
NASEHAT, KONSELING DAN PSIKOTERAPI
PERBANDINGAN NASEHAT, KONSELING DAN PSIKOTERAPI
MAKALAH
Tugas
ini disusun untuk memenuhi salah mata kuliah
Dasar-dasar Bimbingan dan
Konseling
Dosen
Pengampu : Lilis Ratna
Purnamasari, S.Pd
Oleh :
Kiftiyah Riris Novita (1301413122)
JURUSAN BIMBINGAN DAN
KONSELING
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI
SEMARANG
2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT karena berkat rahmat
dan hidayah-Nya, makalah ini dapat diselesaikan. Makalah ini kami susun dengan sumber
yang sebenar-benarnya dan dapat dipertanggung jawabkan.
Terima kasih kami
sampaikan kepada Ibu Lilis Ratna Purnamasari yang telah
membimbing kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Tentu masih banyak kekurangan dalam
penyusunan makalah ini, baik dalam hal bahasa maupun penguasaan
materi secara komprehensif. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk perbaikan makalah
ini. Semoga makalah yang telah kami buat dapat bermanfaat dengan baik, amin.
Semarang, 14 Desember 2013
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
...................................................................................... i
DAFTAR ISI...................................................................................................... ii
|
BAB I PENDAHULUAN
1.1.
|
Latar
belakang............................................................................................
1.2.
|
Rumusan masalah .......................................................................................
1.3.
|
Tujuan.........................................................................................................
1.4. Manfaat.......................................................................................................
|
BAB II PEMBAHASAN
|
2.1.
Pengertian
Konseling, Nasehat, dan Psikoterapi..........................................
|
2.2.
Perbedaan
Konseling, Psikoterapi, dan Nasehat.......................................
2.3. Perbandingan Nasehat, Konseling dan Psikoterapi.....................................
|
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan
.............................................................................................
|
3.2
Saran
.......................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Dalam dunia psikologi, dikenal istilah nasehat, konseling dan
psikoterapi. sebagai bentuk aktifitas pemberian bantuan psikologis kepada
seorang individu yang memerlukannya. Sementara istilah "konseling"
sendiri tidak bisa dilepaskan dengan istilah "psikoterapi". Jika
dilihat eksistensinya, konseling merupakan salah satu bantuan profesional yang
sejajar dengan, misalnya, psikiatris, psikoterapi, kedokteran, dan penyuluhan
sosial. Sedang nasehat dapat diberikan pada siapa aja berdasakan tempat dan
waktu yang ada, Psikoterapi hanya bisa diberikan oleh professional juga yaitu
oleh psikiatri. Dengan demikian, antara
nasehat, konseling, dan psikoterapi memiliki keterkaitan yang sangat erat
sebagai bagian dari aktifitas pemberian bantuan psikologis kepada seorang
klien. Namun dari ketiganya memiliki perbedaan mulai dari cara penyampaian,
yang menyampaikan, tempat, waktu,
permasalahan klien dan penanganan terhadap klien.
1.2
Rumusan
Masalah
1.
Apa saja Pengertian
Konseling, Nasehat, dan Psikoterapi ?
2.
Apa Perbedaan
Konseling, Psikoterapi, dan Nasehat ?
3.
Apa Perbandingan
Nasehat, Konseling dan Psikoterapi ?
1.3
Tujuan
1.
Dapat
mengetahui Apa saja Pengertian Konseling, Nasehat, dan Psikoterapi
2.
Dapat memahami
Apa Perbedaan Konseling, Psikoterapi, dan Nasehat
3.
Dapat
membandingkan mengenai Nasehat, Konseling dan Psikoterapi
1.4
Manfaat
1.
Pembaca dapat
mengerti Konseling, Nasehat, dan Psikoterapi
2.
Melalui makalah
ini pembaca dapat memahami tentang Perbedaan Konseling, Psikoterapi, dan
Nasehat
3.
Ilmu yang pembaca
baca juga dari makalah ini yaitu tentang Perbandingan Nasehat, Konseling dan
Psikoterapi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Konseling, Nasehat, dan Psikoterapi
2.1.1
Konseling
Dewa Ketut Sukardi
juga memberikan batasan pengertian konseling sebagai berikut : “Konseling
adalah bantuan yang diberikan kepada klien (counselee) dalam memecahkan
masalah-masalah secara face to face, dengan cara yang sesuai dengan keadaan
klien (counselee) yang dihadapi untuk mencapai kesejahteraan hidup”.
Menurut Prayitno
dan Amti, 2004 “ Konseling adalah usaha menghidupkan dan mendayagunakan secara
penuh fungsi-fungsi yang minimal secara potensial organismik ada pada diri
klien itu. Jika fungsi ini berjalan dengan baik dapat dihahrapkan dinamika
hidup klien akan kembeli berjalan dengan wajar mengarah pada tujuan yang
positif”
Seperti yang telah kita pelajari dulu mengenai
konseling yang mana definisi dari konseling yakni hubungan antara konselor yang
sudah ahli dalam bidangnya dan konseli secara profesional untuk memberikan
bantuan kepada klien (konseli) secara langsung (tatap muka) dengan mewawancarai
klien yang sedang mengalami gangguan masalah hidup, agar klien dapat hidup
lebih baik dan berkualitas.
2.1.1.1
Ciri-ciri
Pokok Konseling:
a)
Konseling menuntut dilaksanakannya oleh seorang
konselor yang professional, kompeten dalam menangani konflik-konflik,
kecemasan-kecemasanatau masalah yang berkaitan dengan keputusan-keputusan
pribadi, sosial, karier dan pendidikan serta ciri-ciri pribadi yang akan memungkinkannya memahani
proses-proses psikologi dan dinamika perilaku pada diri klien dan konselor,
maupun hubungan antar keduanya.
b) Konseling melibatkan dua orang atau lebih yang
saling berinteraksi dengan jalan mengadakan komunikasi langsung maupun tidak
langsung mengemukakan dan memperhatikan dengan seksama isi pembicaraan,
gerakan-gerakan isyarat, pandangan mata dan gerakan-gerakan lain dengan maksud
meningkatkan pemahaman kedua belah pihak yang terlibat dalam interaksi itu.
c) Model interaksi dalam konseling tidak terbatas
dalam dimensi verbal saja tetapi juga
telah dikembangkan model interaksi konseling non verbal.
d) Interaksi antar konselor dan klien berlangsung
dalam waktu yang relative lama dan terarah pada pencapaian tujuan.
e) Tujuan dari proses konseling adalah terjadinya
perubahan pada tingkah laku klien.
f) Konseling merupakan proses yang dinamis.
g)
Konseling didasari atas penerimaan konselor secara wajar tentang diri
klien.
2.1.2 Nasihat
Dalam Kamus Besar bahasa
Indonesia Nasehat berarti ajaran atau pelajaran baik; anjuran (petunjuk,
peringatan, teguran) yang baik. Menasehati merupakan memberi nasihat (kepada)
orang lain dari orang yang lebih dewasa atau dari orang yang memiliki wawasan
yang lebih luas.
Seperti yang kita ketahui
dan sering kita dengar bahkan kita juga sering mendapat nasehat, baik itu dari
orang tua, guru, kakak dan orang disekeliling kita yang lebih dewasa tentunya.
Dari pengalaman yang kita alami sendiri mengenai nasehat itu, bahwa nasehat
biasanya diberikan secara spontan karena suatu keadaan maupun untuk antisipasi
yang mana proses tahap-tahapannya tidak diperhatikan atau tidak harus urut.
2.1.3 Psikoterapi
Psikoterapi adalah suatu interaksi sistematis antara klien dan
terapis yang menggunakan prinsip-psinsip psikologis untuk membantu menghasilkan
perubahan dalam tingkah laku, pikiran dan perasaan klien supaya membantu klien
mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau
berkembang sebagai seorang individu.
Pada awalnya kata “psikoterapi” berasal dari
dua kata, yaitu “psiko” dan “terapi”. Psiko artinya kejiwaan atau mental dan
“terapi” adalah penyembuhan atau usaha. Jadi dapat dikatakan bahwa psikoterapi
mungkin dapat disebut Penyembuhan jiwa atau Penyembuhan (usaha) mental.
Sehingga Psikoterapi adalah proses formal interaksi antara dua pihak atau lebih
yang satu adalah professional penolong dan yang lain adalah “petolong” (orang
yang ditolong) dengan catatan bahwa interaksi itu menuju pada perubahan atau penyembuhan.
2.1.3.1
Tujuan Psikoterapi
a)
Memperkuat motivasi untuk melakukan hal-hal yang
benar
Tujuan ini biasanya dilakukan melalui terapi yang
sifatnya direktif (memimpin) dan suportif (memberikan dukungan dan semangat).
Persuasi (ajakan) dengan cara diberi nasehat sederhana sampai pada hypnosis
(keadaan seperti tidur karena sugesti) digunakan untuk menolong orang bertindak
dengan cara yang tepat.
b)
Mengurangi tekanan emosi melalui kesempatan untuk
mengekspresikan perasaan yang mendalam
Fokus disini adalah adanya katarsis (penyucian
diri yang membawa pembaruan rohani dan pelepasan dari ketegangan).
c)
Membantu klien mengembangkan potensinya.
Klien diharapkan dpt. Mengembangkan potensinya.
Ia akan mampu melepaskan diri dari fiksasi (perasaan terikat atau terpusat pada
sesuatu secara berlebihan) yang dialaminya. Klien akan menemukan bahwa dirinya
mampu untuk berkembang ke arah yang lebih positif.
d)
Mengubah kebiasaan
Tugas terapis adalah menyiapkan situasi belajar
baru yang dapat digunakan untuk mengganti kebiasaan-kebiasaan yang kurang
adaptif.
e)
Mengubah struktur kognitif individu
Menggambarkan tentang dirinya sendiri maupun
dunia sekitarnya. Masalah muncul biasanya terjadi kesenjangan antara struktur
kognitif individu dengan kenyataan yang dihadapinya. Jadi, Struktur kognisi ( kegiatan
atau proses untuk memperoleh pengetahuan) perlu diubah untuk menyesuaikan
dengan kondisi yang ada.
f)
Meningkatkan pengetahuan dan kapasitas untuk
mengambil keputusan dengan tepat.
g)
Meningkatkan pengetahuan diri atau insight
(pencerahan).
h)
Meningkatkan hubungan antar pribadi
i)
Mengubah lingkungan social individu. Terutama
terapi yang diperuntukan untuk anak-anak.
j)
Mengubah proses somatic (fisik) supaya mengurangi rasa sakit dan meningkatkan
kesadaran tubuh
k)
Latihan fisik dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran
individu. Seperti : Relaksasi untuk mengurangi kecemasan, yoga, senam, menari
dll.
l)
Mengubah status kesadaran untuk mengembangkan
kesadaran, control, dan kreativitas diri.
2.2
Perbedaan
Konseling, Psikoterapi, dan Nasehat
2.2.1 Perbedaan Konseling dan Psikoterapi
Diantara perbedaan
penting konseling dan psikoterapi api menyangkut menyatakan bahwa kosenling dan
selenggarakan untuk menangani ketidakstabilan emosional, ketidakmampuan
mengontrol diri dan perasaan ego yang negative. Semangat psikoterapi lebih
menangani gangguan mental dan problem berat seperti konflik – konflik yang
serius, gangguan perasaan, dan sebagainya.
Pandangan ini sejalan dengan Vance dan Volsky menjelaskan bahwa
konseling menangani individu normal dengan masalah – masalah ringan, sedangkan
psikoterapi menangangi individu yang kurang normal dan bermasalah berat Hansen
dkk. (1982). Yang dimaksud individu normal ditandai oleh kesadaran tekanan –
tekanan yang sangat mendalam dan mengalami masalah emosional dan neuritik
sehingga perlu analisis ketidak sadarannya dan usaha rekonstruksi
kepribadiannya.
Tabel 2.1 (Hansen, J.C., Stevic, R.R. dan Ricard W.W. (1977). Counselling: Theory and
Process. 3th edition. New
York: Allyn and Bacon Inc. p. 13)
Konseling
|
Psikoterapi
|
Suporter dan Edukatif
|
Rekonstruktif
|
Vokasional
|
Emosional, Perilaku
|
Pemberian dorongan
|
Pemberian dorongan (dalam kondisi krisis)
|
Masalah yang situasional
|
Masalah emosional yang berat, neurotik
|
Pemecahan masalah
|
Rekonstruksi kepribadian
|
Dalam situasi yang sadar
|
Alam yang tidak sadar
|
Orang yang normal
|
Orang yang patologis
|
Saat ini dan akan dating
|
Masa lalu
|
Jangka pendek
|
Jangka panjang
|
Akibat tekanan lingkungan
|
Konflik emosional
|
Menyusun rencana yang rasional
|
Menyembuhkan masalah – masalah yang berat.
|
Mencegah masalah penyelesaian yang lebih berat
|
Mengerti berperilaku dalam kehidupan sehari – hari.
|
Mengatasi Problem kehidupan sehari – hari
|
Mengatasi problem kehidupan sehari – hari.
|
Selanjutnya Hansen, dkk.
(1982) menjelaskan bahwa dalam psikoterapi dilakukan terhadap individu yang
mengalami konflik interpersonal yang sangat mendalam, sedangkan konseling
dilakukan terhadap individu yang mengalami masalah – masalah berhubungan dengna
peran dalam kehidupan sehari – hari. Secara jelas tampak pada Gambar 1 bahwa
pekerjaan psikoterapis dan konselor adalah berbeda dilihat dari kedalam masalah
yang ditangani.
Zuraidah (1994) menyatakan memberi nasihat adalah
strategi untuk menyelesaikan masalah tanpa memikirkan perasaan individu
yang terlibat. Ia merupakan satu cara yang mudah bagi mengelakkan diri
daripada memahami , memeriksa dan menjelajah masalah yang dihadapi. Mengikut
Kamus Dewan (1994 ) nasihat ialah ajaran , petunjuk yang baik , peringatan ,
mengusulkan , mengesyorkan ataupun menganjurkan kepada seseorang tentang
pelbagai hal. Gibson dan Mitchell (1999) menyatakan nasihat digunakan bagi
menyediakan klien dengan maklumat baru dan berguna. Ia juga mengajar bagaimana
untuk berfikir dan bertindak.
2.2.2 Perbedaan Konseling dan Nasehat
Perbedaan konseling dan pemberian nasehat
*Pemberian Nasehat
Memberitahukan klien apa yang sebaiknya klien lakukan, menghakimi perilakunya di masa lalu dan sekarang.
*Konseling
Memberikan fakta-fakta sehingga klien dapat membuatkeputusan, membuat klien bertanya dan mendiskusikan masalah pribadinya.
Memberitahukan klien apa yang sebaiknya klien lakukan, menghakimi perilakunya di masa lalu dan sekarang.
*Konseling
Memberikan fakta-fakta sehingga klien dapat membuatkeputusan, membuat klien bertanya dan mendiskusikan masalah pribadinya.
2.3 Perbandingan Nasehat, Konseling dan Psikoterapi
Dari penjelasan diatas,
dapat ditarik kesimpulan bahwa perbandingan antara nasehat, konseling dan
psikologi adalah:
1.
Nasehat: diberikan dari siapapun dan ditujukan
kapada siapapun, biasanya nasehat diberikan tidak direncanakan waktu dan
tempatnya, nasehat biasanya hanya berlangsung satu arah dimana seseorang
memberikan masukan pada orang lain tanpa ada umpan balik secara langsung, tidak
ada tahapan dalam pelaksanaannya.
2.
Konseling: diberikan oleh seorang konselor
profesional , konseling mengangani permasalahan sehari-hari yang dialami oleh
konseli (tidak berhubungan dengan keabnormalan seseorang), adanya kesepakatan
pelaksanaan proses konseling diantara konselor dan konseli yang memerlukan
bantuan, pelaksanaannya berlangsung dua arah dimana konseli dan konselor
sama-sama aktif dalam rangka menyelesaikan masalah dan mencapai tujuan yang
diinginkan, pelaksanaannya pun diatur tidak secara spontan, konseling cenderung
bersifat mencegah penyimpangan, terdapat tahapan dalam pelaksanaannya.
3.
Psikoterapi: diberikan oleh psikiater, cenderung
menangani orang yang mengalami gangguan pada jiwa nya (abnormal), psikoterapi
cenderung bersifat menyembuhkan, terdapat tahapan-tahapan dalam pelaksanaannya.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Konseling merupakan layanan yang diberikan oleh seorang
konselor profesional , konseling mengangani permasalahan sehari-hari yang
dialami oleh konseli (tidak berhubungan dengan keabnormalan seseorang). Nasehat diberikan dari siapapun dan ditujukan kapada siapapun,
biasanya nasehat diberikan tidak direncanakan waktu dan tempatnya. Psikoterapi: diberikan oleh psikiater, cenderung
menangani orang yang mengalami gangguan pada jiwa nya (abnormal), psikoterapi
cenderung bersifat menyembuhkan, terdapat tahapan-tahapan dalam pelaksanaannya.
Jadi nasehat, psikoterapi dan konseling itu
berbeda dilihat dari yang menyampaikan, waktu, tempat, dan kliennya.
3.2 Saran
Dalam
pembuatan makalah ini mungkin kurang kurang sempurna, diharapkan bagi para
pembaca untuk bisa mengembangkan kembali, kritik dan saran
yang membangun sangat penyusun harapkan untuk perbaikan makalah-makalah di
kemudian hari.
DAFTAR PUSTAKA
Anoname. 2013. Konseling.
diakses dari http://id.wikipedia.org/wiki/Konseling (diakses pada 15/12/2013)
Latipun.2010.Psikologi Konseling.(Revisi Edisi Ketiga).Malang:
UMM Press
Mappiare, Andi.
1992. Pengantar Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT Raja Grafindo
Prayitno dan
Erman Amti. 2004. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta : PT.
Rineka Cipta
Husada, Dian. (n.d). Perbedaan konseling dan nasehat. Online.
http://finalisadianhusada.blogspot.com/p/perbedaan-konseling-dan-pemberian.html
(diakses pada 15/12/2013)
Faik. 2011.Perbedaan Persamaan Konseling Dan Psikoterapi.
Dikutip darihttp://catatannyandukfaiq.blogspot.com/2009/05/perbedaan-persamaan-konseling-dan.html (diakses pada 15/12/2013)






0 komentar:
Posting Komentar