Senin, 22 Desember 2014

Makalah Nasehat, Konseling, Psikoterapi

NASEHAT, KONSELING DAN PSIKOTERAPI
PERBANDINGAN NASEHAT, KONSELING DAN PSIKOTERAPI
MAKALAH
Tugas ini disusun untuk memenuhi salah mata kuliah
 Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling
Dosen Pengampu :  Lilis Ratna Purnamasari, S.Pd


Oleh :
Kiftiyah Riris Novita              (1301413122)


JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2013
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, makalah ini dapat diselesaikan. Makalah ini kami susun dengan sumber yang sebenar-benarnya dan dapat dipertanggung jawabkan.
Terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Lilis Ratna Purnamasari yang telah membimbing kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
            Tentu masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini, baik dalam hal bahasa maupun penguasaan materi secara komprehensif. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk perbaikan makalah ini. Semoga makalah yang telah kami buat dapat bermanfaat dengan baik, amin.

Semarang, 14 Desember 2013


Penulis


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................  i
DAFTAR ISI......................................................................................................  ii

1
 
BAB I PENDAHULUAN
1.1.      

1
 
Latar belakang............................................................................................
1.2.      

1
 
Rumusan masalah ....................................................................................... 
1.3.      

2
 
Tujuan.........................................................................................................
1.4.       Manfaat.......................................................................................................

3
 
BAB II PEMBAHASAN

7
 
       2.1.   Pengertian Konseling, Nasehat, dan Psikoterapi..........................................

11
 
       2.2.   Perbedaan Konseling, Psikoterapi, dan Nasehat.......................................
       2.3.   Perbandingan Nasehat, Konseling dan Psikoterapi.....................................

12
 
BAB III  PENUTUP
3.1         Kesimpulan .............................................................................................

12
 
3.2    Saran .......................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA





BAB I
PENDAHULUAN
1.1             Latar Belakang
Dalam dunia psikologi, dikenal istilah nasehat, konseling dan psikoterapi. sebagai bentuk aktifitas pemberian bantuan psikologis kepada seorang individu yang memerlukannya. Sementara istilah "konseling" sendiri tidak bisa dilepaskan dengan istilah "psikoterapi". Jika dilihat eksistensinya, konseling merupakan salah satu bantuan profesional yang sejajar dengan, misalnya, psikiatris, psikoterapi, kedokteran, dan penyuluhan sosial. Sedang nasehat dapat diberikan pada siapa aja berdasakan tempat dan waktu yang ada, Psikoterapi hanya bisa diberikan oleh professional juga yaitu oleh psikiatri.  Dengan demikian, antara nasehat, konseling, dan psikoterapi memiliki keterkaitan yang sangat erat sebagai bagian dari aktifitas pemberian bantuan psikologis kepada seorang klien. Namun dari ketiganya memiliki perbedaan mulai dari cara penyampaian, yang menyampaikan, tempat, waktu,  permasalahan klien dan penanganan terhadap klien.
1.2             Rumusan Masalah
1.         Apa saja Pengertian Konseling, Nasehat, dan Psikoterapi ?
2.         Apa Perbedaan Konseling, Psikoterapi, dan Nasehat ?
3.         Apa Perbandingan Nasehat, Konseling dan Psikoterapi ?
1.3             Tujuan

1.         Dapat mengetahui Apa saja Pengertian Konseling, Nasehat, dan Psikoterapi
2.         Dapat memahami Apa Perbedaan Konseling, Psikoterapi, dan Nasehat
3.         Dapat membandingkan mengenai Nasehat, Konseling dan Psikoterapi
1.4             Manfaat
1.         Pembaca dapat mengerti Konseling, Nasehat, dan Psikoterapi
2.         Melalui makalah ini pembaca dapat memahami tentang Perbedaan Konseling, Psikoterapi, dan Nasehat
3.         Ilmu yang pembaca baca juga dari makalah ini yaitu tentang Perbandingan Nasehat, Konseling dan Psikoterapi.









BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Konseling, Nasehat, dan Psikoterapi

2.1.1 Konseling
            Dewa Ketut Sukardi juga memberikan batasan pengertian konseling sebagai berikut : “Konseling adalah bantuan yang diberikan kepada klien (counselee) dalam memecahkan masalah-masalah secara face to face, dengan cara yang sesuai dengan keadaan klien (counselee) yang dihadapi untuk mencapai kesejahteraan hidup”.
            Menurut Prayitno dan Amti, 2004 “ Konseling adalah usaha menghidupkan dan mendayagunakan secara penuh fungsi-fungsi yang minimal secara potensial organismik ada pada diri klien itu. Jika fungsi ini berjalan dengan baik dapat dihahrapkan dinamika hidup klien akan kembeli berjalan dengan wajar mengarah pada tujuan yang positif”
Seperti yang telah kita pelajari dulu mengenai konseling yang mana definisi dari konseling yakni hubungan antara konselor yang sudah ahli dalam bidangnya dan konseli secara profesional untuk memberikan bantuan kepada klien (konseli) secara langsung (tatap muka) dengan mewawancarai klien yang sedang mengalami gangguan masalah hidup, agar klien dapat hidup lebih baik dan berkualitas.
2.1.1.1 Ciri-ciri Pokok Konseling:
a)      Konseling menuntut dilaksanakannya oleh seorang konselor yang professional, kompeten dalam menangani konflik-konflik, kecemasan-kecemasanatau masalah yang berkaitan dengan keputusan-keputusan pribadi, sosial, karier dan pendidikan serta ciri-ciri pribadi yang akan memungkinkannya memahani proses-proses psikologi dan dinamika perilaku pada diri klien dan konselor, maupun hubungan antar keduanya.
b)      Konseling melibatkan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dengan jalan mengadakan komunikasi langsung maupun tidak langsung mengemukakan dan memperhatikan dengan seksama isi pembicaraan, gerakan-gerakan isyarat, pandangan mata dan gerakan-gerakan lain dengan maksud meningkatkan pemahaman kedua belah pihak yang terlibat dalam interaksi itu.
c)      Model interaksi dalam konseling tidak terbatas dalam dimensi  verbal saja tetapi juga telah dikembangkan model interaksi konseling non verbal.
d)     Interaksi antar konselor dan klien berlangsung dalam waktu yang relative lama dan terarah pada pencapaian tujuan.
e)      Tujuan dari proses konseling adalah terjadinya perubahan pada tingkah laku klien.
f)       Konseling merupakan proses yang dinamis.
g)      Konseling didasari atas penerimaan konselor secara wajar tentang diri klien.
2.1.2 Nasihat
Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia Nasehat berarti ajaran atau pelajaran baik; anjuran (petunjuk, peringatan, teguran) yang baik. Menasehati merupakan memberi nasihat (kepada) orang lain dari orang yang lebih dewasa atau dari orang yang memiliki wawasan yang lebih luas.
Seperti yang kita ketahui dan sering kita dengar bahkan kita juga sering mendapat nasehat, baik itu dari orang tua, guru, kakak dan orang disekeliling kita yang lebih dewasa tentunya. Dari pengalaman yang kita alami sendiri mengenai nasehat itu, bahwa nasehat biasanya diberikan secara spontan karena suatu keadaan maupun untuk antisipasi yang mana proses tahap-tahapannya tidak diperhatikan atau tidak harus urut.
2.1.3 Psikoterapi
Psikoterapi adalah suatu interaksi sistematis antara klien dan terapis yang menggunakan prinsip-psinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku, pikiran dan perasaan klien supaya membantu klien mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu.
Pada awalnya kata “psikoterapi” berasal dari dua kata, yaitu “psiko” dan “terapi”. Psiko artinya kejiwaan atau mental dan “terapi” adalah penyembuhan atau usaha. Jadi dapat dikatakan bahwa psikoterapi mungkin dapat disebut Penyembuhan jiwa atau Penyembuhan (usaha) mental. Sehingga Psikoterapi adalah proses formal interaksi antara dua pihak atau lebih yang satu adalah professional penolong dan yang lain adalah “petolong” (orang yang ditolong) dengan catatan bahwa interaksi itu menuju pada perubahan atau penyembuhan.
2.1.3.1  Tujuan Psikoterapi
a)        Memperkuat motivasi untuk melakukan hal-hal yang benar
Tujuan ini biasanya dilakukan melalui terapi yang sifatnya direktif (memimpin) dan suportif (memberikan dukungan dan semangat). Persuasi (ajakan) dengan cara diberi nasehat sederhana sampai pada hypnosis (keadaan seperti tidur karena sugesti) digunakan untuk menolong orang bertindak dengan cara yang tepat.
b)        Mengurangi tekanan emosi melalui kesempatan untuk mengekspresikan perasaan yang mendalam
Fokus disini adalah adanya katarsis (penyucian diri yang membawa pembaruan rohani dan pelepasan dari ketegangan).
c)        Membantu klien mengembangkan potensinya.
Klien diharapkan dpt. Mengembangkan potensinya. Ia akan mampu melepaskan diri dari fiksasi (perasaan terikat atau terpusat pada sesuatu secara berlebihan) yang dialaminya. Klien akan menemukan bahwa dirinya mampu untuk berkembang ke arah yang lebih positif.
d)       Mengubah kebiasaan
Tugas terapis adalah menyiapkan situasi belajar baru yang dapat digunakan untuk mengganti kebiasaan-kebiasaan yang kurang adaptif.
e)        Mengubah struktur kognitif individu
Menggambarkan tentang dirinya sendiri maupun dunia sekitarnya. Masalah muncul biasanya terjadi kesenjangan antara struktur kognitif individu dengan kenyataan yang dihadapinya. Jadi, Struktur kognisi ( kegiatan atau proses untuk memperoleh pengetahuan) perlu diubah untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada.
f)         Meningkatkan pengetahuan dan kapasitas untuk mengambil keputusan dengan tepat.
g)        Meningkatkan pengetahuan diri atau insight (pencerahan).
h)        Meningkatkan hubungan antar pribadi
i)          Mengubah lingkungan social individu. Terutama terapi yang diperuntukan untuk anak-anak.
j)          Mengubah proses somatic (fisik)  supaya mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kesadaran tubuh
k)        Latihan fisik dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran individu. Seperti : Relaksasi untuk mengurangi kecemasan, yoga, senam, menari dll.
l)          Mengubah status kesadaran untuk mengembangkan kesadaran, control, dan kreativitas diri.

2.2        Perbedaan Konseling, Psikoterapi, dan Nasehat

2.2.1 Perbedaan Konseling dan Psikoterapi
            Diantara perbedaan penting konseling dan psikoterapi api menyangkut menyatakan bahwa kosenling dan selenggarakan untuk menangani ketidakstabilan emosional, ketidakmampuan mengontrol diri dan perasaan ego yang negative. Semangat psikoterapi lebih menangani gangguan mental dan problem berat seperti konflik – konflik yang serius, gangguan perasaan, dan sebagainya.
Pandangan ini sejalan dengan Vance dan Volsky menjelaskan bahwa konseling menangani individu normal dengan masalah – masalah ringan, sedangkan psikoterapi menangangi individu yang kurang normal dan bermasalah berat Hansen dkk. (1982). Yang dimaksud individu normal ditandai oleh kesadaran tekanan – tekanan yang sangat mendalam dan mengalami masalah emosional dan neuritik sehingga perlu analisis ketidak sadarannya dan usaha rekonstruksi kepribadiannya.

Tabel 2.1 (Hansen, J.C., Stevic, R.R. dan Ricard W.W. (1977). Counselling: Theory and
Process. 3th edition. New York: Allyn and Bacon Inc. p. 13)

Konseling
Psikoterapi
Suporter dan Edukatif
Rekonstruktif
Vokasional
Emosional, Perilaku
Pemberian dorongan
Pemberian dorongan (dalam kondisi krisis)
Masalah yang situasional
Masalah emosional yang berat, neurotik
Pemecahan masalah
Rekonstruksi kepribadian
Dalam situasi yang sadar
Alam yang tidak sadar
Orang yang normal
Orang yang patologis
Saat ini dan akan dating
Masa lalu
Jangka pendek
Jangka panjang
Akibat tekanan lingkungan
Konflik emosional
Menyusun rencana yang rasional
Menyembuhkan masalah – masalah yang berat.
Mencegah masalah penyelesaian yang lebih berat
Mengerti berperilaku dalam kehidupan sehari – hari.
Mengatasi Problem kehidupan sehari – hari
Mengatasi problem kehidupan sehari – hari.

 Selanjutnya Hansen, dkk. (1982) menjelaskan bahwa dalam psikoterapi dilakukan terhadap individu yang mengalami konflik interpersonal yang sangat mendalam, sedangkan konseling dilakukan terhadap individu yang mengalami masalah – masalah berhubungan dengna peran dalam kehidupan sehari – hari. Secara jelas tampak pada Gambar 1 bahwa pekerjaan psikoterapis dan konselor adalah berbeda dilihat dari kedalam masalah yang ditangani.
Zuraidah (1994) menyatakan memberi nasihat adalah strategi untuk menyelesaikan masalah tanpa memikirkan perasaan individu yang terlibat. Ia merupakan satu cara yang mudah bagi mengelakkan diri daripada memahami , memeriksa dan menjelajah masalah yang dihadapi. Mengikut Kamus Dewan (1994 ) nasihat ialah ajaran , petunjuk yang baik , peringatan , mengusulkan , mengesyorkan ataupun menganjurkan kepada seseorang tentang pelbagai hal. Gibson dan Mitchell (1999) menyatakan nasihat digunakan bagi menyediakan klien dengan maklumat baru dan berguna. Ia juga mengajar bagaimana untuk berfikir dan bertindak.

2.2.2 Perbedaan Konseling dan Nasehat
Perbedaan konseling dan pemberian nasehat
*Pemberian Nasehat
  Memberitahukan 
klien apa yang sebaiknya klien lakukan, menghakimi perilakunya di masa lalu dan sekarang.
*
Konseling
  Memberikan fakta-fakta sehingga 
klien dapat membuatkeputusan, membuat klien bertanya dan mendiskusikan masalah pribadinya.

2.3 Perbandingan Nasehat, Konseling dan Psikoterapi
Dari penjelasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa perbandingan antara nasehat, konseling dan psikologi adalah:
1.    Nasehat: diberikan dari siapapun dan ditujukan kapada siapapun, biasanya nasehat diberikan tidak direncanakan waktu dan tempatnya, nasehat biasanya hanya berlangsung satu arah dimana seseorang memberikan masukan pada orang lain tanpa ada umpan balik secara langsung, tidak ada tahapan dalam pelaksanaannya.
2.    Konseling: diberikan oleh seorang konselor profesional , konseling mengangani permasalahan sehari-hari yang dialami oleh konseli (tidak berhubungan dengan keabnormalan seseorang), adanya kesepakatan pelaksanaan proses konseling diantara konselor dan konseli yang memerlukan bantuan, pelaksanaannya berlangsung dua arah dimana konseli dan konselor sama-sama aktif dalam rangka menyelesaikan masalah dan mencapai tujuan yang diinginkan, pelaksanaannya pun diatur tidak secara spontan, konseling cenderung bersifat mencegah penyimpangan, terdapat tahapan dalam pelaksanaannya.
3.    Psikoterapi: diberikan oleh psikiater, cenderung menangani orang yang mengalami gangguan pada jiwa nya (abnormal), psikoterapi cenderung bersifat menyembuhkan, terdapat tahapan-tahapan dalam pelaksanaannya.
BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Konseling merupakan layanan yang diberikan oleh seorang konselor profesional , konseling mengangani permasalahan sehari-hari yang dialami oleh konseli (tidak berhubungan dengan keabnormalan seseorang). Nasehat diberikan dari siapapun dan ditujukan kapada siapapun, biasanya nasehat diberikan tidak direncanakan waktu dan tempatnya. Psikoterapi: diberikan oleh psikiater, cenderung menangani orang yang mengalami gangguan pada jiwa nya (abnormal), psikoterapi cenderung bersifat menyembuhkan, terdapat tahapan-tahapan dalam pelaksanaannya.
Jadi nasehat, psikoterapi dan konseling itu berbeda dilihat dari yang menyampaikan, waktu, tempat, dan kliennya.

3.2  Saran
Dalam pembuatan makalah ini mungkin kurang kurang sempurna, diharapkan bagi para pembaca untuk bisa mengembangkan kembali, kritik dan saran yang membangun sangat penyusun harapkan untuk perbaikan makalah-makalah di kemudian hari.

DAFTAR PUSTAKA

Anoname. 2013. Konseling. diakses dari http://id.wikipedia.org/wiki/Konseling (diakses pada 15/12/2013)
Latipun.2010.Psikologi Konseling.(Revisi Edisi Ketiga).Malang: UMM Press
Mappiare, Andi. 1992. Pengantar Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT Raja  Grafindo
Prayitno dan Erman Amti. 2004. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta : PT. Rineka Cipta
Husada, Dian. (n.d). Perbedaan konseling dan nasehat. Online. http://finalisadianhusada.blogspot.com/p/perbedaan-konseling-dan-pemberian.html (diakses pada 15/12/2013)
Faik. 2011.Perbedaan Persamaan Konseling Dan Psikoterapi. Dikutip darihttp://catatannyandukfaiq.blogspot.com/2009/05/perbedaan-persamaan-konseling-dan.html (diakses pada 15/12/2013)


0 komentar: