dirinya, masyarakan,
bangsa dan negara.
Selanjutnya
dinyatakan bahwa pendidikan nasional bertujuan mengembangkan potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga
negara yang demokratis serta bertanggung jawab dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa.
2.
Ruang
Penelitian Pendidikan
Ruang lingkup penelitian pendidikan ditunjukkan pada gambar 1.10
berikut. Berdasarkan gambar 1.10 tersebut, terlihat bahwa, lingkup penelitian
pendidikan di indonesia meliputi penelitian pada tingkat kebijakan, tingkat
managerial dan institusional.
Pada lingkup kebijakan pendidikan, penelitian pendidikan terdapat
enam(6) bidang yaitu:
1. perumusan kebijakan tentang pendidikan yang dilakukan oleh MPR
2. kebijakan presiden dan DPR tentang pendidikan
3. kebijakan Mendiknas tentang pendidikan
4. kebijakan dirjen, Gubernur, Bupati, Wali kota diknas tentang
pendidikan
5. implementasi kebijakan pendidikan
6. output dan outcome kebijakan pendidikan.
Pada lingkup manajerial, penelitian pendidikan meliputi jenjang:
1.
Perencanaan
pendidikan pada tingkat nasional, propinsi/kabupaten/kota dan lembaga
2.
Organisasi
diknas, dinas propinsi/kabupaten/kota dan institusi pendidikan
3.
Kepemimpinan
pendidikan
4.
Ekonomi
pendidikan
5.
Bengunan pendidikan,
sarana dan prasarana pendidikan
6.
Hubungan
kerjasama antar lembaga pendidikan
7.
Koordinasi
pendidikan dari pusat ke daerah
8.
SDM tenaga
pendidikan
9.
Evaluasi
pendidikan
10.
Kearsipan,
perpustakaan dan musium pendidikan
Pada tingkat institusional lingkup penelitian meliputi berbagai
bidang yaitu:
1.
Aspirasi
masyarakat dalam memilih pendidikan
2.
Pemasaran
lembaga pendidikan
3.
Sistem seleksi
murid baru
4.
Kurikulum,
silabe
5.
Teknologi
pembelajaran
6.
Media
pendidikan, buku ajar, dll
7.
Penampilan
mengajar guru
8.
Manajemen kelas
9.
Sistem evaluasi
belajar
10.
Sistem ujian
akhir
11.
Kuantitas dan
kualitas lulusan
12.
Manajemen kelas
13.
Unit produksi
14.
Perkembangan
karier lulusan
15.
Pembiayaan
pendidikan
16.
Profil
pekerjaan dan tenaga kerja DUDI
17.
Kebutuhan
masyarakat akan lulusan pendidikan
Jadi penelitian
pendidikan itu tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga di masyarakat yang
memperlukan institusi sekolah dan masyarakat yang menggunakan lulusan sekolah.
Penelitian pada bidang pendidikan juga dapat dilakukan pada jalur, jenjang dan
jenis pendidikan tertentu, dengan menggunakan berbagai metode pendidikan
seperti yang telah dikemukakan. Metode penelitian yang dapat digunakan untuk
penelitian adalah metode survey, eksperimen, kualitatif dan research and development (R&D).
Pertanyaan :
1.
Dari perbedaan aksioma
apa yang dimaksud dengan kemungkinan generalisasi?
2.
Maksud dari
cross sectional dan longitudinal?
3.
Maksud dari
hipotetik?
4.
Yang dimaksud
Metode ex post facto adalah?






0 komentar:
Posting Komentar